HAMKA, METRO —Staf Khusus Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia, Febri Hendri Antoni, mendorong Pemprov Sumbar beserta Pemerintah Kabupaten/Kota untuk mengajukan Kerangka Rencana Wilayah (KRW) Perindustrian.
“Kami mendorong baik Pemerintah Provinsi maupun kabupaten/kota di Sumbar untuk mengajukan Kerangka Rencana Kawasan Perindustrian. Sumbar memiliki sumber daya alam dari pertanian dan perkebunan yang membutuhkan industri,” ucap Febri, saat coffee morning dengan wartawan, Rabu (6/9).
Lanjutnya, jadi diharapkan dengan adanya wilayah industri maka tidak mengganggu penduduk yang berada di kawasan itu. Sehingga dengan adanya pengolahan itu produk yang dihasilkan bisa diekspor keluar negeri.
“Produk-produk makanan dan minuman, itu potensial untuk diekspor ke luar negeri seperti Timur Tengah, makanya kami dorong Pemerintah Daerah, silahkan desain kawasan industri, yang nantinya juga akan berdampak pada banyaknya penyerapan tenaga kerja,” katanya.
“Silahkan juga ajak investor untuk datang ke sini, kalau banyak tenaga kerja juga akan mengurangi angka pengangguran, juga akan berdampak pada pendapatan rumah tangga yang banyak sehingga dapat menekan angka kemiskinan,” sambung Febri.
Febri juga menilai bahwa, dengan adanya industri, maka menurutnya, juga bisa menjadi sumber pendapatan daerah, sehingga menjadikan masyarakat menjadi lebih sejahtera.
Dia juga menyinggung bahwa industri itu sebaiknya berada di kawasan industri, dan tidak berada di kawasan kota yang padat penduduk.
“Kalau sudah lama pabriknya berada di situ, terus kita paksa untuk pindah mereka akan berfikir berapa biayanya? Belum lagi pabrik tersebut produk yang dihasilkan dalam harga jual yang kurang bagus, maka akan susah juga. Untuk itu, kita menyarankan agar menggunakan teknologi yang ramah lingkungan,” ujarnya.
Selain itu, dia juga sudah merencanakan untuk mengadakan inovasi peralatan industri di wilayah Pesisir Selatan, berupa alat untuk menjemur ikan sehingga tidak bergantung pada cuaca lagi.
“Wilayah Pesisir Selatan itu kaya akan hasil laut, jadi kita berencana untuk mengembangkan inovasi alat, sehingga para nelayan dalam produksi ikan teri dan ikan asin manual tidak tergantung pada cuaca, meski cuaca tidak bagus para nelayan juga tetap bisa untuk mengolah ikan menjadi ikan asin dan sebagainya,” pungkasnya. (cr2)






