JAKARTA, METRO–Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah turut menghadiri Puncak Festival LIKE (Lingkungan–Iklim–Kehutanan–Energi EBT) di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Senin (18/9). Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga menerima Surat Keputusan (SK) Tanah Objek Reformasi Agraria (TORA) untuk Sumbar dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Dalam arahannya, Presiden Jokowi mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan dengan upaya rehabilitasi hutan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, aksi penanaman pohon menjadi sangat penting, termasuk bagi dunia pertambangan, yang diwajibkan untuk memperbaiki keadaan lahan setelah operasi tambang dilakukan.
“Saya meminta kita semua, terutama sekali para pegiat lingkungan, ketua adat, kelompok perhutanan sosial, dan para penyuluh, agar kita terus giatkan rehabilitasi hutan. Pemerintah harus bersama-sama dengan masyarakat. Para pegiat lingkungan, nanti kalau musim hujan datang, semua harus menanam pohon. Semua menanam pohon,” ucap Jokowi.
Selain itu, Jokowi juga mengingatkan, dunia saat ini tengah bertransisi menuju sistem ekonomi hijau sebagai respons atas perubahan iklim yang tengah terjadi. Oleh karena itu, hampir semua negara fokus pada daur ulang sampah, memproduksi kendaraan listrik, hingga fokus pada pemanfaatan bioetanol.
Di sela kegiatan tersebut, Mahyeldi mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI Joko Widodo dan Kementerian LHK yang telah menyerahkan SK TORA untuk masyarakat Sumbar seluas 10.100 Ha.
Kemudian Mahyeldi merinci, SK TORA yang diterimanya dari Presiden Jokowi tersebut akan didistribusikannya ke sejumlah daerah di Sumbar. Yakni, Kabupaten Pasaman; Pasaman Barat; Limapuluh kota; Sijunjung; Dharmasraya; Tanah Datar; Solok Selatan dan terakhir Kota Sawahlunto.
Lebih lanjut terkait dengan TORA, Mahyeldi mengaku, dirinya mendapat amanah khusus dari Presiden untuk melakukan pendampingan intensif, agar para penerima SK menjadi lebih baik dari segi kapasitas kelembagaan, tata kelola hutan, dan kesempatan berusaha.
Selain itu, mereka juga diharapkan bisa lebih efektif dalam manajemen usaha kelompok. Supaya tujuan pemerintah untuk menjadikan masyarakat Indonesia lebih produktif melalui Program TORA dapat tercapai.
Sebagai informasi, hingga September 2023 ini, secara nasional Perhutanan Sosial yang telah diterbitkan SK-nya oleh Pemerintah Pusat total luasnya berjumlah 6,37 juta Ha. Dengan rincian peruntukan sebanyak 1,29 juta Kepala Keluarga (KK) yang tergabung dalam 9.642 kelompok perhutanan di Indonesia.
Usai menerima SK tersebut, Mahyeldi pun menegaskan, upaya rehabilitasi hutan serta pemanfaatan kawasan hutan di Sumbar terus menjadi pokok perhatiannya saat ini. “Sebagaimana arahan Bapak Presiden, terkait SK-SK yang telah diterima, akan dipantau pemanfaatannya. Sehingga, ada potensi untuk dicabut SK itu kalau tidak dimanfaatkan sesuai peruntukan dan ketentuannya,” ucap Mahyeldi.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar dalam laporannya menyampaikan, Festival LIKE agenda kolektif pembangunan di sektor pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan, serta terkait iklim dan energi baru-terbarukan, yang mengusung tema “Masyarakat Sejahtera Alam Lestari”.
“Kegiatan ini diikuti oleh kelompok dan komunitas dari segala bidang. Mulai dari kelompok perhutanan sosial, kelompok rehabilitasi hutan dan lahan, konservasi, pemulung dan pengelola sampah, pengelola bank sampah, kalangan pendidik, akademisi dan penyuluh, pembina daerah, dunia usaha dan asosiasi, serta artis pendamping dan generasi muda. Tercatat sebanyak 16.233 peserta turut hadir pada puncak acara ini,” ucap Siti Nurbaya.
Hadir mendampingi Gubernur Mahyeldi dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar sekaligus Plt. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Sumbar, Yozawardi dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Sumbar, Mursalim.(fan)





