BUKITTINGGI, METRO–Melaksanakan Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 23 tahun 2027 tentang penguatan karakter peserta didik, dan meningkatkan kebersamaan orang tua dan anak, serta pendidikan keluarga di rumah, Pemerintah Kota Bukittinggi pada 4 September 2023 mendatang, melaksanakan program sekolah lima hari.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bukittinggi Herriman menjelaskan, kebijakan ini dilaksanakan setelah memperhatikan persiapan yang telah dilakukan terhadap pelaksanaan Permendikbud tersebut.
“Disdikbud Kota Bukittinggi saat ini membawahi 194 sekolah setingkat TK, SD dan SMP dengan total siswa 30.179 orang, dimana seluruhnya akan melaksanakan program sekolah lima hari tersebut, terkecuali bagi sekolah yang berada dibawah naungan Kantor Kementrian Agama Kota Bukittinggi,”ujar Herriman, Jumat (1/9).
Menurut Heriman, pelaksanaan sekolah lima hari atau Senin sampai Jumat ini sebelumnya telah lama masuk wacana, seluruhnya butuh waktu dan proses, terlebih dahulu dilakukan pendataan beberapa jejak pendapat bersama berbagai unsur terkait, hingga akhirnya dapat dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024 ini di awal September nanti.
“Disamping itu pihak Disdikbud juga melakukan dengan dengan DPRD Kota Bukittinggi melalui Komisi II, pertemuan dengan pengurus himpunan MDA/TPA, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), serta diskusi dengan Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Bukittinggi,”jelasnya.
Persiapan lainnya ulas Herriman, melakukan pendataan pada seluruh sekolah terkait profil pekerjaan orang tua, setelah dilengkapi seluruh persyaratan tersebut dan disetujui oleh Wali Kota, Wakil Wali Kota dan Sekretaris daerah, barulah surat edaran program sekolah lima hari ini ditertibkan untuk dapat dilaksanakan.
“Progarm sekolah lima hari tujuannya untuk penguatan karakter pelajar dengan peran penting orang tua, serta untuk meningkatkan kebersamaan orang tua dan anak, sehingga waktu berkualitas tersedia lebih banyak, dengan masa libur dua hari tersebut,”tutur Herriman.
Herriman menerangkan, kebanyakan profil kerja orang tua banyak yang lima hari kerja, sehingga program sekolah lima hari ini dinilai sangat sesuai dengan kondisi tersebut, dengan sama-sama libur pada hari Sabtu dan Minggu, waktu orang tua untuk bersama dengan anak akan lebih banyak, sehingga juga mendekatkan hubungan emosional.
“Dalam prakteknya sekolah lima hari ini memindahkan jam pelajaran di hari Sabtu ke hari Senin hingga Kamis, dan dari jejak pendapat yang dilaksanakan sebanyak 86 persen orang tua murid menyetujui program tersebut,” ulasnya.
Bagi siswa SD sambung Herriman, untuk siswa kelas 1 dan 2 jadwal pulang sekolahnya pada hari Senin hingga Kamis yakni jam 12.10 WIB dan pada hari Jumat pulang jam 11.00 WIB. Sementara itu untuk siswa kelas III pada Senin hingga Kamis jadwal pulang sekolahnya jam 13.20 WIB dan di hari Jumat jam 11.35 WIB. Sedangkan untuk siswa kelas IV, V, dan VI, pada Senin sampai Kamis jadwal pulang sekolahnya jam 13.55 WIB, dan di hari Jumat jam 11.35 WIB.
Dilihat dari jam pelajaran di sekolah untuk siswa SD lanjut Herriman, berbeda untuk masing-masing tingkatan kelas. Bagi siswa kelas I dan II jumlah jam pelajarannya 33, siswa kelas III sebanyak 38 jam pelajaran. Selanjutnya untuk siswa kelas IV, V, dan VI jumlah jam pelajarannya 42.
Bagi siswa SMP tambah Herriman, pada hari Senin hingga Kamis akan mengikuti pembelajaran hingga jam 14.50 WIB, dan di hari Jumat hingga jam 11.30 WIB, dengan jumlah jam pelajaran keseluruhan 41.
Pada tahap awal pelaksanaan program sekolah lima hari ini, akan kita lakukan evaluasi pada akhir semester ganjil tahun ajaran 2023/2024 atau di bulan Desember 2023 mendatang, dimana hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam kelanjutan program sekolah lima hari ini di semester selanjutnya.
Herriman menegaskan, apabila dari hasil evaluasi ini ditemukan banyak kelemahan atau sisi negatif, mungkin saja sekolah dikembalikan dengan program sekolah enam hari seperti biasa. Namun demikian pihak Disdikbud Kota Bukittinggi meyakini program sekolah lima hari ini akan berjalan dengan lancar, untuk itu dibutuhkan dukungan dari seluruh pihak.
“Apalagi berdasarkan informasi dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Provinsi Sumatera Barat, sekolah SMA sederajat di wilayah kerjanya juga menerapkan program sekolah lima hari di bulan September 2023 mendatang, dengan arti kata sejalan dengan apa yang diterapkan Disdikbud Kota Bukittinggi,” tukasnya. (pry)






