Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah bersama Ketua DPRD Supardi melepas beras bantuan untuk melakukan stabilisasi pasokan dan harga pangan bagi konsumen dengan harga wajar di Sumbar agar tidak melonjak tinggi akibat El Nino.
“Pemerintah perlu hadir untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tersedia dengan harga wajar di pasaran, terutama selama masa El Nino,” ungkap Mahyeldi usai menghadiri peringatan Hari Jadi Sumbar ke-78 di DPRD Provinsi Sumbar, Minggu (1/10).
Menurut Mahyeldi Pemprov Sumbar telah mengambil sejumlah langkah dalam upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan. Salah satunya penyaluran beras SPHP, penyaluran cadangan beras pemerintah untuk Bantuan Pangan dan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Pemerintah telah menggulirkan beras SPHP ke semua lini pasar baik pasar tradisional maupun ritel modern, dengan menetapkan HET (Harga Eceran Tertinggi) beras ini sebesar Rp11.500. Hingga saat ini, untuk wilayah Sumbar, Penyaluran beras SPHP sudah terealisasi sebanyak 80 persen atau 12.292 ton dari total target tahunan sebesar 15.391 ton.
Selain beras SPHP, sebagai langkah stabilisasi pasokan dan harga pangan khususnya beras, Pemerintah juga telah menyalurkan bantuan pangan berupa beras selama 3 bulan kedepan dengan perhitungan 10kg beras/bulan/KPM (Keluarga Penerima Manfaat).
KPM yang mendapatkan bantuan adalah keluarga yang terdata dalam DTKS Kementerian Sosial. Dengan peruntukan bagi keluarga yang termasuk kategori miskin selama tiga bulan. Ini diharapkan dapat membantu masyarakat pra sejahtera, sekaligus juga bisa berfungsi untuk menekan harga di pasaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Sumbar, Syaiful Bahri menyebut dalam pendistribusiannya bantuan pangan itu dibagi kedalam dua tahap. Tahap I telah dilaksanakan pada bulan Maret, April dan Mei lalu dengan jumlah KPM sebanyak 380.338 KPM.
“Total bantuan pangan tahap I yang telah disalurkan adalah 11.410.140 ton,” katanya.
Kemudian untuk tahap II, dilaksanakan pada bulan September, Oktober dan November tahun ini dengan jumlah KPM sebanyak 367.106 KPM. Perkembangannya Per tanggal 27 september 2023 lalu, penyaluran Bantuan Pangan Sumbar sudah disaluran sebanyak 3.559.070 ton.
Khusus untuk daerah yang termasuk kategori sulit secara geografis, sambung Syaiful Bahri, itu nanti akan dibagikan sekaligus pada bulan oktober nanti. Adapun daerah yang termasuk kategori sulit tersebut seperti, Kabupaten Kepulauan Mentawai serta beberapa nagari/kelurahan di Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan. (rel/hsb)






