M.YAMIN, METRO–Insiden pelajar SMP freestyle dan tidak dapat mengendalikan laju motor, sehingga menewaskan bocah SD, karena tertimpa reruntuhan tembok, akhirnya berujung damai. Hal ini dilakukan setelah diversi dengan pihak keluarga korban.
Diversi adalah peralihan penuntasan kasus anak di luar Sistem Peradilan Pidana (SPP). Polisi memutuskan proses diversi sesuai kesepakatan antara keluarga korban dengan keluarga Anak Berkonflik Hukum (ABH) atau tersangka berinisial MHA (13).
Kasi Humas Polresta Padang Ipda Yanti Delfina, mengatakan dalam mengambil keputusan ketetapan hukum tersebut, Polresta Padang sudah mempertemukan kedua belah pihak dan akhirnya sepakat untuk menyelesaikan secara kekeluargaan.
Korban Gian tewas karena ulah MHA yang melakukan freestyle sepeda motor dengan cara standing sehingga menabrak dinding pembatasan parkiran masjid. Saat itu, Gian berada di balik dinding sedang mengambil wudu. Gian tertimpa reruntuhan tembok dan tewas.
“Untuk kasus anak yang berhadapan dengan hukum tempo hari di Lori Lubuk Minturun, sudah dilakukan diversi dengan pertimbangan, dari kedua belah pihak sudah ada kesepakatan secara kekeluargaan dan pihak korban tidak akan melakukan penuntutan terhadap ABH tersebut,” kata Ipda Yanti, Selasa (3/10).
Dia menegaskan dalam proses diversi yang mempunyai beberapa syarat tersebut sudah dipenuhi, dan Polresta Padang hanya bertindak sebagai fasilitator.
“Itu sudah digelar dengan menghadirkan Bapas (Badan Permasyarakatan), Dinas Sosial, dan menghadirkan pihak lainnya, kami yang memfasilitasi,” ungkapnya.
Pascainsiden tersebut, Yanti mengimbau kepada orangtua agar anak yang masih di bawah umur dan tidak memiliki SIM untuk tidak mengizinkan anak membawa kendaraan demi menghindari hal-hal yang tidak diizinkan saat berkendara.
Sebelumnya, masyarakat Padang dihebohkan dengan video pendek rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang anak tertimpa tembok saat sedang mengambil wuduk usai ditabrak pengendara sepeda motor yang nampak berseragam siswa SMP, di Masjid Raya Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Senin (18/9) sekitar pukul 15.30.
Kanit Laka Lantas Polresta Padang Arisman mengatakan insiden tersebut berawal saat korban G (8) dan temannya sedang mengambil wudhu di masjid. Kemudian datang sekelompok siswa SMP yang mengendarai sepeda motor.
“Kemudian sepeda motor yang dikendarai oleh MHA (13) hilang kendali dan lantas menabrak dinding beton. Akibatnya beton tersebut roboh dan menimpa mengenai korban yang sedang mengambil wuhdu dibelakangnya,”katanya Selasa (19/8).
Arisman mengatakan akibat dari kecelakaan tersebut korban mengalami cedera berat dibagian kepala dan lansung dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan pertolongan pertama namun disayangkan korban meninggal dunia di RS M Djamil Padang.
Ia mengatakan akibat insiden tersebut satu orang meninggal dunia dan kerugian diperkirakan sekitar Rp 1 Juta. Kemudian atas kejadian tersebut kepolisian mengamankan barang bukti berupa Yamaha Mio Soprty BA 2837 AM milik pengendara yang menabrak. (cr2)






