SOLOK/SOLSEL

Lahan Parkir masih Jadi Momok, Pemko Solok Sediakan Lahan 4 Hektare  

0
×

Lahan Parkir masih Jadi Momok, Pemko Solok Sediakan Lahan 4 Hektare  

Sebarkan artikel ini
BAHAS—Terlihat tim teknis sedang rapat membahasa kajian Kebutuhan Parkir dan Bongkar Muat Angkutan Barang di Kota Solok.

SOLOK, METRO–Persoalan parkir di Kota Solok menjadi persoalan yang mestinya mendapat perhatian serius. Hingga kini masih jadi momok masyarakat dan bah­kan pejabat.  Apalagi Kota So­lok memang digadang gadang menjadi daerah tujuan bagi pengunjung. Untuk itu Peme­rintah Kota Solok melalui Badan Penelitian dan Pengembangan lakukan kajian kebutuhan parkir dan bongkar muat angkutan barang di Kota Solok.

Tim Teknis yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Dinas Perhubungan, PUPR, Perkim, BKD, DPKUKM, serta Kecamatan.

Latar belakang kajian ini tidak terlepas dari Visi dan Misi dari walikota dan wakil walikota yakni terwujudnya Kota Solok yang diberkahi, maju dan sejah­tera melalui pengembangan sektor perdagangan dan jasa yang modern.

Kepala Balitbang Kota So­lok Junaidi mengatakan, kon­disi existing mengenai badan jalan  yang saat ini dijadikan sebagai tempat parkir dan tempat berisi­tirahat oleh truk perlu dikaji.

“Rencana tempat parkir dan bongkar muat angkutan barang di Kota Solok yaitu dekat Terminal Bareh Solok. Direncanakan jumlah lahan yang tersedia adalah sebanyak 4 hektare. Kebutuhan untuk lahan parkir tipe 3 adalah seki­tar 1 sampai 2 hektarw, sisanya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk fasilitas penunjang Parkir dan Bongkar Muat Angkutan Barang,” ung­kap Jonedi.

Sementara itu dari pihak LPPM Unand yang diwakili oleh Yosritzal, menyampaikan, kon­disi yang terjadi saat ini  adalah sebagian badan jalan digu­nakan oleh truk sebagai tempat parkir dan tempat beristirahat.

“Tentu hal ini sangat meng­ganggu karena akan mengura­ngi jarak pandang dan tentu saja akan mengurangi kenya­ma­nan dan keselamatan dalam berkendara,” sebut Yosritzal.

Oleh karena itu katanya,  dengan tersedianya lahan parkir dan bongkar muat ba­rang yang luas dan representatif maka akan menanggulangi masalah tersebut.

Dari pertemuan ini, tim teknis menyampaikan berba­gai macam saran dan masu­kan. Diantaranya guna keter­sediaan lahan parkir dan bong­kar muat barang.

Diharapkan tidak hanya untuk truk saja, namun juga untuk kendaraan lainnya se­perti kendaraan pribadi, me­ngingat saat lebaran idul fitri maupun event-event yang ada di Kota Solok, kendaraan men­jadi lebih padat dibandingkan dengan hari biasanya.

“Hendaknya pada lahan tersebut disediakan sentra ekonomi dan juga SPBU. Hal ini sangat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan­nya saat berada di tempat parkir tersebut,” katanya.

Diharapkan juga menye­dia­kan gudang atau spot-spot pe­nampungan dan rekayasa terha­dap lahan parkir tersebut karena tidak semua mobil bisa masuk ke dalam lahan parkir tersebut.

“Dengan adanya keter­sediaan lahan parkir dan bong­kar muat angkutan barang dapat menjadi peluang potensi peningkatan PAD di Kota So­lok,” ucap Yosritzal. (vko)