METRO SUMBARSOLOK/SOLSEL

Rumah Gadang Pertama di Lubuak Ulang Aling Diresmikan

0
×

Rumah Gadang Pertama di Lubuak Ulang Aling Diresmikan

Sebarkan artikel ini

SOLSEL, METRO – Bupati Solok Selatan (Solsel), H Muzni Zakaria meresmikan pemakaian Rumah Gadang Suku Panai, Kaum Datuak Rajo Bunsu di Pulau Panjang Kampuang Baru, Nagari Lubuak Ulang Aliang, Kecamatan Sangir Batang Hari, Senin (4/2). Rumah gadang itu dibangun oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solsel melalui dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
“Pembangunan rumah gadang ini menggunakan anggaran dari Pemkab Solsel. Dimana ini merupakan rumah gadang pertama yang dibangun di Nagari Lubuak Ulang Aliang. Ini juga rumah gadang pertama di daerah ini,” ujar Muzni saat Peresmian dan Pelestarian Rumah Gadang Suku Panai, Datuak Rajo Bunsu.
Dijelaskannya, untuk pelaksanaan pembangunan oleh pemerintah, kaum itu harus menghibahkan tanahnya kepada Pemkab, sehingga aset itu menjadi milik pemerintah. “Ini menjadi catatan untuk pembangunan rumah gadang ke depannya di Lubuak Ulang Aliang, sehingga ada rumah gadang lainnya di nagari itu. Demikian juga bagi daerah lain, karena prosesnya juga sama,” ungkapnya.
Muzni menambahkan, dengan adanya pembangunan rumah gadang, ia mengajak untuk memperkaya budaya yang ada di Solsel. Setidaknya, tahun ini Solsel juga akan melaksanakan pembangunan rumah gadang senilai Rp110 miliar di Kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG), Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu.
“Adanya pembangunan rumah gadang, akan memperkaya adat dan budaya yang di nagari Saribu Rumah Gadang ini,” katanya.
Dengan terlaksananya pembangunan rumah gadang itu, Muzni memberikan apresiasi kepada masyarakat Lubuak Ulang Aliang. Hal ini hendaknya dapat di contek oleh daerah lain. Pada kesempatan itu, Muzni menyampaikan akses jalan dari Padang Aro-Abai- Sungai Dareh atau Pulau Punjung (Dharmasraya) akan segera tembus dan bisa dilalui kendaraan secara normal. Untuk pelaksanaan pembangunan itu, Muzni terus berupaya mencari dana ke pusat. Hal itu dilakuka dengan berbagai upaya dan lobi-lobi.
Muzni mengatakan, melalui Kementerian Koordinator Maritim (Kemenko Maritim) dapat meraih dana sebanyak Rp 44 miliar untuk pembangunan jalan dari Padang Aro-Abai-Pulau Punjung. “Awalnya dana yang didapat baru Rp24 miliar. Tapi karena penjelasan kami bahwa di daerah itu masyarakatnya memakai transportasi air yaitu perahu bermesin tempel (Timpek), sehingga akhirnya dananya ditambah menjadi Rp44 miliar,” jelasnya.
“Untuk itu, mari terus kita berusaha dan berdoa, agar kedepannya semakin banyak dana pusat yang mampu kita raih,” harapnya.
Tokoh Masyarakat Lubuak Ulang Aliang yang juga Anggota DPRD Solsel, Werhanudin menyebutkan, pembangunan pelestarian rumah gadang yang dilaksanakan di Pulau Panjang Kampung Baru ini adalah melalui anggaran pemerintah dan sudah menjadi milik pemerintah. Tapi, dalam pemanfaatannya, tentu diberikan kepada masyarakat dan kaum rumah gadang itu.
“Yang susah adalah membangun pemberdayaan di tengah masyarakat, pembangunan fisik tidaklah terlalu susah karena yang harus ada adalah anggarannya,” tuturnya.
Ke depan terang Werhanudin, pihaknya akan terus berupaya dan mengedepankan pelestarian adat dan budaya. Ke depannya pembangunan yang didapatkan melalui pemerintah daerah terus berlanjut. Hal ini tentunya sudah menjadi harapan semua pihak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Solsel dengan telah dibangunnya rumah gadang ini. Ke depannya kami berharap akan ada rumah gadang lain yang di bangun di Lubuak Ulang Aliang dam daerah lainnya,” katanya.
Sementara Niniak Mamak Suku Panai, M Nasir Datuak Rajo Bungsu, mengharapkan, pembangunan rumah gadang ini dapat dilakukan secara berkelanjutan, bukanlah yang terakhir di daerah ini.
“Atas terlaksananya pembangunan ini, kami mengucapkan terimakasih kepada pemkab Solsel. Apalagi peresmiannya juga dilaksanakan oleh Bupati Solsel. Bangunan ini hendaknya dapat memberi manfaat kepada kaum kami dan masyarakat,” pungkasnya. (afr)