DHARMASRAYA, METRO–Tragis. Seorang bocah laki-laki yang masih berusia 2 tahun, dilaporkan terpeleset jatuh ke saluran irigasi aliran Sungai Batang Hari dan terseret arus hingga tenggelam. Peristiwa naas itu terjadi di Jorong Tanjung Salilok, Nagari Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Minggu (3/9).
Sontak saja, orang tua korban yang mengetahui anaknya hilang saat bermain bersama teman-temannya di saluran irigasi yang berada dekat dengan rumahnya, dibuat histeris. Warga setempat pun langsung berdatangan ke lokasi untuk membantu melakukan pencarian.
Tak lama berselang, Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI dan Polisi juga datang untuk mencari korban. Sayangnya, dua jam lebih proses pencarian, tubuh bocah malang bernama Muzamil A Talif itu berhasil ditemukan mengambang di aliran irigasi yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang.
Usai ditemukan, Tim SAR kemudian mengevakuasi jasad korban dari aliran irigasi lalu menyerahkannya kepada orang tua korban. Melihat anaknya yang sudah terbujur kaku, ayah korban pun langsung memeluk dan menggendong jasad korban sembari menangis sesenggukan. Jenazah korban pun dibawa ke kediamannya untuk disemayamkan.
“Korban diduga pergi bermain bersama teman-temannya di saluran irigasi aliran Sungai Batang Hari. Lokasi korban bermain berada di dekat dengan rumahnya,” kata Wali Nagari Sikabau, Abdul Razak ketika diwawancarai wartawan.
Menurut Abdul Razak, saat bermain itulah, korban diduga terpeleset lalu tercebur ke saluran irigasi. Setelah itu, korban langsung tenggelam dan terbawa arus. Karena teman-teman korban juga masih kecil, tak ada yang mampu menyelamatkan korban.
“Diketahuinya korban ini hilang tenggelam, setelah teman-teman korban memberitahukannya kepada orang tua korban. Mendapat kabar itu, orang tua korban panik dan menangis histeris. Warga setempat juga langsung melakukan pencarian,” ujar Abdul Razak.
Abdul Razak menuturkan, informasi itupun dilaporkan warga ke pemerintah nagari lalu diteruskan ke Tim SAR gabungan. Setelah dilakukan pencairan, korban yang masih berusia dua tahun itu ditemukan oleh pemancing di Jorong Pisang Rebus, Nagari Siguntur, Kecamatan Sitiung.
“Korban terseret arus sejauh 2,5 kilometer dari lokasi awal dilaporkan hilang. Korban yang ditemukan oleh pemancing itu kemudian dievakuasi oleh Tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas, dan insan kebencanaan lainnya,” jelasnya.
Menurut Abdul Razak, setelah dievakuasi, jenazah korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan. Dengan adanya insiden ini, pihaknya mengimbau masyarakat untuk mengawasi anak-anaknya saat bermain di pinggir saluran irigasi.
“Kepada seluruh orang tua, khususnya di Nagari Sikabau agar lebih waspada dan memperhatikan gerak-gerik anak yang masih berstatus bawah lima tahun (balita). Ini bertujuan untuk mengantisipasi agar tak ada lagi kejadian serupa seperti ini,” tuturnya. (gus)






