PADANG, METRO–Setelah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara, mayat mahasiswi yang ditemukan mengapung di bawah jembatan menuju gerbang masuk Mako Brimob Padang Saarai, Kecamatan Koto Tangah, Selasa, (3/10) akhirnya dijemput oleh pihak keluarga.
Namun pihak keluarga menolak untuk melakukan autopsi pada jenazah korban yang disertai dengan surat pernyataan tertulis dan mereka menyatakan menerima ikhlas kematian korban. Padahal, Polisi sudah menyarankan dilakukan autopsi untuk mengungkap penyebab pasti tewasnya korban.
Kapolsek Koto Tangah, AKP Afrino mengatakan, pihak keluarga korban datang pada malam hari setelah ditemukan jenazah perempuan yang mengambang tersebut.
“Datang seorang perempuan didampingi oleh seorang laki-laki, dan mengaku pihak keluarga mayat wanita yang sudah berada di RS Bhayangkara, dan kemudian pihak rumah sakit menghubungi saya,” ungkap AKP Afrino.
Akhirnya, AKP Afrino bersama jajaran mendatangi rumah sakit dan bertemu dengan pihak yang mengaku sebagai keluarga dan ibu kandung si korban. Yuneti (57) yang mengaku ibu kandung korban mengakui jika mayat itu merupakan putrinya bernama Nurul Azizah Anti, berumur 24 tahun, dan saat ini masih menjadi mahasiswa di salah satu universitas.
“Setelah melakukan pengecekan terhadap administrasi dan keterangan dari pihak keluarga, kami memastikan bahwasanya Yuneti adalah benar ibuk kandung korban,” ujarnya.
Tidak hanya itu, AKP Afrino juga menyarankan kepada pihak keluarga untuk melakukan otopsi terhadap jenazah korban agar dapat menyelidiki lebih lanjut penyebab kematian korban.
“Namun pihak keluarga menolak dengan alasan menerima dengan ikhlas atas kematian korban dan tidak akan menuntut kepada pihak manapun atas meninggalnya korban. Meski demikian, terhadap korban tetap dilakukan visum luar dari pihak rumah sakit,” katanya. (cr2)






