METRO PESISIR

Pasca Putus, Masyarakat Swadaya Bangun Jembatan dengan Kayu

0
×

Pasca Putus, Masyarakat Swadaya Bangun Jembatan dengan Kayu

Sebarkan artikel ini
MELINTAS— Masyarakat saat melintasi jembatan kayu yang dibangun swadaya oleh masyarakat.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Pasca putusnya Jalan penghubung antara Nagari Simpang Kapuak,  Ke­camatan Mungka dengan Nagari Taeh Bukik, Kecamatan Payakumbuh, ma­syarakat setempat langsung melakukan goro secara swadaya.

Warga yang melintas di Jalan Baru Silaok, Jo­rong Dusun Nan Duo ter­sebut harus ekstra hati-hati karena jalan yang putus itu baru diperbaiki sekadarnya oleh warga sekitar dengan kayu sea­danya.

Diantara jalan yang putus tersebut hanya di­beri dua balok kayu sebagai jembatan untuk mem­bantu pengguna ja­lan melintas. Dan bisa dipastikan mobil bermuatan berat tidak bisa melintas, dikhawatirkan jembatan jembatan yang di­buat secara swadaya oleh masyarakat bisa patah.

“Perbaikannya baru dilakukan secara swadaya bersama masya­rakat. Di hari kejadian juga sudah ada dari pemerintah kabupaten (Pemkab) yang datang meninjau langsung kondisinya,” kata Wali Nagari Simpang Kapuak, Felliadi, Kamis (7/9).

Dia menyebut akses jalan tersebut cukup pen­ting bagi masyarakat Simpang Kapuak karena selain menghubungkan de­ngan nagari tetangga Ta­eh Bukik, jalan tersebut juga merupakan salah satu jalan utama masya­rakat untuk berangkat ke lahan perkebunan.

“Kami dari Pemerintah Nagari Simpang Kapuak berharap agar Pemkab Lima Puluh Kota dapat memperbaiki jalan tersebut sesegera mungkin karena fungsinya yang cukup vital bagi warga kami,” tambah Felliadi.

Salah seorang warga Simpang Kapuak, Dede (25) menyebut bahwa untuk melintas di jalan tersebut pengendara wajib ha­ti-hatinya karena memang kondisinya baru diperbaiki seadanya.”Karena jembatannya baru dibuat de­ngan kayu, jadi kita harus hati-hati ketika melintas,” ujarnya.

Dia pun menompangkan harapan kepada pemerintah daerah untuk dapat segera memperbaiki karena walaupun bukan jalan utama tapi cukup ba­nyak masyarakat yang me­lintas di jalan tersebut untuk ke lahan pertanian ataupun masyarakat yang ingin ke Nagari Taeh Bukik ataupun menuju Tanjung Pati.

Hal serupa juga disampaikan Dayat. Sudah saatnya kembali diba­ngun jem­batan yang sa­ngat vital untuk akses penghu­bung bagi masya­rakat. “Dengan telah ditinjau oleh pemerintah ketika kejadia 31 Agustus lalu, kita berharap bisa jadi prioritas dalam pembangunan bagi Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota,” harap tokoh muda Simpang Kapuak ini. (uus)