PADANG, METRO–Staf Khusus Kementerian Perindustrian (Stafsus Kemenperin) Republik Indonesia, Febri Hendri Antoni Arief, mensosialisasikan dirinya yang bakal maju sebagai salah satu kontestan pada Pemilihan Legislatif (Pileg) DPR RI Dapil I Sumatera Barat.
Diungkapkannya, yang menjadi alasan dirinya untuk optimis maju pada Pileg 2024 mendatang dari Dapil Sumbar adalah karena dia adalah putra asli Ranah Minang, yang berasal dari Kabupaten Solok.
“Saya adalah orang Minang lahir di Minangkabau, cara berfikir dan bicara orang Minang, yang sudah lama bekerja di Jakarta, untuk itu, berdasarkan pengalaman itu saya akan membawa perubahan kepada masyarakat Sumbar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ayah tiga anak itu juga menyinggung bahwa dirinya akan berperan sebagai pemberi tanda kepada para investor untuk dapat melirik Wilayah Sumatera Barat sehingga dapat di prioritaskan untuk pembangunan.
“Yang terpenting adalah bagaimana saya untuk bisa memberikan sinyal kepada investor, bahwa Sumatera Barat adalah daerah yang seksi untuk dijadikan tempat berinvestasi,” katanya.
Dalam kontestasi politik mendatang, dia belum mengungkapkan secara detail bagaimana strategi yang akan dia pakai dalam usahanya memenangkan Pileg DPR RI, dimana hanya tersedia delapan kursi untuk partainya bernaung di perlemen tersebut.
“Untuk strategi belum bisa kita jelaskan secara detail, namun kita memastikan bahwa akan berbeda dengan calon kontestan-kontestan lainnya. Kita akan turun langsung ke tengah masyarakat, agar masyarakat lebih mengenal saya lebih dekat,”
Dia akan merekrut sebanyak mungkin relawan-relawan yang berada di daerah seluruh Sumatera Barat, sehingga jika sudah terbentuk relawannya, maka ketika dia ingin datang berkunjung ke masyarakat tersebut, akan ada yang mengkoordinasikannya.
Sebagai orang yang berkecimpung di dunia Perindustrian, dia juga akan memperkenalkan kepada masyarakat tentang konsep yang dia sebut ‘sirkular ekonomi’ dimana konsep itu menurutnya adalah dapat mengubah sampah menjadi bahan yang bernilai ekonomis.
“Kami juga menyarankan kepada masyarakat untuk memperbanyak jumlah bank sampah, dimana nanti kita akan dapat menjadikan sampah-sampah plastik tersebut menjadi bahan yang bernilai ekonomis melalui konsep Sirkular Ekonomi dengan slogan mengubah sampah menjadi berkah,”
Meski masyarakat dia mengetahui bahwa masyarakat akan susah menerima konsep tersebut karena baru di telinga para masyarakat, dia menyatakan akan berusaha untuk memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat. (cr2)






