METRO SUMBAR

Surya Paloh Pasangkan Anies dengan Cak Imin di Pilpres 2024, Demokrat: Penghianatan dalam Koalisi Perubahan

0
×

Surya Paloh Pasangkan Anies dengan Cak Imin di Pilpres 2024, Demokrat: Penghianatan dalam Koalisi Perubahan

Sebarkan artikel ini
DIPASANGKAN— Bacapres Anies Baswedan dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang dikabarkan dipasangkan di Pilpres 2024 oleh Surya Paloh.

JAKARTA, METRO–Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsa mengungkapkan ada pengkhinatan dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang mengusung Anies Baswe­dan jadi capres untuk Pilpres 2024.

Riefky menyebutkan dirinya sebagai perwakilan Demokrat di Tim 8 Koalisi Perubahan telah meng­kon­firmasi soal Anies telah menyetujui kerja sama politik Partai NasDem de­ngan PKB untuk mengu­sung pasangan Anies Bas­wedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

“Persetujuan ini dilakukan secara sepihak atas ini­siatif Ketum NasDem Surya Paloh. Kami melakukan konfirmasi berita ter­sebut kepada Anies Bas­wedan. Dia mengonfirmasi bahwa berita tersebut adalah benar. Demokrat ‘dipaksa’ menerima keputusan itu,” kata Riefky da­lam keterangannya yang diterima JPNN.com, Kamis (31/8).

Untuk menyikapi itu, kata Riefky, Partai De­mok­rat akan melakukan rapat Majelis Tinggi Partai untuk mengambil keputusan selanjutnya.

Dia juga akan me­nyam­paikan secara lengkap apa yang telah terjadi dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan dalam forum tersebut.

Riefky menjelaskan mes­kipun Anies telah diusung oleh Partai Nasdem sebagai Capres sejak 3 Oktober 2022, tetapi hingga 22 Januari 2023, Anies maupun Partai NasDem belum berhasil membentuk sebuah koalisi Parpol yang memenuhi syarat Presidential Threshold 20 persen.

Dia menyebutkan atas dasar persahabatan dan chemistry yang selama ini terbangun antara Anies dan AHY, pada 23 Januari 2023 di sebuah rumah di Jalan Lembang, Jakarta Pu­sat, Anies Baswedan me­ngajak Ketum AHY “men­jemput takdir” sebagai pa­sangan Capres-Cawa­pres 2024-2029.

Baca Juga  Semarak Bersih Desa Lewat Pertujukan Wayang Kulit, Ari Prabowo : Semoga Mempererat Kesatuan Agar Rukun dan Damai

“Dengan kesepakatan Anies membawa Partai NasDem, Ketum AHY mem­bawa Partai Demokrat dan keduanya bekerja sa­ma untuk mengajak PKS. Peristiwa ini disaksikan oleh 4 orang dari Tim 8,” jelasnya.

Riefky menjelaskan secara formal, Koalisi Perubahan untuk Persatuan diresmikan 14 Februari 2023 dengan penandatanganan piagam koalisi oleh ketiga ketua umum partai.

Dia mengatakan bela­ka­ngan sejumlah parpol sa­­habat mendekati dan membuka komunikasi politik dengan Partai De­mokrat.

“Khusus pada pertemuan dengan salah satu parpol yang mengundang perhatian publik, Capres Anies menghubungi pada 12 Juni 2023 dan mengatakan kepada Ketum AHY ‘Saya ditelepon beberapa kali oleh Ibu saya dan guru spiritual saya, agar segera berpasangan dengan Capres-Cawapres Anies-AHY’,” jelasnya.

Maka sesuai dengan mandat yang telah diberikan oleh ketiga ketua umum partai politik koalisi, Anies memutuskan untuk memilih Ketum AHY sebagai Cawapresnya dan telah disampaikan pada para petinggi partai.

Riefky menuturkan bah­wa banyaknya desakan dari kalangan masyarakat, serta merosotnya elektabilitas Anies, maka setelah penetapan cawapres jajaran koalisi, utamanya PKS, Partai Demokrat dan Tim 8 sepakat untuk segera mendeklarasikan sahnya dan terbentuknya Koalisi Perubahan untuk Persatuan, termasuk penetapan Capres dan Cawapres yang hen­dak diusung.

“Namun, rencana deklarasi itu tidak pernah terwujud. Diduga kuat, tidak terlaksananya deklarasi itu karena Capres Anies lebih patuh kepada Ketua Umum Nasdem Surya Paloh yang ingin terus menunda waktu deklarasi,” kata Riefky.

Baca Juga  Tim Gabungan Gelar Razia Tingkatkan PAD Kabupaten Pessel

Sementara itu, Anies dan Tim 8 berpendapat bahwa tidak ada alasan lagi untuk menunda waktu deklarasi. Hal itu diputuskan setelah mantan gubernur DKI itu melakukan safari ke petinggi tiga partai koalisinya.

Disebutkan pula bahwa Anies menuliskan keputusannya dalam bentuk surat tulisan tangan yang ditandatangani kepada AHY pada tanggal 25 Agustus 2023 yang intinya meminta secara resmi agar putra sulung Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersedia untuk menjadi cawapresnya.

“Namun, Pada Selasa malam, 29 Agustus 2023, di NasDem Tower, secara sepihak Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh tiba-tiba menetapkan Ke­tua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai Cawapres Anies, tan­pa sepengetahuan Partai Demokrat dan PKS,” jelasnya.

Tak hanya itu, pada hari yang sama Anies dipanggil oleh Surya Paloh untuk menerima keputusan itu.

“Rentetan peristiwa yang terjadi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap semangat peruba­han, pengkhianatan terhadap Piagam Koalisi yang telah disepakati oleh ketiga Parpol dan juga peng­khianatan terhadap apa yang telah disampaikan sendiri oleh Capres Anies Baswedan yang telah dibe­rikan mandat untuk me­mimpin Koalisi Perubahan,” pungkas Riefky. (jpnn)