METRO PADANG

Stafsus Kemenperin Dorong Pemprov, Kabupaten dan Kota Ajukan KRW Perindustrian

0
×

Stafsus Kemenperin Dorong Pemprov, Kabupaten dan Kota Ajukan KRW Perindustrian

Sebarkan artikel ini
WILAYAH INDUSTRI— Staf Khusus (Stafsus) Kemenperin Republik Indonesia, Febri Hendri Antoni berbincang dengan wartawan dalam kegiatan coffee morning, Rabu (6/9).

HAMKA, METRO —Staf Khusus Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia, Febri Hendri Antoni, mendorong Pemprov Sumbar beserta Pemerintah Kabupaten/Kota untuk menga­jukan Kerangka Rencana Wila­yah (KRW) Perindustrian.

“Kami mendorong baik Pe­me­rintah Provinsi maupun kabu­paten/kota di Sumbar untuk mengajukan Kerangka Ren­cana Kawasan Perin­du­strian. Sumbar memiliki sumber daya alam dari pertanian dan perkebunan yang membutuhkan indus­tri,” ucap Febri, saat coffee morning dengan warta­wan, Rabu (6/9).

Lanjutnya, jadi diharapkan dengan adanya wila­yah industri maka tidak mengganggu penduduk yang berada di kawasan itu. Sehingga dengan adanya pengolahan itu produk yang dihasilkan bisa diekspor keluar negeri.

“Produk-produk makanan dan minuman, itu potensial untuk diekspor ke luar negeri seperti Timur Tengah, makanya kami do­rong Pemerintah Daerah, silahkan desain kawasan industri, yang nantinya juga akan berdampak pada banyaknya penyerapan tenaga kerja,” katanya.

“Silahkan juga ajak investor untuk datang ke sini, kalau banyak tenaga kerja juga akan mengurangi angka pengangguran, juga akan berdampak pada pen­dapatan rumah tangga yang banyak sehingga dapat menekan angka kemiskinan,” sambung Febri.

Febri juga menilai bahwa, dengan adanya industri, maka menurutnya, juga bisa menjadi sumber pen­da­patan daerah, sehingga menjadikan masyarakat menjadi lebih sejahtera.

Dia juga menyinggung bahwa industri itu sebaiknya berada di kawasan industri, dan tidak berada di kawasan kota yang padat penduduk.

“Kalau sudah lama pa­brik­nya berada di situ, terus kita paksa untuk pindah mereka akan berfikir berapa biayanya? Belum lagi pabrik tersebut produk yang dihasilkan dalam harga jual yang kurang bagus, maka akan susah juga. Untuk itu, kita menyarankan agar menggunakan tek­nologi yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Selain itu, dia juga su­dah merencanakan untuk mengadakan inovasi peralatan industri di wilayah Pesisir Selatan, berupa alat untuk menjemur ikan sehingga tidak bergantung pada cuaca lagi.

“Wilayah Pesisir Selatan itu kaya akan hasil laut, jadi kita berencana untuk mengembangkan inovasi alat, sehingga para nelayan dalam produksi ikan teri dan ikan asin manual tidak tergantung pada cuaca, meski cuaca tidak bagus para nelayan juga tetap bisa untuk mengolah ikan menjadi ikan asin dan sebagainya,” pungkasnya. (cr2)