METRO PADANG

1.228 Anak masih Terindikasi Stunting

1
×

1.228 Anak masih Terindikasi Stunting

Sebarkan artikel ini
Eri Sendjaya Kepala DP3AP2KB Kota Padang

PADANG, METRO–Sebanyak 1.228 anak di Kota Padang masih terindikasi stunting. Dinas Pemberdayaan Perem­puan dan Perlindungan Anak Pengendalian Pendu­duk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Pa­dang mengimbau keluarga untuk penuhi kebutuhan gizi anak.

Kepala DP3AP2KB Kota Padang Eri Sendjaya, mengatakan sepanjang Januari hingga Agustus 2023, berdasarkan data elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGM) yang dikelola Dinas Kesehatan Kota Padang, angka stunting berada di angka yang cukup tinggi yakni 1.228 orang anak.

Eri menyebut, angka ini bisa saja naik dan bisa saja turun seiring dengan pen­dampingan keluarga mela­kukan pendekatan sensitif, mulai dari 4 faktor yakni calon pengantin, ibu hamil, hingga anak usia 2 tahun.

Dia mengatakan untuk menjamin keberlangsungan kehidupan peristiwa pernikahan orang tua ha­rus memenuhi gizi anak dengan makan makanan yang telah diatur sedemikian rupa orang ibu si anak.

Baca Juga  Latihan Gladi Tugas Tempur harus Terprogram

“Penuhi kebutuhan protein hewani si anak, sebab protein hewani ini dinilai efektif dalam mencegah anak mengalami stunting. Pangan hewani mempunyai kandungan zat gizi yang lengkap, kaya protein he­wani dan vitamin yang sangat penting dalam men­du­kung pertumbuhan dan per­kembangan,” jelas Eri.

Menurutnya, para orang tua di Kota Padang cenderung lebih memperhatikan kondisi anak setelah dilahirkan. Padahal, sebelum dilahirkan atau di dalam kandungan juga per­lu diperhatikan.

Selain itu, pencegahan stunting juga dapat menggunakan aplikasi elsimil. Saat mengisi aplikasi ini nantinya akan dicantumkan lingkar lengan atas, dan HB.

“Kalau HB belum sehat maka ini akan diulang sampai HB memenuhi syarat. Hal ini bertujuan agar pada saat ia hamil maka anaknya tidak terindikasi stunting,” katanya.

Baca Juga  Pj Walikota Padang Beli Lukisan Jembatan Siti Nurbaya Saat Kunjungi Pameran

Kemudian, saat memelihara kehamilan, pihaknya akan mengimbau dan mem­­­beri pendampingan keluarga dari kelurahan hingga ia melahirkan. Hingga anak berusia 2 tahun akan terus dilakukan pembinaan.

“Mulai dari sosialisasi dan pendampingan mengenai dunia pernikahan dan dunia seorang ibu akan dijelaskan, mulai dari bagaimana menjaga kualitas asi sehingga gizi bayi terpenuhi hingga anak ter­sebut tidak terindikasi stun­ting,” katanya lagi.

Tak hanya itu, ia mengatakan pula target pada bulan Desember, pihaknya optimis agar menjadikan Kota Padang terbebas dari stunting dengan angka ku­rang dari 1000 orang anak.

“Insyaallah di Desember nanti, kurang dari 1000 anak yang terindikasi stun­ting. Oleh karena itu mari kita bersa­ma-sama mengatasi per­ma­­sala­han stun­ting ini untuk men­cetak ge­nerasi mu­da yang berkualitas,” tutupnya. (cr2)