AGAM/BUKITTINGGI

Kembangkan Pembinaan Peternakan, Lapas Bukittinggi Tambah 100 Ekor Bebek Petelur Super

3
×

Kembangkan Pembinaan Peternakan, Lapas Bukittinggi Tambah 100 Ekor Bebek Petelur Super

Sebarkan artikel ini
TERNAK BEBEK— Ternak bebek petelur merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang ada di Lapas Bukittinggi. Dalam hal ini telah dilaksanakan penambahan 100 ekor bebek petelur jenis Mojosari pada Selasa (5/9).

BUKITTINGGI, METRO–Ternak bebek petelur merupakan salah satu ben­tuk pembinaan kemandi­rian yang ada di Lapas Bukittinggi. Dalam hal ini telah dilaksanakan penam­bahan 100 ekor bebek pe­telur jenis Mojosari pada Selasa (5/9).

Bibit ini langsung di­datangkan dari pulau Jawa, setelah dua hari perja­lanan. Bebek Mojosari me­rupakan salah satu jenis bebek unggul yang digu­nakan dalam usaha ternak bebek petelur.

Penambahan 100 ekor bebek ini dilaksanakan di area pembinaan kerja dan didampingi oleh Kasi Giatja serta staf Giatja dengan tujuan mengisi kekosongan kandang ternak pasca pa­nen. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai wujud program pembinaan lanjutan setelah diadakannya pela­tihan budidaya peter­nakan.

Baca Juga  Batagak Kudo-Kudo Musala Nurul Huda Bukik Malintang, Telan Anggara Rp 700 Juta

Fazni Aziz selaku Kasi Giatja menyebut bahwa bebek petelur super yang dirawat oleh Warga Binaan Pemasyarakatan melalalui program pembinaan ke­mandirian ini memiliki po­tensi sangat bagus dikare­nakan kebutuhan masya­rakat akan telur bebek yang sangat tinggi.

“Bebek petelur super ini ditambahkan kembali kare­na yang kemarin sudah masuk masa afkir. Per­kembangan peternakan bebek petelur super ini sangat signifikan, jadi bisa dikatakan kegiatan ini me­ru­pakan program pembi­naan kemandirian ung­gulan di Lapas Bukit­ting­gi,”paparnya.

Dibalik adanya per­kem­bangan yang signifi­kan, tentu ada teknik budi­daya yang efektif yang da­pat menjadi ilmu baru bagi para WBP Lapas Bukittinggi.

Baca Juga  Wirid Mingguan Korpri Agam, ASN Pemkab Agam Diingatkan 6 Ibadah

“Selain itu, harapan kami dari program pem­binaan kemandirian ini tak lain sebagai nilai tambah bagi WBP mengenai ilmu peternakan sebagai bekal setelah mereka keluar dari Lapas Bukittinggi,” tam­bahnya. (pry)