PADANG, METRO–Perintah Ketua Inkop Indonesia H Muhammad Nasir dan hasil Raker yang digelar Forum Komunikasi dan Konsultasi Koperasi TKBM se Sumatera di Hotel Mercury, Kota Medan, Senin (25/9) lalu, bahwa primer yang ada di pelabuhan harus mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap bersaing pada era digitalisasi teknologi.
Dalam Raker di Medan yang juga dihadiri oleh Ketua Koperbam Telukbayur Chandra itu langsung menyikapi dengan cepat. Hanya saja pengurus saat ini serius dalam menyikapi tenaga crane operator.
Buktinya, sejak Senin (9/10) kemarin, pihak pengurus sudah mempersiapkan sebanyak 50 orang tenaga muda yang lolos seleksi. Mereka siap masuk diklat untuk ditempa sebagai tenaga crane operator di Pelabuhan Telukbayur.
“Alhamdulullah, kita sudah siapkan tenaga muda crane sebanyak 50 orang. Dalam waktu dekat ini mereka siap masuk diklat. Direncanakan tenaga crane untuk diklat nantinya akan didatangkan dari Jakarta,” ucap Chandra didampingi Sekretaris Nursal Uce, M,SH, usai merayakan HUT Ketua Koperbam Chandra ke 72 kamarin, Senin (9/10).
Jumlah 50 orang persiapan tenaga crane operator itu sebenarnya bertambah, karena masih banyak pendaftar susulanm. Namun pihak panitia terpaksa membatasi.
Untuk biaya pelatihan, separohnya akan dibantu oleh pengurus. Masing masing peserta membayar Rp1.750.000.
Nah, sudah adanya persiapan tenaga crane baru ini, Koperbam siap di segala lini. Baik tentang pekerjaan di lapangan yang bisa melayani pemilik barang denghan baik.
“Untuk itu para Ketua Regu Kerja (KRK) saya ingtakan tentang disiplin, APD dan aptuh pada aturan yang berlaku. Dalam hal ini saya terpaksa bertegas tegas. Saya tak ini ada KRK yang plintat-plintut tak memeiliki arah dan memble,. Lebih dari hal tersebut, situasi persaingan global saat ini menuntut kita harus memiliki kemampuan untuk bersaing secara sehat,’ timpal Wakil Ketua Inkop Indinesia ini.
Legalitas Koperbam Telukbayur di pelabuhan tegas Chandra, sampai saat ini masih nyata dan itupun ditegaskan oleh Wamenaker RI Afriansyah Noor mengatakan, kuli bongkar muat masih dibutuhkan di pelabuhan. Penegasan itu disampaikan menyusul adanya isu terkait Induk Koperasi TKBM (Tenaga Kuli Bongkar Muat) yang jadi penghambat kegiatan di pelabuhan. “Hanya ada satu TKBM Koperasi di Pelabuihan,”: tegas Chandra.
Saat itu kata Chandra yang juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Inkop Indionesia, Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Koperasi juga telah mengimbau Inkop TKBM agar dapat meningkatkan skill atau kemampuan para TKBM. Diharapkan para kuli bongkar muat dapat mengikuti roda perubahan zaman.
“Jadi sekarang ini peralatan sudah canggih semua, semua dikelola dengan mesin bukan dengan fisik manusia lagi. Dan tentunya secara skill teman-teman TKBM sudah harus punya kemampuan,” sebut Chandra mengutip statemen Wamenaker kata Afriansyah, (ped)






