BERITA UTAMA

Usai Demokrat Bercerai dengan KPP, Muncul Wacana Duet Sandi-AHY

0
×

Usai Demokrat Bercerai dengan KPP, Muncul Wacana Duet Sandi-AHY

Sebarkan artikel ini
Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

JAKARTA, METRO–Dari sembilan parpol peraih kursi di DPR RI, praktis tinggal Partai Demokrat yang belum menentukan tempat berlabuh untuk mengusung pasangan bakal capres-ca­wapres. Setelah bercerai dengan Koalisi Pe­ru­bahan untuk Persatuan (KPP), sejumlah spe­kulasi pun mengiringi partai yang dipim­pin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu.

Salah satu wacana yang mengemuka adalah peluang membentuk koalisi baru bersama PPP dan PKS. Kabar yang sempat mengemuka, mereka bakal mengusung pasangan Sandiaga Uno-AHY sebagai bakal capres-cawapres.

Jika benar, maka PPP mesti keluar dari koalisi bersama PDIP dan PKS hengkang dari KPP.

Saat dikonfirmasi, De­puti Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani tidak menutup peluang itu. Dia menyebutkan, pihaknya tengah membahas semua opsi yang tersedia. Sejauh ini, ada opsi yang muncul.

Yakni, bergabung de­ngan parpol koalisi Prabo­wo Subianto atau Ganjar Prabowo, serta opsi di luar itu. Termasuk opsi poros koalisi baru (Sandiaga Uno-AHY), ujarnya.

Soal sejauh mana pe­luangnya, Kamhar menye­but sangat bergantung pada kalkulasi yang dila­kukan Majelis Tinggi Partai (MTP). Yang jelas, saat ini internal partai fokus me­nyerap aspirasi kader lebih dulu. Sejak awal pekan ini, rapat pleno di DPP maupun bersama dewan pimpinan daerah (DPD) terus dija­lankan. Aspirasi kader men­jadi bahan pertim­ba­ngan MTP, imbuhnya.

Kamhar menyatakan, dalam waktu yang tidak terlalu lama, MTP akan memutuskan arah kebija­kan Partai Demokrat ke de­pan. Jadi, kita tunggu saja hasil keputusan MTP, kata bacaleg Partai Demokrat dapil Jabar V tersebut.

Di sisi lain, Sekjen PPP Arwani Thomafi menepis isu poros keempat itu. Dia menegaskan, sejauh ini, di PPP tidak ada pembahasan soal koalisi baru. Tidak ada pikiran atau agenda mem­bahas rencana maupun kemungkinan terbentuk­nya poros keempat, ucap­nya.

Saat ini, lanjut Arwani, PPP fokus menjalankan kesepakatan kerja sama dengan PDIP. Dia justru berharap agar partai lain bisa ikut bergabung untuk memenangkan Ganjar.

Sementara itu, baca­pres KPP Anies Baswedan op­timistis PKS tidak akan me­rapat ke koalisi lain. Mantan gubernur DKI Ja­karta itu meyakini, PKS hanya se­dang menun­tas­kan meka­nisme internal un­tuk me­resmikan duku­ngan kepada Muhaimin Iskandar sebagai baca­wapresnya.

Anies mengatakan, apa yang terjadi pada PKS seka­rang sama seperti Oktober 2022. Saat Partai Nasdem deklarasi mencalon­kan­nya, PKS juga hanya me­nyampaikan komitmen le­wat konferensi pers. Ada­pun sikap resmi akan di­sam­paikan melalui musya­warah majelis syura.

Secara resmi itu harus mengikuti prosedur yang ada di internal organisasi. Jadi, AD/ART-nya mengha­ruskan ada sidang majelis syura, terangnya seusai menemui Gerakan Masya­rakat Desa Bersatu di sek­retariat KPP kemarin.

Jika proses di majelis syura tuntas, Anies meya­kini PKS akan merapat dalam kegiatan bersama. Sebab, dia merasa sudah punya ikatan kuat dengan PKS. Insya Allah kita akan terus bersama. Hanya soal waktu saja, pung­kas­nya. (jpg)