Chelsea kolaps di markas Bournemouth dengan menderita kekalahan telak. Chelsea kalah telak 0-4 dari Bournemouth di Stadion Vitality pada pekan ke-24 Liga Inggris, Kamis (31/1) dini hari WIB. Gelontoran empat gol tuan rumah tercipta melalui dua gol Joshua King menit ke-47 dan 74, David Brooks di menit ke-63, serta Charlie Daniels di menit akhir laga.
Manajer Maurizio Sarri pun lagi-lagi menyoroti masalah mental timnya. Sarri tak habis pikir dengan kekalahan telak yang dialami timnya. Pasalnya di babak pertama kedua tim bermain sama kuat 0-0 dan The Blues tampil cukup baik.
Manajer asal Italia ini menganggap masalah mental adalah faktor utama kekalahan timnya. Ia menyoroti performa Chelsea yang dinilainya berantakan di babak kedua, terutama usai kebobolan gol cepat usai jeda.
”Kami tengah bergelut, terutama secara mental. Kami berasumsi bahwa kami mempelajari gaya sepakbola tertentu, tetapi sejujurnya kami tidak pernah mempelajarinya dan harus membayar konsekuensi dari hal tersebut,” kata Sarri.
Kekalahan 0-4 dari Bournemouth jadi kekalahan terburuk Chelsea di Premier League sejak 1996. Kalah beruntun di Premier League, Chelsea pun turun ke peringkat lima klasemen.
”Babak pertama bagus, tapi kami kebobolan setelah jeda dan kemudian berhenti menjadi tim. Kami berhenti menyerang atau bertahan sebagai tim, kami melakukan semuanya secara individu,” ujarnya heran.
Meski dominan, Chelsea kesulitan memaksimalkan peluang-peluang. Dari penguasaan bola sebesar 68%, Chelsea melepaskan 11 percobaan dengan tujuh mengarah ke gawang.
Sementara tuan rumah punya 12 tembakan, di mana juga tujuh yang on target. Bedanya, Bournemouth bisa mendapatkan empat gol dari upaya-upaya tersebut.
”Kadang tim ini bereaksi dengan cara yang tidak bisa saya pahami, sehingga menciptakan beberapa ketidakpastian,” ungkap mantan pelatih Napoli ini menegaskan.
Maurizio Sarri juga melihat adanya penurunan performa secara siginifikan di babak kedua. Faktanya seluruh gol Bournemouth tercipta pada periode tersebut. Saking bingungnya dengan performa yang kontras itu, Sarri pun memilih menanyakan langsung ke para pemainnya usai laga. Dia ‘mengusir’ semua stafnya dan berhadapan langsung dengan para pemain di ruang ganti.
BBC melaporkan Sarri menghabiskan nyaris sejam untuk berbicara dengan para pemainnya di ruang ganti. ”Di momen tersebut, saya ingin berbicara kepada mereka sendirian karena seperti yang saya bilang sebelumnya, saya perlu memahami. Karena mustahil untuk bermain sedemikian berbeda di babak pertama dan kedua,” katanya. (*/ren)





