BERITA UTAMA

Bocah 8 Tahun Tewas Tertimpa Tembok saat Wudu, Roboh Gegara Ditabrak Motor Pelajar SMP, Pelaku Gaya-gayaan Stading malah Hilang Kendali

0
×

Bocah 8 Tahun Tewas Tertimpa Tembok saat Wudu, Roboh Gegara Ditabrak Motor Pelajar SMP, Pelaku Gaya-gayaan Stading malah Hilang Kendali

Sebarkan artikel ini
TEWAS— Lokasi tewasnya bocah yang tertimpa tembok saat berwudu di Masjid Raya Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah. Robohnya tembok itu gegara ditabrak motor pelajar SMP.

PADANG, METRO–Tragis. Seorang Nasib tragis dialami oleh bocah berusia delapan tahun yang merupakan murid Taman Pendidikan Alquran (TPQ) Masjid Raya Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Pasalnya, ia tewas tertimpa dinding yang runtuh saat mengambil wudu di masjid tersebut.

Parahnya, robohnya dinding tempat berwudu itu diakibatkan ulah seorang pelajar SMP yang melakukan freestyle motor gaya standing. Sepeda motor yang dikendarai pelajar SMP berinisial MHA (13) ini  hilang kendali hingga menabrak dinding.

Sementara korban Gian Septiawan Ardani yang berstatus pelajar kelas 2 SD ini berada di balik dinding yang saat itu sedang mengambil wudu langsung tertimpa dinding yang roboh. Sontak, suasana di sana seketika berubah menjadi kepanikan.

Warga setempat langsung berdatangan ke lokasi untuk menyingkirkan teruntuhan beton yang menimpa tubuh korban dan selanjutnya membawa korban ke Rumah Sakit Siti Rahma untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun karena kondisinya kritis, korban kemudian dirujuk ke RSUP M Djamil Padang hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Menurut, Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Padang, Iptu Arisman, insiden itu terjadi pada Senin (18/9) sekitar pukul 15.00 WIB.

“Benar telah terjadi laka lantas sepda motor Yamaha Mio Soprty BA 2837 AM Hilang kendali tabrak beton. Korban saat itu sedang ambil wudu bersama temannya. Korban ini murid mengaji atau TPQ di masjid itu,” kata Arisman, Selasa (19/9).

Arisman menyebutkan, dinding beton tersebut merupakan pembatasan parkiran di area masjid. Di balik dinding merupakan tempat wudu, posisi berada di bawah. Sepeda motor datang dari arah barat menuju arah timur atau datang dari arah Simpang Lori Lubuk Minturun menuju arah Pemandian Lori.

“Setiba di lokasi, sepeda motor ini belok kiri arah parkiran masjid, sesampai di TKP hilang kendali, ban motor depan terangkat menabrak beton pembatas parkiran. Beton rebah tertimpa anak yang sedang mengabil wudu di balik beton,” ujarnya.

Kasus ini masih ditangani Unit Penegakan Hukum Satlantas Polresta Padang. Arisman belum merinci bagaimana penyelesai kasus dan status pelajar SMP yang menabrak dinding beton.

“Sedang proses. Pengendara motor masih kita amankan untuk dimintai keterangan. Pemotor dipastikan anak di bawah umur dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM),” singkatnya.

Terekam CCTV

Detik-detik korban tertimpa dinding beton ini terekam CCTV hingga beredar di media sosial. Terlihat, korban yang memakai seragam mengaji berlari menuju tempat wudu. Di sana, sudah terdapat temannya.

Lalu korban mengambil wudu di temani rekanya. Di saat bersamaan, terdapat dua orang pelajar SMP berdiri dan telah memakirkan sepada motor Mio putih. Juga terdapat bapak-bapak bermain handphone di atas sepada motornya.

Tak lama berselang, datang dua orang pelajar lainnya dengan mengendarai sepeda motor Mio hitam. Saat sampai di parkiran masjid, pelajar yang berbonceng turun dari sepeda motor Mio hitam ini.

Namun, kemudian pengemudi sepeda motor hitam malah melakukan freestyle motor gaya standing hingga hilang kendali. Sepeda motor menabrak dinding beton, lalu korban tertimpa hingga dinyatakan tewas. Sedangkan rekannya selamat mengindar.

“Korban mengalami cidera kepala berat. Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Siti Rahma dan kemudian dirujuk ke RSUP M Djamil Padang. Meski korban sempat mendapatkan perawatan, tapi korban dinyatakan sudah meninggal dunia,” tutup Arisman. (cr2)