METRO PADANG

Jelang Penertiban, Pemko Padang Gencar Sosialisasi ke Pedagang

0
×

Jelang Penertiban, Pemko Padang Gencar Sosialisasi ke Pedagang

Sebarkan artikel ini
GENCARKAN SOSIALISASI— Petugas Dinas Pariwisata Padang gencar melakukan sosialisasi kepada seluruh pedagang di kawasan Pantai Padang , jelang dilakukan penertiban tenda ceper dan pungutan liar.

PURUS, METRO–Menjelang dila­kukan­nya penertiban tenda ce­per dan pungutan liar (pungli)­ di Pantai Padang, Pemko Padang terlebih dahulu melakukan sosialisasi ke pe­dagang sekitar. Pemko menyam­pai­kan ke pedagang ten­tang apa saja yang dibo­lehkan dan tidak saat ber­jua­lan.

“Kita sedang melakukan sosialisasi secara bertahap dan sesuai prosedur bagi para pemilik tenda ceper. Kita akan menyampaikan hal-hal yang dilarang dan yang seharusnya bagi para pedagang. Apabila tidak diindahkan kita akan memberikan peneguran hingga sampai pada aksi penertiban nantinya,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yudi Indra Syani, kemarin.

Tenda ceper dulunya pernah tumbuh dan menjamur di Pantai Padang. Maksiat merajelala di ba­wah tenda itu. Pungli pun marak.

Tenda ceper pun sempat hilang beberapa tahun. Para pedagang berjualan dengan tertib dan tertata. Namun sejak beberapa waktu belakangan tenda ceper kembali tumbuh seiring maraknya pungli di sepanjang kawasan objek wisata itu.

Yudi melihat, untuk benar-benar menghilangkan keberadaan tenda ceper butuh kolaborasi semua pihak. Sinergi bersama agar objek wisata itu terbebas dari hal yang tidak baik. Serta menjadi objek wisata keluarga yang ramah.

“Jika benar-benar ingin tidak ada lagi (tenda ceper dan pungli), tentu butuh ke­terli­batan semua pihak, baik da­ri masyarakat maupun pe­da­gang sekitar yang ada. Ji­ka masyarakat turut mela­ku­kan pengawasan dan mem­­­beri peringatan, lalu pe­­da­gang lain juga turut serta mencegah, tentu hal se­per­ti itu tidak datang kembali,” ucap Yudi.

Dirinya mengatakan bahwa masyarakat maupun wisatawan sangat berharap Pantai Padang jadi destinasi wisata yang ramah keluarga, nyaman dan jauh dari maksiat. “Pemerintah berkomitmen untuk mendukung pengembangan pariwisata halal dan Muslim Friendly Tourism,” ungkapnya. (cr2)