JAKARTA, METRO–Dari sembilan parpol peraih kursi di DPR RI, praktis tinggal Partai Demokrat yang belum menentukan tempat berlabuh untuk mengusung pasangan bakal capres-cawapres. Setelah bercerai dengan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), sejumlah spekulasi pun mengiringi partai yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu.
Salah satu wacana yang mengemuka adalah peluang membentuk koalisi baru bersama PPP dan PKS. Kabar yang sempat mengemuka, mereka bakal mengusung pasangan Sandiaga Uno-AHY sebagai bakal capres-cawapres.
Jika benar, maka PPP mesti keluar dari koalisi bersama PDIP dan PKS hengkang dari KPP.
Saat dikonfirmasi, Deputi Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani tidak menutup peluang itu. Dia menyebutkan, pihaknya tengah membahas semua opsi yang tersedia. Sejauh ini, ada opsi yang muncul.
Yakni, bergabung dengan parpol koalisi Prabowo Subianto atau Ganjar Prabowo, serta opsi di luar itu. Termasuk opsi poros koalisi baru (Sandiaga Uno-AHY), ujarnya.
Soal sejauh mana peluangnya, Kamhar menyebut sangat bergantung pada kalkulasi yang dilakukan Majelis Tinggi Partai (MTP). Yang jelas, saat ini internal partai fokus menyerap aspirasi kader lebih dulu. Sejak awal pekan ini, rapat pleno di DPP maupun bersama dewan pimpinan daerah (DPD) terus dijalankan. Aspirasi kader menjadi bahan pertimbangan MTP, imbuhnya.
Kamhar menyatakan, dalam waktu yang tidak terlalu lama, MTP akan memutuskan arah kebijakan Partai Demokrat ke depan. Jadi, kita tunggu saja hasil keputusan MTP, kata bacaleg Partai Demokrat dapil Jabar V tersebut.
Di sisi lain, Sekjen PPP Arwani Thomafi menepis isu poros keempat itu. Dia menegaskan, sejauh ini, di PPP tidak ada pembahasan soal koalisi baru. Tidak ada pikiran atau agenda membahas rencana maupun kemungkinan terbentuknya poros keempat, ucapnya.
Saat ini, lanjut Arwani, PPP fokus menjalankan kesepakatan kerja sama dengan PDIP. Dia justru berharap agar partai lain bisa ikut bergabung untuk memenangkan Ganjar.
Sementara itu, bacapres KPP Anies Baswedan optimistis PKS tidak akan merapat ke koalisi lain. Mantan gubernur DKI Jakarta itu meyakini, PKS hanya sedang menuntaskan mekanisme internal untuk meresmikan dukungan kepada Muhaimin Iskandar sebagai bacawapresnya.
Anies mengatakan, apa yang terjadi pada PKS sekarang sama seperti Oktober 2022. Saat Partai Nasdem deklarasi mencalonkannya, PKS juga hanya menyampaikan komitmen lewat konferensi pers. Adapun sikap resmi akan disampaikan melalui musyawarah majelis syura.
Secara resmi itu harus mengikuti prosedur yang ada di internal organisasi. Jadi, AD/ART-nya mengharuskan ada sidang majelis syura, terangnya seusai menemui Gerakan Masyarakat Desa Bersatu di sekretariat KPP kemarin.
Jika proses di majelis syura tuntas, Anies meyakini PKS akan merapat dalam kegiatan bersama. Sebab, dia merasa sudah punya ikatan kuat dengan PKS. Insya Allah kita akan terus bersama. Hanya soal waktu saja, pungkasnya. (jpg)






