PDG. PARIAMAN, METRO–Satu unit rumah permanen di Korong Bayur, Nagari Pauh Kamba, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padangpariaman, ludes dilahap si jagi merah, Selasa (10/10) sekitar pukul 12.10 WIB. Mirisnya, rumah itu diduga dibakar oleh menantu pemilik rumah.
Kapolsek Nan Sabaris Iptu Fahnedi membenarkan bahwa telah terjadi kebakaran salah satu unit rumah permanen tersebut. Menurutnya, kejadian berawal ketika saksi bernama Andi bangun dari tidurnya dan terlihat dari depan rumah asap yang mengepul dari arah belakang rumah saksi.
“Lalu saksi melihat ternyata rumah Ria Anggraini (38) sudah terbakar dari dalam rumah dan diluar rumah sudah dipenuhi asap. Selanjutnya saksi memberitahukan kepada pemilik rumah yang sedang berada di Pasar Pauh Kamba bahwasanya rumahnya terbakar,” kata Iptu Fahnedi.
Melihat api yang cepat membesar, ditambahkan Iptu Fahnedi, saksi yang merupakan tetangga korban, langsung berteriak memberitahukan kepada masyarakat lain dengan maksud untuk membantu memadamkan api.
“Sesampai korban di rumah terlihat api sudah membakar seluruh rumah korban. Pada saat itu warga setempat datang untuk membantu memadamkan api dengan cara mengambil air yang ada di sekitar lokasi,” ujar Iptu Fahnedi.
Menurut Iptu Fahnedi, setelah mendapat laporan adanya kebakaran itu, pihaknya juga bergegas datang ke lokasi untuk membantu memadamkan api. Beberapa menit kemudian datang dua unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api tersebut.
“Alhamdulillah sekira pukul 13.15 WIB api berhasil dipadamkan. Meskipun tidak adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun korban mengalami kerugian lebih kurang Rp 400 juta. Setelah dipadamkan, kami langsung memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan,” ungkap Iptu Fahnedi.
Sementara itu, Yanuar (66) salah seorang keluarga korban mengungkapkan bahwa rumahnya diduga telah dibakar oleh mantunya sendiri. Pasalnya, sebelum kejadian, menantunya sempat melontarkan kata-kata akan membakar rumahnya.
“Memang buktinya tidak ada, namun sebelum terjadinya kebakaran mantu itu bertengkar dengan istrinya. Saat itu ia mengancam akan membakar rumahnya. Tidak pada saat itu saja, ancaman itu sering di lontar beberapa hari sebelumnya. Kecurigaan itu datang ditambah pasca kebakaran itu terduga melarikan diri,” pungkasnya. (ozi)





