PADANG, METRO–Suardi Darma Putra, calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Kota Padang daerah pemilihan (Dapil) Padang I (Kecamatan Koto Tangah) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyerahkan bibit ikan nila kepada Yusrizal di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah.
Suardi Darma Putra mengatakan, diserahkan bibit ikan nila dengan harapan kesejahteraan ekonomi masyarakat bisa ditingkatkan. “Selain itu harapan kami, masyarakat bisa memanfaatkan lahan-lahan kosong yang bisa digunakan seperti membuatkan kolam ikan, pertanian dan perkebunan,”ujar Suardi Darma Putra.
Dikatakan Suardi, PPP mendorong kader untuk memberikan bantuan bibit Ikan. Program ini juga menjadi apresiasi bagi para petani untuk menjaga ketahanan pangan, memberikan pemasukan keuangan bagi masyarakat, memanfaatkan lahan kosong dan juga dapat memenuhi kebutuhan pangan.
Pada kegiatan budidaya ikan umumnya dilakukan dengan membuat kolam berupa beton/tanah, dan kolam terpal/ plastik. Para petani harus diberi apresiasi atas kontribusinya selama ini dalam menjaga stok pangan khususnya ikan.
“Kolam ini bermanfaat sekali dengan beberapa ekor ikan kita masukan, nantinya hasil panen ikan segar ini bisa dijual di pasar. Apalagi Kelurahan Balai Gadang Kecamatan Koto Tangah ini mempunyai pasar,”sebutnya.
Apalagi saat ini untuk bahan makanan ikan dari pelet itu harga agak mahal, bisa atasi dengan menggantinya dengan jenis tumbuhan yang mudah kita dapatkan dan tidak begitu mahal harganya.
“Sebagai bentuk perhatian dan terima kasih atas kerja keras para petani menjaga ketahanan pangan. Kami kader dari PPP berbagi dan menyerahkan bantuan bibit ikan di Kelurahan Balai Gadang, bagi masyarakat yang membutuhkan bibit ikan bisa menghubungi kami, kepada masyarakat silahkan siapkan kolam-kolamnya,” kata Suardi Darma Putra.
Suardi mengatakan telah berkeliling di Koto Tangah untuk bertemu dan berdialog langsung dengan masyarakat. PPP terus memberikan perhatian dan perlindungan agar para petani semakin sejahtera.
Dalam masa sosialisasi pemilu 2024, kita buat masyarakat Koto Tangah senang. Selain bibit ikan nila juga kita menyediakan bibit jeruk lemon.
Selama ini masyarakat kita masih ada yang membeli bibit. Sebetulnya setiap masyarakat kita harus bisa membuat bibit sendiri. Hal ini tidaklah sulit dengan memisahkan anak ikan yang baru lahir itu ke tempat kolam berikutnya, dalam arti kata anak yang baru lahir itu dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan oleh ikan itu sendiri.
“Begitu pula untuk makanan ikan ini contonya ikan nila ini senang pula dengan makan sayur kangkung yang sering kita namakan lan lidi dan itu bisa kita kembangkan di sekitar kolam,” tuturnya. (ped)






