Peringatan hari jadi Provinsi Sumatera Barat ke 78 dilaksanakan dengan penuh kegembiraan. Bahkan semarak perayaannya sudah mulai terasa sejak pelaksanaanya dimulai awal bulan September.
Tepat, Minggu I Oktober 2023 merupakan hari Provinsi Sumatera Barat.Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Provinsi Sumatera Barat pun menggelar rapat Paripurna Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat ke-78 dan dipimpin Ketua DPRD Sumbar, Supardi.
Banyak Tokoh Sumatera Barat yang hadir. Mulai dari anggota DPR-RI, DPD-RI yang Daerah Pemilihan Sumatera Barat, Gubernur, Wakil Gubernur, Ketua DPRD Provinsi Tetangga, Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Mantan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Pimpinan Instansi Vertikal, Pimpinan BUMN, Pimpinan BUMD, Rektor Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, Bupati/Walikota, Ketua DPRD Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat, Ketua MUI, Ketua LKAAM, Tokoh-Tokoh masyarakat lainnya yang berkesempatan mengikuti Sidang Rapat Paripurna yang sangat istimewa ini. Tak luput juga Prof. Dr. Djohermansyah Djohan, MA yang ikut memberikan sambutan. Beliau adalah seorang pengajar, mantan birokrat dan pakar otonomi daerah Indonesia. Ia menjabat sebagai Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Otda Kemdagri) di tahun 2010.
Ketua DPRD Sumbar, Supardi dalam sambutannya menyampaikan, sejak awal bulan September perayaan ini sudah mulai terasa. Hal ini terlihat dari rangkaian kegiatan peringatan hari jadi Provinsi Sumatera Barat yang dilaksanakan di berbagai kab/kota di Sumatera Barat, seperti kegiatan Minangkabau Bersepeda Salingka Danau Singkarak dan Penggunaan Baju Kuruang Basiba di berbagai OPD. Tidak lupa juga di Provinsi Sumatera Barat sendiri yang sudah memulai perayaan hari jadi Sumatera Barat semenjak tanggal 19 September 2023 kemarin yang ditandai pemasangan baliho dan umbul-umbul di sepanjang jalan utama.
“Tema yang kita usung pada hari jadi kali ini “Sumbar Terus Maju menuju Sejahtera “, dengan harapan tema ini dapat memotivasi kita bekerja dan mengabdi lebih baik lagi untuk kemajuan pembangunan daerah yang kita cintai ini,” Ungkap Supardi usai membuka Rapat Paripurna secara Resmi.
Disampaikan Supardi, 1 Oktober 1945, merupakan Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat sebagai kesatuan masyarakat dan daerah dalam kerangka NKRI. Penetapan tanggal 1 Oktober 1945, tentu tidak mengurangi makna dan eksistensi daerah Sumatera Barat yang telah ada jauh sebelum penetapan Hari Jadi tersebut.
Sejarah perjalanan panjang provinsi Sumatera Barat,baik sebelum maupun setelah ditetapkan Hari Jadi Sumatera Barat pada tanggal 1 Oktober 1945, telah membawa daerah pada kondisi yang mengalami pasang surut. Banyak kemajuan-kemajuan yang telah dicapai dalam peradaban kehidupan masyarakat Sumatera Barat,namun tentu saja masih banyak kekurangan-kekurangan yang perlu dibenahi bersama.
Ketua DPRD juga menyampaikan akan melaksanakan launching 5 inovasi baru DPRD Sumbar, antara lain, Podcast Asik DPRD Sumbar, Buntal Asik, Agenda Asik, dan penandatangan Kerjasama DPRD Sumbar dengan Perpusnas (e-Library) serta Bintang DPRD Sumbar. Yang akan dilanjutkan dengan penandatangan Kesepahaman Bersama Antara DPRD Provinsi Sumatera Barat dengan Perpustakaan Nasional RI.
“Inovasi baru ini merupakan upaya meningkatkan pelayanan kesekretariatan DPRD Sumbar dalam mewujudkan DPRD Sumbar yang tidak saja hanya menyiapkan legislasi bagi masyarakat namun juga sebagai sarana mewujudkan edukasi literasi kepada semua orang sehingga DPRD Sumbar dapat ikut serta memberikan dukungan dan dorong untuk melahirkan orang-orang cerdas,” terang Supardi.
Juga akan diserahkan berbagai penghargaan diantaranya Penilaian Kerapatan Adat Nagari Terbaik Tahun 2023, Penghargaan Kader Posyandu Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2023 dan Tokoh Anak Inspiratif.
Pelaksanaan Stand pameran Braja Sakti yang merupakan kerjasama SMK 2, SMK 4 dan SMK 8 Padang yang disponsori oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Penampilan SMA 1 Payakumbuh sebagai Pemenang Lomba Lagu Mars Sumatera Barat yang dilaksanakan oleh Jaringan Pimpinan Redaksi Sumbar serta diiringi dengan puisi hari jadi.
Pelepasan Beras Murah yang disponsori oleh Bulog bersama Dinas pangan Provinsi Sumbar dalam rangka menyediakan kebutuhan beras masyarakat dengan harga terjangkau.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah juga memberikan sambutan. Dia menyampaikan, atas kolaborasi bersama dengan seluruh pihak dalam merealisasikan visi daerah “Menjadi Provinsi Terkemuka Berbasis Sumber Daya Manusia yang Agamis pada Tahun 2025” kinerja Pemprov Sumbar berhasil mendapatkan respon positif dan segudang perhargaan dari Pemerintah Pusat.
