JAKARTA, METRO–Pilpres 2024 karena memiliki visi dan misi kepemimpinan yang jelas untuk masa depan Indonesia. Prabowo dalam membangun program dan visi selalu mempertimbangkan berbagai aspek, salah satunya kesejahteraan sosial berjangka panjang.
Dengan pertimbangan itu, Prabowo menerapkan berbagai program yang bisa menyejahterakan rakyat tak hanya 10 atau 20 tahun ke depan.
“Prabowo dilihat sebagai sosok pemimpin yang punya visi jauh ke depan,” kata Direktur Executive Partner Politik Indonesia AB Solissa dalam keterangannya dikutip, Selasa (3/10).
Komitmen Prabowo dalam melanjutkan pembangunan demi menciptakan Indonesia Emas di tahun 2045 merupakan sesuatu yang sangat konkret.
Selain itu, Prabowo juga dianggap sebagai tokoh pemersatu yang selalu menguatkan narasi persatuan nasional. Ketum Partai Gerindra tersebut juga selalu menguatkan naras rekonsiliasi nasional.
“Prabowo juga dianggap sebagai tokoh pemersatu di kala polarisasi ekstrem terjadi di masyarakat kita pasca-Pilpres 2019 dengan masuknya Prabowo ke dalam pemerintahan yang dipimpin oleh Jokowi,” pungkasnya.
Kantongi Dukungan dari Pemilih PKB
Calon Presiden Prabowo Subianto mengantongi mayoritas dukungan dari pemilih Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berdasar survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, periode 4-12 September 2023. Prabowo unggul dari Capres PDIP Ganjar Pranowo dan Capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan dalam basis pemilih PKB.
Peneliti LSI Denny JA Adjie Alfaraby mengungkapkan Prabowo masih menjadi primadona bagi para pemilih PKB.
Berdasarkan hasil survei LSI Denny JA tersebut, Prabowo mengantongi dukungan 41,4 persen, disusul Ganjar 36,2 persen dan Anies 21,3 persen.
“Prabowo unggul di Gerindra, Demokrat, Golkar, PAN, PKB,” kata Adjie dalam keterangannya.
Adapun Ganjar banyak mendapatkan dukungan dari partai yang mengusungnya, yakni PDIP dan PPP. Meski PKB sudah memutuskan bergabung dengan Anies, para pemilihnya cenderung masih setia mendukung Prabowo.
Para pemilih PKB mayoritas masih mendukung Prabowo dengan dukungan sebanyak 41,4 persen. Adapun Anies di survei LSI Denny JA tersebut, mendapatkan dukungan penuh dari para pemilih Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan NasDem.
Sementara itu, dari sisi elektabilitas tiga nama capres di survei yang sama, Prabowo masih terlalu kuat bagi Ganjar dan Anies. Di survei LSI Denny JA tersebut, Prabowo berhasil menempati urutan pertama disusul Ganjar dan Anies.
Di dalam survei tersebut, Prabowo masih berada di urutan pertama dengan 39,8 persen. Adapun Ganjar ada di posisi kedua dengan 37,9 persen dan Anies yang ada di peringkat ketiga dengan jumlah dukungan 14,5 persen.
“Jawabannya Pak Prabowo masih perkasa di urutan pertama di angka 39,8 persen, kemudian disusul Pak Ganjar Pranowo capres dari PDIP dengan angka 37,9 persen, kita lihat ini selisih tipis, ya, tidak terlalu signifikan perbedaannya, tetapi angka absolut Pak Prabowo masih di atas Pak Ganjar, Pak Anies sendiri di angka 14,5 persen,” ungkapnya. (jpnn)






