PARIWARA

Berkolaborasi Turunkan Stunting di Labuah Panjang, PT Semen Padang -IIP BUMN Sumbar Salurkan PMT dan Air Bersih

0
×

Berkolaborasi Turunkan Stunting di Labuah Panjang, PT Semen Padang -IIP BUMN Sumbar Salurkan PMT dan Air Bersih

Sebarkan artikel ini
BANTUAN PMT— Ketua IIP BUMN Sumbar Prof. dr. Rizanda Machmud, M. kes menyerahkan bantuan PMT untuk Baduta Stunting dan ibu hamil di Nagari Labuah Panjang, Kecamatan X Koto, Kabupaten Solok, kepada Kepala Dinas PPKBP3A Kabupaten Solok dr. Marketing Marwazi.

SOLOK, METRO–PT Semen Padang bersama Ikatan Istri Pimpinan (IIP) BUMN Wilayah Sumbar dan Forum Komunikasi Istri Karyawan Semen Padang (FKIK-SP), menyalurkan bantuan Program Makanan Tambahan (PMT) untuk balita stunting dan ibu hamil di Nagari Labuah Panjang, Kecamatan X Ko­to, Kabupaten Solok, Sumbar, Jumat (29/9).

Bantuan PMT itu diserahkan Ketua IIP BUMN Wilayah Sumbar, Prof. Dr. dr. Rizanda Machmud, M.Kes kepada perwakilan orangtua balita stunting di Aula SDN 21 Labuah Panjang. Selain PMT, pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan penyediaan sarana air bersih sebagai Aksi Percepatan Pe­nurunan Angka Stunting melalui Program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS). Penyerahan kedua bantuan itu, disaksikan Kepala BKKBN Perwakilan Sumbar Fatmawati, Ketua TP PKK Kabupaten Solok Hj Emiko Epyardi Asda, Penasehat FKIK-SP Ny Ines Oktoweri, dan Ketua Umum FKIK-SP Ny Fery Sarvino.

Prof. Dr. dr. Rizanda Machmud, mengatakan, bantuan PMT ini bersumber dari IIP BUMN Sumbar sebesar Rp20 juta dan dari FKIK-SP sebesar Rp32,5 juta. Bantuan ini diberikan bertujuan untuk percepatan penurunan stunting (PPS), dan juga sebagai bentuk dukungan terhadap program unggulan dari Presiden Jokowi. “Bantuan PMT ini diberikan selama 6 bulan. Selama pemberian PMT, kami pun akan pantau dan evaluasi hasilnya. Begitu juga dengan bantuan penyediaan sarana air bersih yang diharapkan dapat mencegah kelahiran anak stunting. Sebab, tidak akan pernah turun angka stunting kalau sanitasi dan air bersih tidak dibereskan,” katanya.

Dipilihnya Nagari Labuah Panjang sebagai tempat untuk menyukseskan program Presiden Jokowi, istri Dirut PT Semen Padang Asri Mukhtar itu menyampaikan bahwa di Nagari Labuah Panjang ini, persentase angka stuntingnya tinggi. Oleh sebab itu, perlu kolaborasi bersama. Karena, untuk penanganan stunting ini harus dilakukan secara serentak dan komprehensif.

Kepala BKKBN Perwakilan Sumbar Fatmawati mengapresiasi PT Semen Padang, IIP BUMN Sumbar dan FKIK-SP. Karena, pemberian bantuan ini adalah bagian dari upaya untuk mengidentifikasi kasus stun­ting di Kabupaten Solok, khu­susnya di Labuah Panjang. Apalagi, Labuah Panjang sendiri lokasinya berada di atas perbukitan yang tentunya minim sumber air bersih.  “Pemberian PMT dan pe­nyediaan air bersih ini adalah bantuan yang sangat prioritas nasional dalam pencegahan maupun penurunan angka stunting,” katanya.

Menurutnya, bantuan ini merupakan salah satu bentuk upaya maksimal dari salah satu unsur mitra kerja dari Pemkab Solok. Apalagi dalam Perpres No72 tahun 2021, juga dijelaskan bahwa dalam penanaganan kasus stunting sangat diharapkan pendekatan dari mitra kerja.  Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan SDM Kabupaten Solok Muliadi Marcos yang hadir mewakili Bupati Solok Epyardi Asda menyampaikan bahwa stunting adalah tumbuh kembang anak yang tidak wajar perkembangannya yang disebabkan oleh kekurangan gizi sehingga berdampak kepada rendahnya IQ anak. Dan, bantuan PMT dan penyediaan air bersih ini sangat sejakan dengan Indonesia Emas 2045.

“Diharapkan pada 2045 nanti, baduta stunting ini bisa keluar dari berbagai persoalan. Makanya, PMT dan penyediaan air bersih di Labuah Panjang ini sangat besar manfaatnya, apalagi di masa bonus demografi seka­rang ini. Saya mewakili Bupati Solok, mengucapkan terima kasih kepada Semen Padang, IIP BUMN Sumbar dan FKIK-SP yang telah pe­duli pada angka stunting di Labuah Panjang,” katanya.

Kepala Dinas PPKBP3A Kabupaten Solok dr. Maryeti Marwazi juga mengap­resiasi PT Semen Padang, IIP BUMN Sumbar dan FKIK-SP yang telah peduli terhadap angka stunting di Labuah Panjang. Apalagi, bantuan tersebut diberikan secara komprehensif berupa PMT selama 6 bulan untuk 14 Baduta (Sebutan Anak di Bawah 2 Tahun) stunting dan 3 orang ibu hamil, serta bantuan penyediaan air bersih. “Terima kasih Semen Padang, IIP BUMN Sumbar dan FKIK-SP yang peduli terhadap baduta stunting dan ibu hamil yang beresiko melahirkan anak stunting,” katanya.

Pada kesempatan itu, Maryeti juga menyampaikan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) di Kabupaten Solok. Kata dia, angka prevalensi stunting di Kabupaten Solok Tahun 2022 mengalami penuru­nan yang signifikan, yaitu 15,9 persen dari 40,41 persen. Dan, penurunan yang signifikan ini tidak terlepas dari pemangku kebijakan dan juga mitra kerja sebagai BAAS. Untuk itu, pihaknya menyampaikan dengan adanya kepedulian dari Semen Padang, IIP BUMN Sumbar, dan FKIK-SP, maka diharapkan pada tahun 2024 mendatang di Kabupaten Solok, khususnya di Nagari Labuah Panjang, angka stunting dapat turun lebih signifikan lagi. “Kalau bisa, angka stunting di Labuah Panjang ini menjadi nol,” ujarnya.

Wali Nagari Labuah Panjang Marlison mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang, serta IIP BUMN Sumbar dan FKIK-SP yang peduli terhadap baduta stunting dan ibu hamil berpotensi melahirkan anak stunting, termasuk kepe­dulian terhadap kebutuhan air bersih di Labuah Panjang. “Sudah 2 tahun kami kekurangan air bersih dan tentunya, bantuan ini sangat besar bermanfaatnya buat warga kami,” katanya.  Sementara itu, warga Labuah Panjang bernama Murnawilis (40) mengaku bersyukur bisa menerima bantuan PMT dari IIP BUMN Sumbar dan FKIK-SP. Karena, bantuan PMT ini sangat diharapkan untuk memenuhi kebutuhan gizi anaknya yang sekarang ini masih berusia 8 bulan. Padahal untuk anak normal, usia 8 bulan itu berkisar 6,3 kg sampai 10 kg. (ren/rel)