METRO PADANG

Ground Breaking Pasar Raya Fase VII, Andre Rosiade: Perjuangan Bersama

0
×

Ground Breaking Pasar Raya Fase VII, Andre Rosiade: Perjuangan Bersama

Sebarkan artikel ini
GROUND BREAKING FASE VII — Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosiade didampingi Wali Kota Padang, Hendri Septa dan lainnya saat ground breaking Pasar Raya Fase VII, Rabu (20/9).

PADANG, METRO–Anggota Komisi VI DPR RI asal Sumbar H Andre Rosiade mengikuti ground breaking pro­yek pembangunan Pasar Raya Padang Fase VII, Rabu (20/8) siang. Andre Rosiade bersama Komunitas Pedagang Pasar (KPP) dan Pemko Padang berjuang bersama-sama dalam mewujud­kan dibangunnya pasar yang tak layak pakai setelah dirusak gem­pa besar 2009 lalu.

Wali Kota Padang Hendri Septa menyebut Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sangat besar peranannya dalam pem­bangunan Kota Padang, ter­masuk pasar ini. “Peran Pak Andre Rosiade sangat be­sar, beliau yang memulai dari awal tahapan pem­bangunan Pasar Raya Pa­dang Fase VII ini,” kata­nya pada acara yang juga diha­diri Ketua KPP Padang Asril Manan, Sekretaris Irwan Sofyan, Ketua Keluarga Besar Pedagang Kaki Lima (KBPKL) Idman dan tokoh pedagang lainnya.

Hendri Septa menga­takan, Andre Rosiade sangat bersemangat dalam memperjuangkan pembangunan Pasar Raya Pa­dang Fase 7. “Terima kasih banyak Pak Andre Rosiade atas perjuangannya ini,” katanya yang hadir didam­pingi Wakil Wali Kota Ekos Albar, Sekda Andree Algamar dan undangan dari Forkopimda Padang yang lengkap hadir di lokasi.

Satu hal lain yang diapresiasi Hendri Septa, Andre Rosiade tidak melihat perbedaan pandangan politik menjadi penghalang ketika berbicara kepentingan masyarakat banyak. “Beliau tulus saja bekerja, tidak ada melihat warna partai atau apapun itu,” ucap Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Padang ini.

Andre Rosiade mengatakan, sebagai anggota DPR RI dia melihat perjuangan yang sangat panjang telah dilakukan bersama-sama. “Kita sama-sama tahu pasar ini hancur karena gempa besar 2009. Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih, pertama untuk Presiden Jo­kowi. Karena, Presiden sudah mengalokasikan ang­garan tahun 2023 dan 2024 untuk ini. Terima kasih, aspirasi kami dieksekusi oleh Presiden,” kata Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra ini.

Andre mengatakan, pembangunan ini menunjukkan pemerintah pusat tidak menganaktirikan Sumbar. “Jadi, kalau kita serius dan sungguh-sungguh, Pemda maupun Pemerintah Provinsi di Sumbar, insya Allah, pemerintah pusat akan komit mendukung. Saya ucapkan terima kasih juga kepada Men­teri, karena telah mengusulkan ke Presiden. Presiden memutuskan menganggarkan. Dan terima ka­sih kepada mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, karena beliau yang datang ke sini dan memberikan rek­o­men­­­­dasi teknis dari Ke­men­dag untuk diolah dan dieksekusi oleh Kementerian PUPR,” kata Andre.

Andre menyebut, pembangunan Pasar Fase VII berawal dari dirinya yang mendapatkan aspirasi dari KPP dan para pedagang. “Kami sebagai anggota DPR RI bersama teman anggota DPRD Kota Pa­dang bertemu dengan Dir­jen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag. Setelah itu, kami meyakinkan Men­dag waktu itu, Muhammad Lutfi untuk datang melakukan kunjungan kerja ke sini,” katanya.

