METRO SUMBAR

Kompol H Syafrizen, SH Datuk Rang Batuah Sampaikan Ceramah Maulid Nabi, Ninik Mamak, Alim Ulama dan Cadiak Pandai Bina Kaum dengan mPahami Al Quran dan Hadis Sunnah

0
×

Kompol H Syafrizen, SH Datuk Rang Batuah Sampaikan Ceramah Maulid Nabi, Ninik Mamak, Alim Ulama dan Cadiak Pandai Bina Kaum dengan mPahami Al Quran dan Hadis Sunnah

Sebarkan artikel ini
CERAMAH—Kabagren Polres Solok Selatan Kompol H Syafrizen, SH Datuk Rang Batuah saat berikan ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Huda Lubuk Gadang Sangir Padang Aro, Solok Selatan, Rabu (27/9).

PADANG ARO, METRO–Kabagren Polres Solok Selatan Kompol H Syafrizen, SH Datuk Rang Batuah H  berikan ceramah peri­ngatan Maulid Nabi Muhamaad SAW, Rabu (27/9). Bertempat di Masjid Nurul Huda Lubuk Gadang  Sangir Padang Aro Solok Selatan, kegiatan ini dihadiri oleh puluhan jamaah. Da­lam ceramahnya Syafrizen me­ngambil judul  Ninik mamak, Alim Ulama dan Cadiak Pandai Minangkabau membina kaumnya dengan memahami Al Quran dan Hadis Sunnah  Nabi Muhammad Rasulul­lah SAW.

Bulan Rabiul Awal a­dalah bulan yang sangat bersejarah dalam kehidupan manusia, karena pada tanggal 12 Rabiul Awal ta­hun Gajah, telah dilahirkan seorang pemimpin umat manusia yang merupakan rahmat bagi alam semesta. Beliau adalah junjungan kita yakni Nabi Besar Muhammad SAW. “Melalui beliau Allah SWT menunjukkan manusia menuju alam yang penuh dengan cahaya keimanan dan ke­takwaan kepada Allah SWT,” sebut Kabagren Polres Solok Selatan Syafrizen dalam ceramahnya kemarin..

Dikatakan,  pada bulan Rabiul Awal ini marilah kita jadikan sebagai sarana dan media untuk mengumpulkan kaum muslimin di mas­jid-masjid, majelis taklim dan tempat-tempat lainnya dengan tujuan menanamkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW. Allah telah mensejajarkan dan me­nempatkan secara bersama-sama antara ketaatan kita kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya. Nabi SAW, lebih utama dari kita, sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Ahzab a­yat 6. “Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri me­reka sendiri.  Karena itu, kita harus cepat-cepat menyatakan loyal kepada Rasulullah SAW. dan mencintainya, melebihi besar­nya cinta kepada diri kita sendiri. Beliaulah yang memberikan petunjuk kepada kita akan kebenaran, sementara kita selalu cenderung untuk mengikuti hawa nafsu, sedangkan hawa nafsu itu selalu me­ngajak kita kepada kejahatan.

Baca Juga  Pemkab Salurkan Bantuan, Korban Tsunami Lampung

Dengan demikian, su­dah menjadi keharusan bagi kita untuk mendahulukan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya di dalam hati, lebih dari siapa atau apa yang dicintai. “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah,” kata­nya.

Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sebutnya, adalah Nabi terakhir yang memiliki ba­nyak keistimewaan. Satu di antara keistimewaan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam adalah akhlak beliau yang sangat mulia. Kemuliaan akhlak ini beliau ajarkan kepada para sahabat, keluarga, dan umat Islam di seluruh dunia sehingga kita harus berprilaku menjadi muslim yang baik agar kita membawa citra Islam yang Rahmatan Lil Alamin.

Kemuliaan akhlak Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam menda­pat apresiasi dan pujian dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al-Qur’an.  “Dan sesungguhnya eng­kau benar-benar, berbudi pekerti yang luhur.(yg A­gung/berakhlak mulia),” ujar Syafrizen.

Dalam perjalanan dakwah, beliau mengalami banyak hinaan, cemoohan, dan penolakan dari umatnya yang membangkang. Namun, nyatanya, beliau selalu memaafkan mereka. Melihat Nabi Muhammad Shallallahu Alahi Wasallam yang mulia se­ring mendapat cemoohan dan hinaan dari kaumnya, Malaikat Jibril menawarkan bantuan untuk menghancurkan mereka hingga binasa.

Baca Juga  Payakumbuh Juara Sincan Cup I

Namun, dengan lemah lembut dan penuh kesabaran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam menolak tawaran Jibril itu. Beliau mengatakan mereka hanya umat yang belum tahu. Hal ini menunjukkan kemuliaan dan keluasan hati Nabi Muhammad Sha­llallahu Alaihi Wasallam yang mulia yang mudah memaafkan orang lain. “Dari kisah ini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa manusia itu jadi mulia bukan karena harta yang mereka miliki, bukan karena jabatan yang mereka miliki, bukan pula karena rupa cantik atau ganteng, tetapi mereka mulia karena kemuliaan akhlak. Anak yang mulia, ibarat mata uang yang laku di mana pun,” tuturnya.

Rasulullah sebagai seorang suami yang teladan, sebagai ayah teladan, sebagai guru teladan, sebagai tokoh teladan, sebagai ahli strategi teladan, sebagai ahli ekonomi teladan, sebagai pejuang hak-hak asasi manusia teladan, dan sebagai kepala negara yang teladan. Allah menyebutkan bahwa Dia adalah Rasul Allah, pilihan di antara banyak rasul sebelumnya. Bahkan, keha­diran Muhammad adalah rahmat bagi alam semesta. “Dan Kami tidak me­ngutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.” Ucap Syafrizen.   Dengan demikian, keteladanan Muhammad SAW. adalah sesuatu yang utama bagi setiap umat. Mudah-mudahan, dengan mengikuti keteladanan beliau, kita mampu mereformasi sistem dan tatanan yang ada, ke arah yang le­bih baik dan tujuan yang mulia, yakni terciptanya negeri yang baldatun thay­yibatun wa rabbun ghafuur (makmur dan penuh ampunan Tuhan). (ped)