METRO PADANG

Jarak Pandang di BIM Menurun, Kabut Menebal, Kualitas Udara makin tak Sehat, Pemko Keluarkan Edaran Larangan Warga Bakar Sampah

0
×

Jarak Pandang di BIM Menurun, Kabut Menebal, Kualitas Udara makin tak Sehat, Pemko Keluarkan Edaran Larangan Warga Bakar Sampah

Sebarkan artikel ini
PENURUNAN JARAK PANDANG— Kabut asap yang makin menebal pada Kamis (14/9), mengakibatkan penurunan jarak Pandang di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Namun, kondisi ini belum membahayakan jalannya penerbangan.

AIEPACAH, METRO–Kabut asap yang telah melanda Sumatera Barat yang hampir memasuki dua pekan ini, mengakibatkan penurunan jarak Pandang di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Kondisi ini belum membahayakan jalannya penerbangan.

Menurut Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II BIM Siswanto, bahwa penurunan jarak Pandang tersebut diperkirakan ber­kurang hingga 3.000 meter dari kondisi normal.

“Saat ini jarak pandang di BIM sudah 7.000 meter, memang ada penurunan dari yg biasanya rata-rata 10.000 meter saat hari cerah,” ungkapnya.

Meski demikian, dia me­mastikan bahwa kondisi tersebut masih dalam kategori aman untuk pesawat melakukan operasi penerbangan.

Dia menyebut, Kondisi yang dikatakan tidak aman dalam melakukan operasi penerbangan adalah dengan jarak pandang yang berkisar diantara 1.000 sampai dengan 1.500 meter saja.

“Di BIM saat ini masih dalam kategori hijau, memang agak menganggu. Tapi jarak pandang pilot masih aman. Karena ini masih aman dalam standar penerbangan,” jelasnya.

Saat ini di kawasan BIM, selalu melakukan antisipasi kebakaran lahan. Selain itu, dia juga berharap instansi terkait untuk dapat meminimalisir kabus asap secepatnya.

“Kami berharap tidak ada kabut asap dampak dari kebakaran lahan. Dan untuk kabut asap yang saat ini, kami harap instansi terkait untuk bisa minimalisasi kabut asap ini secepatnya,” tutupnya.

Untuk diketahui Bandara Internasional Minang­kabau yang merupakan Bandara kebanggaan ma­sya­rakat Minang tersebut melayani penerbangan sebanyak 45 hingga 50 penerbangan dalam satu hari.

ISPU Kota Padang di Angka 80 Mikrometer

Sementara Pemerintah Kota Padang, yang disampaikan oleh Sekda Andree, bahwa pantauan ISPU Pa­dang sudah menunjukkan angka 80 yang sebelumnya masih berada di angka 60

“Berdasarkan pantau­an stasiun AQMS Kota Pa­dang, udara di Kota Padang saat ini berada di level sedang. Pantauan pada Kamis (14/9) pagi, Indeks Standard Pen­cemar Udara (ISPU) Kota Padang sudah menunjukkan nilai 80, Nilai ini meningkat 20 poin dari kemarin yang masih 60,” ungkap Andree Algamar, Kamis (14/9).

Jika tidak ada hujan atau angin kencang, berkemungkinan besok atau lusa, ISPU mencapai nilai 100 yang termasuk kategori tidak sehat.

Selain mengimbau war­­ganya untuk mengenakan masker, Andree me­nye­but bahwa Pemko Pa­dang telah menerbitkan edaran agar warga tidak melakukan aktivitas membakar di ruang terbuka. Seperti membakar sampah, jerami dan lainnya.

“Kita sudah sampaikan ke camat dan lurah dan mengimbau warganya untuk tidak melakukan aktifitas pembakaran,” sebut Andree.

Akibatnya, udara di Kota Padang menjadi tidak sehat, untuk itu Andree menghimbau kepada ma­sya­rakat Kota Padang agar meng­gunakan masker sa­at beraktivitas di luar ruangan. (cr2)