PURUS, METRO–Meski pedagang kaki lima (PKL) Pantai Padang sudah dibagi space yang bakal digunakan sebagai tempat berdagang yang baru sebagai tempat relokasi seluas 3x3m perorang, namun masih ada pedagang yang menolak pembagian tempat tersebut. Pembagian dinilai tak adil karena saat itu sebagian pedagang ada yang melakukan aksi demonstrasi.
“Ternyata petugas dari Dinas Pariwisata sudah membagikan tempat kepada 28 pedagang, sebagian dari kami waktu pembagian itu banyak yang ikut demo. Jadi kami tidak tahu bahwa pemilihan tempat untuk PKL sudah dilaksanakan,” kata salah seorang PKL, Mar, saat dikonfirmasi POSMETRO, Sabtu (23/9).
Menurut Mar, orang-orang yang saat itu berada di lokasi relokasi di parkiran bawah jembatan yang tidak ikut demo pada Jumat (22/9) lalu itu, otomatis akan memilih tempat yang bagus dan strategis untuk berdagang, dan mereka yang baru datang tentu belum tahu.
Sementara, katanya melanjutkan, dia mengusulkan untuk sistem pembagian tempat untuk para PKL dengan cabut lot. Sehingga siapa dan mendapat tempat di mana tidak ada yang disetting atau berdasarkan kemauannya sendiri.
Selain itu, dia juga mengatakan sebenarnya dia tidak menerima untuk dipindahkan ke sana, dengan alasan tempat yang akan di pakai untuk berdagang itu terlalu kecil dan orang-orang yang sudah lama berjualan tentu tidak terima dengan kedatangan pedagang baru.
Sementara, Dinas Pariwisata Kota Padang, yang saat dilokasi ditangani Kepala Bidang Destinasi dan Daya Tarik Pariwisata, Diko Riva Utama, menyebut, akan merembukkan kembali bagaimana teknis yang bagus bersama pimpinan dan perwakilan pedagang.
“Tadi pak kadis juga sudah sampai kepada para pedagang, untuk teknis yang lebih baik kita akan bahas, kita akan rapatkan lagi. Tapi kondisi saat ini yang weekend dan ramai pengunjung, silahkan manfaatkan tempat yang telah kita tentukan,” ungkap Diko Riva Utama.
“Secara teknis, kami akan memanggil satu perwakilan masing-masing pedagang untuk berdiskusi bagaimana teknisnya. Sebagaimana yang telah disampaikan kepada para pedagang tentang hal ini,” sambungnya.
Dengan melihat banyaknya pedagang yang mulai pindah dan berjualan di samping panggung Pantai Purus itu, menurutnya, PKL sudah menerima untuk direlokasi disana.
“Memang beberapa dari pedagang masih ada yang menolak, tapi sebagian besar kita lihat sudah mulai beraktivitas artinya mereka sudah menerima, tinggal kita lakukan penataan-penataan agar lebih tertib lagi dan tidak ada lagi gesekan baik diantara mereka maupun petugas,” pungkasnya.
Menurutnya, Pemko tidak menargetkan untuk kapan Pasar Kuliner itu dapat difungsikan sebagaimana mestinya. Karena, tinggal menunggu pedagang itu sendiri kapan mereka pindah dan berjualan di sana.
Meski sekarang tempat relokasi PKL itu dipenuhi oleh kendaraan yang parkir, untuk kedepan, ungkapnya, dia akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk membantu mengatur itu. Selain itu dia juga menghimbau kepada pengunjung agar mencari alternatif lain sebagai tempat parkir kendaraan.
Sebelumnya, Wali Kota Padang, Hendri Septa, mengatakan tidak ada solusi lain yang dapat di ambil dan dijadikan sebagai jalan tengah.
“Waktu itu mereka meminta ‘tolong bina kami’ ‘tolong relokasi kami’ kita kan sudah kasih solusi, tapi mereka tidak mau. Warga kota Padang 900 ribu mendukung kita,” ungkap wako.
Tetapi, lanjutnya, Pemko Padang akan tetap memperhatikan semua, warga kota Padang menginginkan pantai Padang itu bersih, indah, semuanya mendukung. “Tapi kita tidak melupakan juga warga kita yang mencari rezeki disana, kan sudah relokasi, cuma mereka yang belum mau,” lanjutnya.
“Saya mohonkan kepada ibu-bapak semua yang PKL, ikutlah kebijakan pemerintah. Karena pemerintah sudah memikirkan semua, dan alhamdulillah masyarakat Kota Padang mendukung penuh aksi yang kita lakukan ini, menata kembali pantai yang bersih dan indah,” harap Hendri Septa. (cr2)






