AIE PACAH, METRO–Pemko Padang segera menghidupkan lagi mata pelajaran (mapel) Minangkabau di sekolah. Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan mensosialisasikan muatan lokal Keminangkabauan kepada ratusan guru di Kota Padang.
“Kita semua tahu kemajuan teknologi hampir mengikis nilai dan norma yang tidak tertulis bagi anak-anak. Maka dari itu, dengan program muatan lokal keminangkabauan ini, kami berusaha kembali memunculkan nilai adat dan budaya itu kepada generasi muda,” kata Asisten I Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Padang, Edi Hasymi, seperti dilansir media center, Kamis (7/9).
Edi meminta penyusunan kurikulum muatan lokal Minangkabau bisa dipercepat demi mengimplementasikan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Padang, Yopi Krislova mengatakan, sosialisasi tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait penguatan dalam membentu karakter generasi muda.
“Tidak sedikit siswa kita yang kurang peduli dengan kebudayaan kita. Tapi syukurnya, beberapa sekolah sekarang sudah menerapkan berpantun, makan bajamba, hingga petatah petitih dalam berbagai kegiatan,” pungkas Yopi. (cr2)






