METRO SUMBAR

GM Garuda Indonesia Saksikan Pesta Rakyat Malalo Tigo Jurai

0
×

GM Garuda Indonesia Saksikan Pesta Rakyat Malalo Tigo Jurai

Sebarkan artikel ini
DISUGUHI SIRIAH— Bupati Tanahdatar Eka Putra bersama tamu undangan disuguhkan siriah dalam carano saat menghadiri tradisi bukak kapalo banda di Nagari Guguak Malalo.

TANAHDATAR, METRO–Bupati Tanah Datar Eka Putra,  terus menggenjot sektor pariwisata dengan berbagai inovasi dan ke­giatan melalui jargon Program Unggulan (Progul) pada sektor pariwisata yaitunya, Satu Nagari Satu Event. Bahkan, Rabu (4/10) Bupati Eka Putra mendatangkan secara khusus General Manager (GM) PT. Garuda Indonesia Raditya beserta rombongan untuk melihat langsung pesta rakyat yang mengangkat kekhasan daerah seperti adat istiadat, budaya, sejarah, pesona alam dan kuliner spesifik tersebut.

“Kali ini saya undang khusus Bapak Raditya, GM PT. Garuda Indonesia ke­sini dan tadi juga telah menikmati makan bersama yaitu nasi baka, dimana tujuannya adalah untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Tanah Datar khu­susnya ke Malalo Tigo Jurai,” ucapnya.

Atas nama Pemerintah Daerah, Bupati Eka Putra juga berikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat, perantau dan panitia pelaksana yang telah mengangkat tradisi yang sudah turun temurun ini ke dalam sebuah ivent bertajuk Festival Pesona Bukak Kapalo Banda tersebut.

Diakui Bupati Eka Putra, diawal launching progul satu nagari satu event ini banyak yang mencemooh bahkan dianggap membuang-buang anggaran, namun saat ini dirasakan manfaatnya. Berbagai tradisi yang unik diangkat kembali, dari itu Ia bertekat bahwa progul satu nagari satu event ini adalah ajang pelestarian kebudayaan, adat salingka nagari, menggali potensi nagari dan juga untuk tujuan wisata.

“Saat ini di Guguak Ma­lalo jika dibandingkan dengan anggaran yang dikucurkan pemerintah daerah hanya Rp50 juta, maka jika dilihat partisipasi masya­rakat saat ini mungkin mencapai Rp300 juta lebih, di booth-booth yang disediakan panitia juga ditampilkan berbagai keunikan dan pusaka-pu­saka lama ditampilkan, itu sungguh luar biasa,” tuturnya.

Sebelumnya, Wali Nagari Guguak Malalo Mul­yadi menyampaikan upaya ke depan untuk terus memperbaiki dan menata kawasan wisata religi Nagari Guguak Malalo, karena masih banyak yang dibutuhkan seperti akses jalan dan sarana pendukung lainnya.

“Rencana kedepan aliran sungai yang ada di Nagari Guguak Malalo ini akan dijadikan sebagai destinasi wisata, dan itu juga butuh dukungan pemerintah daerah,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan tokoh masyarakat Nagari Guguak Malalo yang juga Anggota DPRD Tanah Datar Herman Sugiarto jika progul pemerintah daerah satu nagari satu event berdampak baik bagi nagari hal ini terlihat dari antusiasnya masyarakat nagari berpartisipasi pada event tersebut.

“Nagari Guguak Malalo punya potensi yang bisa diangkat untuk destinasi wisata, ditambah lagi pe­sona Danau Singkarak yang menghiasi keindahan Nagari Guguak Malao,” ucapnya.

Sementara itu Nofrizalcan Amalo menyampaikan sekilas tradisi bukak kapalo banda ini bahwa di Nagari Guguak Malalo terdapat 11 suku dan 3 (tiga) koto. Koto dimudiak, koto dita­ngah dan koto dihilia dan pada saat bukak kapalo banda ini semua suku akan berkumpul dan bersilaturrahmi.

“Semenjak sawah ba­pamatang, ladang bamintalak, rimbo bakiluang, urang tuo-tuo dulu me­nyepakati bukak kapalo banda atau membukakkan pintu air untuk mengaliri lahan pertanian atau sa­wah masing-masing dan i­tulah tradisi bukak kapalo banda,” tuturnya. (ant)