SOLOK, METRO–Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Solok melakukan Pembinaan Gizi 1000 HPK. Selain itu juga melakukan peningkatan mutu PMT untuk pencegahan stunting. Kegiatan itu diikuti oleh kader Posyandu dan kader PKK dari Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Solok.
Ketua Bidang IV Kesehatan Keluarga dan Lingkungan Hj. Ely Umar Rivai menyampaikan, stunting dapat terjadi sebagai akibat kekurangan gizi terutama pada 1000 hari pertama kehidupan.
“Salah satu cara untuk pencegahan stunting adalah pemenuhan gizi dan pelayanan kesehatan kepada ibu hamil, Oleh karena itu stunting harus di cegah sejak dini,” ujar Hj Ely Umar Rivai.
Dalam penanggulangan stunting, sebut Ely Umar Rivai, PKK berperan sebagi agen perubahan untuk melaksanakan pemberdayaan masyarakat agar tujuan pembangunan kesehatan dapat tercapai. “Tentu dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentanf issue stunting, meningkatkan pola hidup sehat, mampu secara bersama sama menangani kasus stunting dengan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat,” terang Ely.
Narasumber yang dihadirkan, Irma Ratna Armaida, selaku Seksi Gizi Masyarakat dari Dinas Kesehatan Kota Solok menyampikan materi Menu dengan Gizi Seimbang pada 1000 HPK guna mencegah stunting.
Menurutnya, 1 dari 5 anak Indonesia mengalami stunting (21,6 persen berdasarkan SSGI 2022). Meskipun sudah mengalami penurunan dari angka 24,4 persen di tahun 2021, namun pemerintah menargetkan persentase stunting dapat turun menjadi 14 persen di tahun 2024.
“Hasil Riset Kesehatan tahun 2018 bahwa 11,2 persen Stunting terjadi dalam Kandungan (Kekurangan Nutrisi saat ibu hamil, kelainan bawaan, Prematur, BBLR-KMK/ Kecil masa Kehamilan), 60,6 persen antara lahir sampai usia 2 tahun, “ paparnya. (vko)






