METRO PADANG

Panas dan Berkabut, Kasus Kebakaran Meningkat, Warga Diminta tak Bakar Sampah, Pastikan Listrik Mati saat Bepergian

0
×

Panas dan Berkabut, Kasus Kebakaran Meningkat, Warga Diminta tak Bakar Sampah, Pastikan Listrik Mati saat Bepergian

Sebarkan artikel ini
WASPADA KEBAKARAN— Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang berusaha memadamkan api dan melakukan pendinginan di salah satu rumah warga yang terbakar, di Alai Parak Kopi, Senin (4/9) siang. Saat cuaca panas terik saat ini, warga diminta lebih hati-hati dan diimbau tak membakar sampah sembarangan karena dapat memicu kebakaran.

RASUNA SAID, METRO–Suhu udara di Kota Pa­dang terbilang panas sejak beberapa waktu belakangan ini. Akibatnya, intensitas ka­sus kebakaran juga ikut me­ningkat.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Budi Payan saat dikonfirmasi, Senin (4/9). Menurutnya, dalam sepe­kan ini telah terjadi lima kejadian kebakaran di da­erah kerjanya. “Iya, suhu udara yang panas cukup berpengaruh terhadap in­ten­sitas kebakaran,” ujar­nya.

Data terakhir yang di­peroleh, kebakaran terjadi di Jalan Alai Barat, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara pada Senin (4/9) siang, sekira pukul 11.33 WIB. Dalam kejadian itu, dua unit rumah terbakar hebat. Akibatnya dua KK kehilangan tempat tinggal. Kerugian ditaksir Rp300 juta.

“Suhu udara yang pa­nas membuat seluruh konsen atau kayu penahan ba­ngu­nan yang terbuat dari kayu, rumput, pohon, dan lainnya menjadi sangat kering sehingga mudah terbakar,” jelas Budi Payan.

Kadis Damkar Kota Pa­dang mengimbau kepada warganya untuk waspada. Tidak membakar sampah, kebun, dan lainnya. Serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran.

“Sebaiknya letakkan sampah di tempat pembuangan sampah (TPS) yang telah disediakan DLH, jangan dibakar,” imbaunya.

Selain itu, Budi Payan juga mengingatkan warganya untuk memeriksa kondisi rumah ketika akan bepergian. Memastikan kompor dan listrik sudah dimatikan.

Baca Juga  Dukung Pelaku UMKM, Andre Rosiade Bantu Gerobak untuk Penjual Kelapa Muda di Kuranji

“Jangan lupa memeriksa instalasi listrik secara berkala,” imbaunya.

Dinas Damkar Kota Pa­dang memiliki puluhan personel yang selalu standby apabila terjadi bencana. Tidak saja membantu saat terjadi kebakaran, akan tetapi juga membantu ketika terjadi bencana lain.

“Setiap hari sebanyak 42 personel melakukan piket, jika terjadi kebakaran besar, semua personel kita langsung turun,” pungkas Budi.

Kualitas Udara Menurun

Seperti diberitakan POS­ME­TRO, sebelumnya, sejak beberapa hari ini intensitas hujan di Padang cukup rendah. Udara di kota tersebut panas badangkang. NASA mencatat, terdapat 141 titik api di Sumbar sepanjang Juli – Agustus kemarin.

Selain itu, sejak beberapa hari terakhir, langit Kota Padang tak lagi biru. Di pagi hari, terlihat kabut cukup pekat di jajaran Bukit Barisan, padahal udara cerah dan terik.

Dinas Lingkungan Hi­dup Kota Padang, mengungkapkan kualitas udara di Kota Padang mengalami penurunan. Pemerintah Kota Padang mengimbau warganya  untuk menge­nakan masker dan tidak me­lakukan aktifitas yang dapat mencemari udara.

“Kualitas udara kita mengalami penurunan da­lam beberapa hari ini,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pa­dang, Mairizon.

Berdasarkan data Stasiun AQMS di Padang, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kota Padang berada di kategori sedang. Tercatat parameter kualitas udara di angka PM2,5 sejak tanggal 30 Agustus 2023.

Baca Juga  Gubernur Mahyeldi Sambut Positif PD 2026 Tayang di TVRI

“Jika melihat trend nilai ISPU untuk parameter PM10 dan PM2.5 (partikel debu ukuran 10 dan 2.5 mikrometer), memang terlihat sedikit peningkatan trend nilai ISPU sejak tanggal 1 Agustus 2023 dibandingkan tanggal 31 Agustus 2023. Hal ini berarti ada sedikit penurunan kualitas udara di Kota Padang khususnya terkait parameter partikulat atau debu,” ungkap Mairizon.

Partikel debu ini dapat bersumber dari kebakaran hutan dan lahan yang berasal dari kota tetangga. Kegiatan membakar sampah di rumah atau jerami di pertanian, dan kenda­raan di jalan raya, juga menjadi pemicu.

“Untuk mengatasi dam­­pak mulai terjadinya pe­­nurunan kualitas udara sebaiknya masyarakat me­­makai masker,” ajak Mai­­rizon.

Selain mengenakan mas­ker, DLH Kota Padang meng­imbau warganya untuk melakukan penanaman pohon serta memeliharanya. Karena pohon berfungsi mereduksi polusi udara.

Selain itu, DLH juga me­ng­imbau warga untuk selalu memelihara kendaraan bermotor, diantaranya melalui tune up rutin dan melakukan uji emisi kendaraan. “Serta tidak membakar sampah rumah tangga di halaman rumah karena asap dan baunya mencemari udara dan meng­­ganggu lingkungan sekitar,” ucap Mairizon. (cr2)