AGAM/BUKITTINGGI

Pemko Minta Inovasi Pedagang Tingkatkan Jual Beli

0
×

Pemko Minta Inovasi Pedagang Tingkatkan Jual Beli

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI— Pasar Ateh Bukittinggi

BUKITTINGGI, METRO–Pemerintah Kota Bu­kittinggi, berupaya meningkatkan laju ekonomi daerah setempat dengan pengembangan lokasi ber­jualan dan tata kota, selain itu pedagang juga diminta melahirkan inovasi baru demi peningkatan jual beli.

“Inovasi sangat diperlukan untuk menarik kunjungan dan jual beli, saya melihat beberapa toko di Pasa Ateh sudah melakukannya seperti memberi layanan promosi menarik dan kenyamanan bagi wisatawan, ini penting,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pemkot Bukittinggi, Wah­yu Bestari, Sabtu (30/9).

Ia mengatakan strategi berjualan melalui jaringan internet (online) turut mempengaruhi ketertarikan pembeli yang saat ini sudah dimanjakan dengan banyaknya layanan pasar internet (e-commerce).

Baca Juga  Personel Minim, Kasatlantas Bukittinggi Minta Tambahan Anggota untuk Atasi Kemacetan

“Setelah era pandemi, kebiasaan bertransaksi digital masih terpakai, bahkan ada e-commerce yang menjadi raksasa dan permanen, itu terlihat di berbagai medsos yang mudah dijangkau,” kata dia.

Menurutnya, ragam pemasaran di Kota Bukittinggi secara nyata yang ada masih tersedia meski tetap saja bisa didapatkan melalui transaksi digital.

“Yang masih bertahan offline hanya produk ke­khasan lokal, dan produk limited edition atau premium, kita di Bukittinggi memiliki potensi itu, hanya perlu strategi baru, namun kebutuhan ini bisa dibeli melalui kurir dan jual beli online, maka mau tidak mau pedagang harus selalu update,” katanya.

Ia mengungkap beberapa tantangan pemasaran di Bukittinggi di masa depan yang harus segera diantisipasi dengan inovasi dan kreativitas seluruh pihak.

Baca Juga  Wabup Agam Ikuti Peringatan Harganas Virtual, ”Keluarga Keren, Cegah Stunting”

“Pembukaan Tol Pa­dang ke Riau di 2025 ini akan mengurangi kecendrungan untuk singgah, mereka direct langsung, kecuali memang ada perencanaan pasti ke Bukittinggi,” kata Wahyu.

Pembangunan infrastruktur di kota dan kabupaten lain di Sumbar ikut menjadi pesaing kunju­ngan wisatawan ke Bukittinggi.

“Contoh terdekat a­dalah Payakumbuh, anak muda kita sudah mulai beranjak berkunjung ha­nya untuk berbelanja ke sana, dari survey kami angka kunjungan bus pa­riwisata di akhir pekan Bukittinggi kalah dengan daerah Limapuluh Ko­ta,” pungkas Wahyu. (pry)