M Lutfi yang melihat langsung dan menilai bahwa pasar ini butuh revitalisasi dan pembangunan kembali kemudian menge­rah­kan tim gabungan antara Kementerian PUPR dan­ Kemendag. Sehingga, keluar rekomendasi teknis dari Kemendag, rekomendasi teknis itu oleh Mendag diantar langsung dengan Andre Rosiade bertemu dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

“Dalam pertemuan itu Pak Basuki menyebutkan anggaran pemerintah terbatas, beliau menyampaikan uang habis. Saya meyakinkan beliau, tolong dibantu, pasar kami sejak 2009 sudah hancur berantakan, lalu semrawut, PKL di mana-mana. Kita kan ingin merapikan pasar ini supaya kembali indah dan sedap dipandang mata dan juga seluruh pihak berdagang dengan normal dan baik,” katanya.

Seiring berjalan waktu, aspirasi yang disampaikan diterima dan Presiden mem­­berikan lampu hijau agar Pasar Raya Padang Fase VII ini dibangun. “Itulah sekelumit rangkaian yang kami lakukan, Presiden menyetujui dan perintahkan eksekusi untuk me­ng­anggarkan, lalu dimulai proses tender di 2023 ini dan sudah dilakukan pembangunannya,” tutur­nya.

Andre Rosiade menyebut, pembangunan ini juga merupakan bukti kerja nya­ta kader Partai Gerindra. “Ini bukti nyata kerja nyata kader Gerindra. Sesuai amanah Pak Prabowo, semua kader Gerindra, baik di parlemen atau di eksekutif dan lainnya, ha­rus berperan dalam membangu masyarakat,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar itu.

360 Hari Kerja

Kepala Satker Pelaksana Prasarana Pemukiman Wilayah Sumbar, Rocky Adam menyebutkan, usulan pembangunan Pasar Fase VII dimulai tahun 2021. Setelah dilakukan review, per Maret 2023 dimulai tender dan dimenangkan oleh PT Adhi Persada Gedung (APG). Selanjutnya, pembangunan dimulai 5 Juli 2023 dan dijadwalkan selesai sekitar 360 hari atau 4 Juli 2024. Kontrak pembangunan di lahan sekitar 1.000 M2 itu bernilai Rp103,9 miliar.

“Terdiri 1 lantai semi basemen yang bisa menampung 855 los, lantai dua ada sekitar 228 pedagang, lantai tiga parkir motor dan mobil. Sekitar 1.143 pedagang bisa tertampung pada bangunan baru ini nantinya. Dengan acara ground breaking ini, tanda dimulainya koordinasi pem­bangunan pasar oleh semua pihak, semoga bisa berjalan dengan lancar,” katanya.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sum­bar, Kusworo Darpito me­wakili Dirjen Cipta Ka­rya, Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti mengatakan, momen pembangunan ini adalah kolaborasi semua pihak. Mulai dari pembangunan konstruksi sampai selesai.

“Pasar Raya Padang terdampak gempa besar 2009. Padahal, pasar ini memiliki peran yang penting dalam ekonomi Kota Padang dan Sumbar umumnya. Pembangunan dilakukan untuk mengembalikan fungsi pasar agar membantu perekonomian. Dengan pasar yang bersih dan rapi, tentu bisa menjadi ikon baru kota,” katanya.

Secara umum, katanya, bangunan dapat disebut empat lantai. Lantai satu semi basemen untuk pedagang, lantai dua untuk kios dan toko, lantai 3 parkir dan lantai empat atap. “Luas pasar ini sekitar 9.320 m2 dan bisa menampung 1.143 pedagang. Perencanaan gedung ini berprinsip gedung hijau senilai Rp103,9 miliar dengan sis­tem multiyears (tahun jamak) dengan dana APBN 2023-2024. Hari ini sudah dibangun fondasi atau progres 7 persen proyek,” katanya.

Dia meminta semua pihak mendukung agar pa­sar ini selesai tepat waktu dan dapat digunakan dengan baik. “Pemko Padang harus segera memastikan pedagang yang akan menempati kios dan menyiapkan lembaga yang mengatur. Agar bisa menjadikan pa­sar ini kembali bisa me­ng­gairahkan ekonomi ma­syarakat Kota Padang,” kata­nya. (*)