METRO SUMBAR

Tumpukan Tanah Dirapikan, Masyarakat Terbantu Bisa Berladang

0
×

Tumpukan Tanah Dirapikan, Masyarakat Terbantu Bisa Berladang

Sebarkan artikel ini
TURUNKAN ALAT BERAT— Satu unit alat berat ekskavator sedang membersihkan tumpukan tanah bekas galian yang terletak pada sisi pembangunan jalan tol.

PDG. PARIAMAN, METRO–Adanya tumpukan ta­nah bekas aktivitas penambangan yang ada di pinggir atau sisi jalan yang akan dijadikan jalan bebas hambatan atau jalan tol dari Padang-Sicincin, di Nagari Parit Malintang, Kecematanm Enam Ling­kun,  kini sudah tertata rapi. Rencananya oleh masya­rakat lahan itu dibuka untuk kawasan  ladang atau kebun.

Tak hanya itu warga juga berterimakasih kepada pihak pengelola yang sudah menata tanah yang berada di kedua sisi jalan pembangunan jalan tol.Hal ini agar terlihat rapi, setelah tanahnya yang utama telah diganti untung oleh pemerintah untuk pemba­ngunan jalan Tol Padang – Sicincin dan tidak mungkin dibiarkan tidak berbentuk.

Selain membuka lahan kebun, nantinya lokasi itu juga ditata rapi sedemikian rupa dengan taman dan rumput-rumput yang terawat agar tidak nampak berserak dan tidak beraturan. Bahkan akan menunjang perekonomian masya­rakat sekitar dari sebelumnya tanah yang tidak bisa digunakan untuk apa apa. Cun (53), salahseorang pemilik lahan yang sudah mendapat ganti untung dari pemerintah mengaku berterimkasih kepada pihak pengelola.

“Kami merasa berterimakasih lahan kami diratakan dan kalau tidak akan seperti itu saja semak belukar, tidak terurus dari dulu saya kecil, namun nanti nya sisa tanahnya kami akan kami gunakan untuk berkebun” ujar Cun, seorang pemilik lahan yang tanahnya sudah dimiliki sejak turun temurun, Rabu (20/9).

Baca Juga  1.000 KK Miskin Pasaman Terima BSPS

Dengan adanya pembangunan jalan tol, saat ini perekonomian masya­rakat di Padang Pariaman nampak menggeliat, banyak membantu dan membuka lapangan pekerjaan baru, mulai dari angkutan dimana masyarakat juga bisa menjadi supir membawa bahan bahan material ke perusahaan perusahaan yang berhubung dengan pembangunan tol. Maka harapannya tidak ada informasi yang menyudutkan aktivitas pembangu­nan jalan tol lagi. Bahkan kita sebagai warga negara mendukung apa saja bentuk pembangunan, tentu sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Semua masyarakat harus mendukung agar pembangunan tol Padang-Pekanbaru bisa segera selesai secepatnya sesuai dengan arahan Presiden dengan target 2024 bisa selesai pembangunan itu,” tuturnya.

Selain itu, aktivitas mobil keluar masuk yang dapat mempekerjakan warga di sekitar lokasi, termasuk dengan banyaknya berdiri warung kopi masyarakat. Kemudian pembayaran retribusi pajaknya semua selalu dibayarkan ke pemerintah daerah, sehingga menambah PAD bagi daerah yang tentunya juga berdampak pada kelanjutan pembangunan di Kabupa­ten Padang Pariaman agar lebih berjaya lagi.

Baca Juga  Jelang Lebaran, Kompol Albert Zai Serahkan Bantuan Sembako ke  Panti Asuhan

“Rugi kita masyarakat Sumbar jika pembangunan jalan tol terganggu atau batal, tentu saja nama baik Sumbar akan kelam. Soalnya di sekitar Sumatera, hampir masing masing daerah sudah membangun jalan tol,” sebutnya.

Banyak sekali manfaat pembangunan jalan ini. Jarak tempuh dengan pro­vinsi tetangga akan dekat, khususnya  mobilitas ang­kutan bahan kebutuhan pokok dari Sumbar dan ke wilayah lain akan semakin mudah dan cepat,” ungkap Pian, seorang yang me­ngaku pekerja di lokasi itu.

Hal senda juga disampaikan Rusman, warga pemilik tanahy yang sudah mendapatkan ganti untung dari pemerintah. Memang sebelumnya kami berha­rap tumpukan tanah bekas galian itu segera ditata.  “Alhamdulillah, kini sudah tertata dengan baiuk se­hingga kami bisa nantinya berusaha,” ucap Rusman.

Mawan, warga di lokasi yang kini menjadi sopir membawa material me­ngaku senang dirinya men­dapatkan pekerjaan. “Dulu saya menganggur, kini saya sudah bekerja,” akunya. (ped)