PADANG, METRO–Camat Padang Selatan Kota Padang, yang dipimpin Jasman, meraih predikat sebagai Camat terbaik kedua se-Sumatera Barat pada tahun 2023. Atas capaian tersebut, dia mengatakan bahwa ini adalah hasil kerja keras bersama.
“Capaian ini bukanlah capaian saya pribadi, melainkan bentuk dari partisipasi dan keseriusan semua pihak Kecamatan Padang Selatan. Sebab, penghargaan ini sejatinya tidak terlepas dari dukungan yang terdapat di dalamnya,” jelas Jasman, Sabtu, (9/10)
Pihak-pihak yang dimaksudnya tersebut adalah, dukungan penuh yang diberikan Pemko Padang, rekan-rekan di Kecamatan, rekan-rekan di Kelurahan, serta tokoh masyarakat, LPM, RT/RW dan seluruh lapisan masyarakat lainnya.
“Semuanya memiliki perannya masing-masing dalam mencapai penghargaan ini. Tentu dengan hal baik ini, musti kita jaga dan kita tingkatkan lagi ke depannya,” tambahnya.
Terkait inovasi, singgungnya, inovasi yang dilahirkan tidak terlepas daripada bagian dari indikasi saja. Sebab yang perlu ditingkatkan ialah masing-masing perorangan. Sehingga, lahir inovasi dari kerja keras, lahir dari pola pikir dan pola tindak yang melebihi rata-rata.
“Sejalan dengan perkembangan teknologi, di Padang Selatan sudah menggeser pelayanan yang mulanya manual, kemudian menjadi pelayanan digital. Seluruh lurah, kasi sudah melakukan pelaporan melalui digital,” terangnya.
Hal ini, diyakini Jasman menjadi inovasi yang efektif. Sebab, ketika terjadinya kendala di lapangan, baik lurah, kasi dan seluruh komponen yang ada dapat tersampaikan langsung.
“Dengan cepatnya laporan secara digitalisasi itu, maka tindakan yang akan kita berikan juga akan lebih cepat dibanding menunggu laporan dua atau tiga hari,” harapnya.
Kemudian, inovasi yang dilakukan ialah melakukan perbaikan-perbaikan atau pembinaan bagi generasi muda. Baik itu melalui pembinaan agama dan budaya.
“Kita melalukan penyesuaian di sana, bagi generasi budaya yang beragama Islam, kita ajak kembali ke masjid, wirid remaja, didikan subuh dan sebagainya. Bahkan juga kita perlombakan di kecamatan mengenai prosesi penyelenggaraan salat jenazah,” kata Jasman.
Terkait generasi muda yang tidak beragama Islam, terang Camat, juga diperhatikan. Tentu, pembinaan tersebut menyesuaikan dengan agama yang diyakini. Sebab Padang Selatan ini merupakan kawasan heterogen.
“Kemudian, inovasi bernama Padang Tacelak dalam semua sektor. Jika bahasa yang muda-muda ialah glowing. Glowing tersebut baik itu agama, pendidikan, ekonomi, sosial. Semua elemen itu kita satukan untuk kemajuan Padang Selatan,” ungkapnya.
Selanjutnya, melakukan pembersihan di Sungai Batang Arau yang sejuah ini sudah membersikan sekitar 18 bangkai kapal. “Kita melihat dari sisi Ketertiban, Kebersihan dan Keindagan (K3). Sebab, yang akan menikmati Sungai Batang Arau ialah masyarakat. Menariknya, pembersihan di Sungai Batang Arau ini sifatnya gotong royong dan melibatkan semua pihak,” tuturnya.
Adapun inovasi selanjutnya ialah, jelas Camat, sedang bekerjasama menjajakan dengan Politeknik Negeri Padang (PNP) bagaimana sampah yang terdapat di Palinggam untuk membuat alat otomatis, ban berjalan.
“Jadi setiap saat ban itu berjalan, dia akan otomatis. Jika manual terus, petugas sendiri memiliki batasan seperti tenaga. Namun kalau mesin atau mekanik dirasa akan membantu. Mudah-mudahan, ke depan tidak memerlukan teknologi yang terlalu tinggi,” harapnya.
Terkait dengan penghargaan yang diperoleh, Camat mengaku, sebagai manusia memiliki rasa bangga. Namun, di satu sisi dihadapkan pada suatu tantangan.
“Di balik capaian ada tantangan yang harus kita tingkatkan. Artinya di balik rasa senang tadi, menunggu tugas berat yang harus kita selesaikan bersama-sama. Insya Allah, Padang Selatan bisa menyelesaikan hal tersebut,” tutupnya. (cr2)






