BERITA UTAMA

Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Bara Tabrak 6 Warung, Sopir Tewas Terjepit, Kernet Luka-luka

0
×

Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Bara Tabrak 6 Warung, Sopir Tewas Terjepit, Kernet Luka-luka

Sebarkan artikel ini
KECELAKAAN— Evakuasi sopir dan kernet truk bermuatan batu bara yang menabrak enam warung di Simpang Karang Putih, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan.

PADANG, METRO–Diduga mengalami rem blong, truk tronton hilang kendali hingga menabrak enam petak warung lalu terbalik masuk kali di Jalan Raya Indarung Padang-Solok, Simpang Karang Putih, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Kamis (31/8) sekira pukul 14.35 WIB.

Akibat insiden itu, sopir truk bernama Sujangga Hadi Putra (49) meninggal dunia dan kernetnya Novendri (44) mengalami luka-luka. Bahkan, sopir dan kernetnya itu sempat terjepit dalam ruang kemudi truk yang sudah ringsek usai menabrak beberapa bangunan.

Warga maupun pengendara, berkerumun di lokasi. Beberapa di antaranya ada yang berusaha untuk mengeluarkan kedua korban yang terjepit. Namun, karena kondisi kepala truk itu sudah remuk, sangat sulit untuk mengeluarkan kedua korban yang sudah berlumuran darah.

Tim SAR bersama Polisi pun mengerahkan berbagai peralatan untuk memotong pelat kepala mobil yang remuk. Setelah lebih dua jam, sopir dan kernet pun berhasil dievakuasi lalu dilarikan ke Semen Padang Hospital. Sayangnya, sopir tak dapat diselamatkan hingga dinyatakan meninggal.

Kapolsek Lubuk Kilangan, Kompol Lija Nesmon mengatakan, kecelakaan itu berawal ketika truk tronton dengan pelat nomor BM 9617 QO yang bermuatan batu bara melaju dari arah Solok menuju ke Padang.

“Sesampainya di TKP tiba-tiba truk tronton tersebut meluncur dengan kencang menabrak hingga enam petak bangunan toko, dan truk tronton tersebut rebah di sisi kanan jalan,” ungkap Kompol Nesmon.

Dijelaskannya lagi, bangunan yang menjadi korban Dump truk tronton tersebut adalah Toko obat, warung Ayam Potong, Rumah Widia, Warung Bakso, Tukang Jahit dan Kios Kelontong.

“Mengalami Rem blong karena beban muatan yang cukup berat. Sehingga menyebabkan pengemudi meninggal dunia karena terjepit, sementara kernet dump truk mengalami luka-luka,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan POSMETRO di lokasi kejadian, terlihat bangunan yang yang ditabrak truk tronton dalam kondisi rusak parah, barang-barang dagangan dalam kondisi berserakan, serta kondisi dump truk dalam keadaan remuk.

Seluruh petugas yang turun di lapangan bahu membahu untuk mengevakuasi korban yang dari awal terjepit didalam truk. Dikatakan oleh salah seorang pemilik toko yang bernama Dody kejadian tersebut berlangsung secara mendadak.

“Kejadian tadi diperkirakan terjadi pada pukul 15.00 WIB dan berlangsung begitu cepat, dump truk tersebut datang secara tiba-tiba,” kata Dody.

Sementara, Komandan Tim (Dantim) SAR, Yudi Riva mengatakan bahwa proses evakuasi korban terjepit dalam peristiwa naas itu berlangsung hampir dua jam.

“Kita terkendala akses, karena kondisi kendaraan dalam kondisi sudah remuk sehingga mengalami perubahan bentuk. Proses evakuasi diperkirakan memakan waktu sekitar 2 jam, dan mengalami kemacetan hampir 3,5 jam,” kata Yudi. (cr2)