“Di Hari Jadi Sumbar ke-78 ini, izinkan kami menyampaikan sejumlah keberhasilan Pemprov yang mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah Pusat, baik Presiden langsung maupun dari kementerian/lembaga,” katanya
Mahyeldi Ansharullah merinci beberapa dari penghargaan tersebut diantaranya, penghargaan atas capaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke-11 kali secara berturut-turut. Ini merupakan bukti akan baiknya pengelolaan keuangan pemerintah daerah.
Kemudian ia juga menyebut, pada tahun ini Gubernur dan Wakil Gubernur secara bersamaan juga menerima penghargaan Satyalancana Pembangunan dan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI. Hal tersebut juga merupakan bukti kesungguhan Pemprov Sumbar dalam bidang pertanian.
Selain itu, Pemprov Sumbar juga mendapat peringkat 3 Nasional dalam Penerapan Standar Pelayanan Minimal Award (SPM Award) dari Menteri Dalam Negeri RI sebagai bukti keberpihakan pihaknya kepada masyarakat miskin dan sekaligus wujud optimalisasi pemerataan pelayanan dasar di Sumbar.
Provinsi Sumatera Barat kemudian juga telah berhasil mendapatkan penghargaan Innovative Government Award (IGA) dari Menteri Dalam Negeri RI sebagai bukti tingginya komitmen Pemprov Sumbar dalam melahirkan berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas pelayanan terhadap masyarakat.
Keseriusan Gubernur dan Wakil Gubernur dalam memastikan dan menjaga keselamatan tenaga kerja selama bekerja di Sumbar, juga diganjar penghargaan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI sebagai Kepala Daerah Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terbaik Tahun 2023.
Penghargaan Bintang Adidaya Jagadita dari Menteri Perindustrian RI yang merupakan penghargaan tertinggi bidang Koperasi juga berhasil diraih berkat keseriusan Pemprov Sumbar dalam melaksanakan pemberdayaan koperasi.
Ada pula penghargaan Lencana Satya Utama Inovasi Desa yang diberikan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, atas keberhasilan Pemprov Sumbar dalam pembinaan pemberdayaan masyarakat desa dalam menggunakan teknologi tepat guna sehingga bermanfaat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Pemprov Sumbar juga berhasil meraih anugerah KPAI 2023 dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, atas kontribusi Pemprov Sumbar dalam hal pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Tidak berakhir di situ, Pemprov Sumbar kembali mendapatkan penghargaan Nirwasita Tantra 2022 dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan adalah bukti Pemprov Sumbar dinilai telah merumuskan dan menerapkan kebijakan dan program kerja sesuai dengan prinsip
metodologi pembangunan berkelanjutan guna memperbaiki kualitas lingkungan.
Penghargaan atas Penindakan dan Penegakan Hukum Terhadap Sindikasi Kejahatan Terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari BP2MI juga membuktikan bahwa Sumbar telah berupaya melindungi PMI khususnya yang berasal dari Sumbar.
Mahyeldi Ansharullah juga mengatakan dalam setiap penghargaan itu, Pemprov Sumbar tidak berjalan sendiri. Ada kolaborasi dan kerjasama yang terjalin apik dengan DPRD, Kabupaten dan Kota, Instansi Vertikal, BUMN/BUMD, bahkan pengusaha, dan berbagai komponen masyarakat, telah bahu-membahu membangun Sumatera Barat.
“Demikian banyak hasil yang telah diraih, tetapi kita tidak boleh sudah merasa puas, karena pembangunan adalah proses yang berlangsung terus-menerus. Tidak akan pernah berhenti pada satu titik. Proses pembangunan akan selalu bergerak sesuai dengan harapan dan kebutuhan manusia yang juga selalu berkembang, “ kata Gubernur.
Mahyeldi Ansharullah mengajak semua pihak untuk terus berkontribusi dan berkolaborasi guna menjadikan Sumbar Provinsi yang maju, sejahtera, unggul dan berkelanjutan.
Gubernur juga mengingatkan bahwa tahun depan merupakan tahun penyelenggaraan pesta demokrasi. Penentu masa depan negara, tidak terkecuali daerah Sumatera Barat. Seluruh masyarakat harus menggunakan hak pilihnya sesuai asas Pemilu yakni LUBER (Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia).
“Kita menyadari menjelang hari pemungutan suara pemilihan legislatif dan pemilihan presiden pada Rabu 14 Februari 2024, konstelasi politik akan bergulir. Khusus untuk pemilihan presiden, ini akan menyedot perhatian seluruh warga masyarakat. Kita khawatir, akan ada lagi perilaku kampanye negatif adu domba,” Ulasnya.
“Kita berharap Sumatera Barat terus terjaga dari segala bentuk isu dan konflik SARA. Jangan sampai pada saat kita berpesta yang seyogyanya bergembira, dikarenakan perbedaan pilihan memicu terjadinya peristiwa-peristiwa yang dapat merusak keharmonisan,” pungkasnya.(**)






