Program Satu Keluarga Satu Sarjana (Saga Saja) membawa berkah untuk masyarakat Kota Pariaman. Kenapa tidak semejak program saga saja diluncurkan pasangan Walikota Pariaman H Genius Umar bersama Wakilnya, Mardison Mahyuddin tahun 2018 telah membawa dampak positif untuk generasi muda Kota Pariaman.
Khusus generasi muda kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dapat mengikuti program saga saja. Sehingga sekarang dalam satu rumah penduduk di Kota Pariaman telah memiliki seorang sarjana yang siap untuk diperkerjakan di instansi instansi, baik swasta maupun negeri.Kemarin, Walikota Pariaman, Genius Umar kembali melepas 18 mahasiswa program Satu Keluarga Satu Sarjana (Saga Saja) yang lulus ke Institut Teknologi PLN (ITPLN) angkatan 2023/2024.
”Hari ini kita melakukan pelepasan kepada 18 mahasiswa yang lulus di ITPLN yang berlokasi di Cengkareng, Jakarta. Dari 18 mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu tersebut dua diantaranya berhasil lulus pada ikatan kerja di ITPLN, kedua mahasiswa itu nanti langsung bekerja di PLN begitu menyelesaikan pendidikannya, dan sisanya 16 orang ruguler,” ujar Genius Umar.
Sebelumnya siswa Kota Pariaman yang berhasil lolos program sagasaja di IT PLN ini, total berjumlah sebanyak 44 orang, yang berasal dari keluarga kurang mampu. Dari 44 orang tersebut, ada yang telah diterima di kampus lainya, dan sisanya ada yang mendapat KIP Kuliah di kampus yang berbeda, sehingga, tersisa 18 orang ini yang berangkat ke Kampus ITPLN, Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta.Genius Umar menjelaskan bahwa dibawah kepemimpinannya bersama Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin memiliki program unggulan yakni program Saga Saja yang bertujuan untuk membantu keluarga kurang mampu keluar dari kemiskinan melalui pendidikan.
”Semenjak program saga saja ini dimulai di tahun 2018 sampai saat ini, sudah sebanyak 348 orang anak-anak Kota Pariaman dari keluarga kurang mampu yang sudah menjalani pendidikannya diberbagai perguruan tinggi ternama yang ada di Indonesia,” terangnya.
Genius menuturkan dari 348 orang mahasiswa yang dikuliahkan oleh Pemko Pariaman melalui program Saga Saja tersebut, sudah ada yang bekerja dan membantu meningkatkan perekonomian keluarganya, ungkapnya.
”Diketahui bahwa kerjasama antara Pemko Pariaman dengan ITPLN, baru dilaksanakan tahun ini, dan kita berharap anak-anak yang kuliah di ITPLN semua dapat bekerja di PLN dan membantu perekonomian keluarganya,” ulasnya.
Sementara Nadilla Azkia Putri, warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman salah seorang mahasiswa program Saga Saja, yang lolos ikatan Dinas di ITPLN mengucapkan terimakasih Pak Wali.”Berkat Program Saga Saja (Satu keluarga Satu Sarjana) saya bisa kuliah, bahkan langsung menandatangani kontrak kerja ikatan Dinas di Institut Teknologi Perusahaan Listrik Negara ( ITPLN ), yang berkampus di Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta,” ujar Nadilla Azkia Putri.
Katanya, dari yang menandatangani kontrak kerja bersama 147 orang yang lulus di seluruh Indonesia. “Alhamdulillah, saya mengucapkan rasa terimakasih yang besar kepada pihak Pemerintah Kota Pariaman, khususnya pak Walikota, dengan adanya program Saga Saja ini, saya dibiayai dengan penuh untuk mengikuti kuliah di ITPLN Jakarta, “ ujarnya.
Nadila menceritakan bahwa dirinya juga besyukur lulus di Jurusan Teknik Sistim Energi di ITPLN, bersama dengan Elisa Syafiqla, warga Simpang Lapai Pariaman Tengah, yang juga lulus Jurusan Teknik Industri, ulasnya.
”Kami telah mengikuti berbagai tes, dimana ada 5 macam tes yang kami ikuti, mulai dari tes Administrasi, Akademik, Psikologi, Kesehatan bahkan sampai Wawancara, dan alhamdulillah, kami berdua dapat lulus dengan baik, sehingga mendapatkan ikatan kerja dari ITPLN ini,” tukasnya.
“Walaupun kami berasal dari keluarga kurang mampu, tapi kami bisa melanjutkan Pendidikan di perguruan tinggi itu bagaikan mimpi yang menjadi kenyataan, jadi kami berharap, agar program Saga Saja ini dapat terus dilanjutkan, karena kami melihat program ini sangat besar dirasakan manfaatnya oleh kami, dan kami melihat, masih banyak adik-adik seperti kami yang terhalang oleh biaya untuk kuliah, sehingga program ini sangat brilian dan bermanfaat sekali untuk kami,” ujarnya.
Nadilla Azkia Putri, warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman ini, merupakan anak dari pasangan ibu Elizah, yang keseharianya hanya sebagai ibu rumah tangga, dan Bapak Erizaldi, yang bekerja sebagai buruh harian lepas. (**)






