METRO SUMBAR

RSHI Tanahdatar Dinilai Tim Surveyor KARS

0
×

RSHI Tanahdatar Dinilai Tim Surveyor KARS

Sebarkan artikel ini
TIM PENILAI— Bupati Tanahdatar Eka Putra foto bersama manajemen RSHI dan tim surveyor Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), Kamis (14/9).

TANAHDATAR, METRO–Bukti dukungan Pemerintah Daerah terhadap pelayanan kesehatan di Tanah Datar, Bupati Eka Putra, SE,MM didam­pingi Kepala Dinas Kesehatan dr. Yesrita Zedrianis dan jajaran hadir pada saat Rumah Sakit Harapan Ibunda (RSHI) yang terletak di Dobok Batusangkar  dilakukan survey oleh tim surveyor Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), Kamis (14/9).

Kehadiran Bupati dan rombongan disambut langsung oleh Owner  RSHI Hj. Ellia Roza, A.Md, Keb, Direktur RSHI dr. Faris Muhammad bersama seluruh staf dan jajarannya.

Bupati Eka Putra mengatakan bahwa kehadirannya pada saat survey akreditasi terhadap RSHI dilakukan sebagai wujud dukungan penuh dari Pemerintah Daerah untuk peningkatan rumah sakit tersebut.

“Harapan kami setelah dilakukan survey terhadap rumah sakit ini hendaknya men­dapatkan hasil yang paripurna, paripurna itu adalah bentuk pengakuan tertinggi terhadap salah satu rumah sakit. Tentunya dengan adanya RSHI di Tanah Datar itu sangat membantu pemerintah di dalam pelayanan kesehatan, karena disini juga sudah menerima pasien yang menggunakan BPJS seperti halnya RSUD Ali Hanafiah Batusangkar,” ujar Bupati.

Dikesempatan tersebut, Bupati Eka Putra juga menyempatkan untuk meninjau beberapa ruangan rumah sakit ter­sebut dan mengatakan bahwa RSHI sangat layak dan sangat bagus untuk melakukan pela­yanan terhadap pasien.

“Saya sudah melihat kondisinya, dan semuanya sangat bagus dan layak. Ini tidak kalah dengan rumah sakit yang ada di Kota Padang,” sampainya.

Baca Juga  Anggota DPRD Dharmasraya Sutan Alif Himbau Warga Agar Tetap Rukun Pasca Pemilu

Lebih jauh Bupati juga menghimbau kepada pihak rumah sakit untuk tidak membeda-bedakan pasien, artinya siapapun dan darimanapun pasien harus diperlakukan sama.

Diakhir penyampaiannya, Bupati Eka juga mengharapkan kepada pihak rumah sakit setelah penilaian/survei ini untuk terus melakukan pelayanannya dan kepada seluruh masya­rakat juga diminta untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap pelayanan yang diberikan oleh pihak rumah sakit.

Sementara Direktur RSHI dr. Faris Muhammad menyampaikan apresiasi kepada Bupati atas dukungannya terhadap RSHI dengan hadir langsung pada saat survei akreditasi dilakukan oleh tim KARS.

Dukungan pak Bupati terhadap kami tentu sangat luar biasa, baik support secara moril maupun yang lainnya, se­hingga harapan kami ini bisa meningkatkan pelayanan u­mum terhadap rumah sakit ini.

  1. Faris juga mengatakan bahwa proses survei akreditasi ini adalah proses validasi yang merupakan pengakuan dari pihak luar rumah sakit terkait dengan standar pelayanan yang ada di rumah sakit.

“Walaupun kita mengatakan rumah sakit kita ini bagus, namun kalau belum dinilai oleh pihak lain tentunya itu tidak sah, makanya proses akriditasi ini merupakan bentuk pengakuan dari pihak luar dan Alhamdulillah pak Bupati dengan sangat antusias memberikan dukungannya,” ujar dr. Faris.

Sementara terkait dengan fasilitas parkir yang saat ini masih belum memadai, dr. Faris menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan negoisasi untuk mendapatkan lahan parkir yang jauh lebih layak dari kondisi saat ini.

Baca Juga  Wako Mahyeldi jadi Keynote Speaker Webinar Nasional "New Normal, Saatnya Perekonomian Padang Bangkit"

“Kita sedang berupaya mendapatkan lahan yang ada disebelah, namun tanah itu merupakan tanah adat jadi prosesnya agak sulit,” tukas­nya.

Dilain pihak, tim surveyor KARS dr. Susi Rahmawati, MARS, FISQua menyampaikan bahwa didalam survei ini yang paling penting adalah mutu dan peningkatan keselamatan pasien.

“Akreditasi ini adalah sebuah pengakuan mutu bahwa sebuah rumah sakit itu sudah menerapkan mutu dan keselamatan  pasien dalam mela­kukan operasionalnya. Dalam survei ini kami tidak melakukan bentuk nilai kelulusan, namun melakukan verifikasi, klarifikasi dan konfirmasi terhadap dokumen-dokumen yang sudah disampaikan oleh pihak rumah sakit dan kita sesuaikan dengan yang ada dilapangan bagaimana prosedur pelaksanaannya apakah rumah sakit ini memang sudah melaksanakan sesuai standar akreditasi yang ditetapkan oleh Kemenkes,” terangnya.

Menurut dr. Susi dalam penilaian akreditasi pada rumah sakit nanti hasilnya ada beberapa macam tingkatan, dian­taranya ada Bintang 5, Bintang 4, Bintang 3 dan Bintang 2.

“Kalau Bintang 5 itu namanya Paripurna, artinya rumah sakit sudah memenuhi semua 15 bab standar yang sudah ditetapkan oleh Kemenkes RI minimal 80% kecuali Progam Nasional. Kalau program nasional itu harus mencapai 100%, artinya untuk mencapai paripurna 14 bab standar ha­rus minimal 80% dan 1 bab untuk program nasional itu harus 100%,” pungkasnya. (ant)