METRO PADANG

Kabut Asap makin Pekat, Bukit Barisan sudah “Memutih”, Wako Keluarkan SE, Kelompok Rentan Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

2
×

Kabut Asap makin Pekat, Bukit Barisan sudah “Memutih”, Wako Keluarkan SE, Kelompok Rentan Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Sebarkan artikel ini
BUKIT BARISAN TERTUTUP KABUT ASAP— Jajaran Bukit Barisan sudah “memutih” dan tak terlihat lagi karena tertutup kabut asap yang makin tebal di Kota Padang, Rabu (4/10). Kondisi terlihat dari kawasan lahan pertanian di Lubukminturun, Kecamatan Kototangah.

AIE PACAH, METRO–Kabut asap makin pekat menye­limuti Kota Padang, terutama di pagi dan sore hari. Hijaunya jajaran Bukit Barisan yang biasa menjadi pe­man­dangan indah mata, kini sudah “memutih” tertutup kabut. Kondisi kabut makin parah karena sudah hampir dua pekan terakhir hujan tidak turun

Hal itu membuat Wako Padang Hendri Septa mengeluarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Padang nomor 441.7/4769/DKK/2023 tentang antisipasi dampak kabut asap, Rabu (4/10). Wako meminta meminta masyarakat untuk menunda kegiatan aktivitas di luar rumah, terutama bagi kelompok rentan, yakni bayi, balita, ibu hamil, lansia.

Jika keluar rumah harus menggunakan masker ka­rena kabut asap kian parah. Langkah tersebut, kata Hendri, dilakukan sebagai bentuk pencegahan dan perlindungan diri dari dampak kabut yang tak kian usai, bahkan cenderung semakin parah. “Gunakan masker untuk mengurangi dampak Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA),” kata Hendri Septa, kemarin.

Baca Juga  Andre Rosiade Hadirkan Pelatihan Bartender dan Mekanik Roda Dua di Kota Padang

Ia mengatakan, dampak kabut asap akan membuat banyak warga yang sudah mulai terpapar flu, batuk hingga iritasi atau peradangan. “Ini akan mu­dah terdampak bagi kaum lanjut usia (lansia), anak-anak, ibu hamil dan kelompok rentan lainnya, kurangi dahulu aktivitas di luar rumah,” katanya.

Hendri Septa me­nya­ran­kan masyarakat untuk menggunakan masker de­ngan standar N-95, KN-95, atau KF-94. “Bagi warga yang mengalami gangguan pernafasan dan iritasi, segera datangi pusat layanan kesehatan terdekat. Perbanyak minum air putih dan makan buah-buahan segar,” katanya.

Ia juga mengimbau ma­syarakat untuk tidak membakar sampah, ban dan benda yang berpotensi mengakibatkan pencemaran udara.

ISPU Terus Naik

Sementara itu, data dari Dinas Lingkungan Hi­dup (DLH) Kota Padang, status kualitas udara Kota Padang yang dihitung da­lam bentuk Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) melalui Peralatan Air Quality Monitoring System (AQMS), Rabu (4/10) jam 05.00 WIB, me­nun­jukkan ISPU bernilai 81 (kategori sedang) untuk parameter debu ukuran 2,5 mikrometer.

Baca Juga  Tender Pembangunan Blok II Pasar Raya Tuntas

Nilai ISPU ini naik 11 angka dari Selasa (3/10)  sore. Sementara, beberapa daerah, seperti Kota Pekanbaru, Jambi, Kabupa­ten Siak, Tanjabtim, Ogan Hilir masih berstatus ISPU tidak sehat, Kota Palembang masih dalam status ISPU sangat tidak sehat.

Arah angin di Wilayah Sumatera masih cende­rung bergerak dari arah Tenggara ke Barat Laut dan Utara. Titik Api dengan Tingkat Kepercayaan Tinggi terpantau di Kab. Pesisir Selatan, Pro­vinsi. Sumsel, Kalsel, Kaltim, Kalbar, dan daerah lain di Indonesia. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan melakukan tindakan pencegahan berupa penggunaan mas­ker yang dapat menyaring partikel debu ukuran 2,5 mikrometer, seperti mas­ker bedah atau masker ber­standar N95 / KN95 / KF94. (cr2)