SAWAHLUNTO, METRO–Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Sawahlunto Adriyusnan, S.Sos, M.M, menutup kegiatan Pelatihan Pemandu Geowisata yang telah dilaksanakan selama 3 hari sejak tanggal 29 – 31 Agustus 2023 di Hotel Basko Padang.
Sebelum penutupan tersebut peserta juga memperoleh materi dari Ketua Geopark Sawahlunto Ombodal, terkait perkembangan dan pengetahuan khusus tentang latar belakang kota Sawahlunto yang juga merupakan daerah yang banyak memiliki batuan alam salah satunya batubara. Dimana karena ada batubara tersebutlah maka Sawahlunto pernah menjadi pusat tambang batubara sejak zaman kolonial Belanda.
Menurut Ombodal setiap pemandu wisata juga mesti bisa menginformasikan warisan geologi dan keanekaragaman geologi yang bernilai tinggi, termasuk di dalamnya keanekaragaman hayati dan keragaman budaya yang menyatu di dalamnya, yang dikembangkan dengan tiga pilar utama, yaitu konservasi, edukasi dan pengembangan ekonomi lokal.
“Kita mengundang mahasiswa serta akedemisi untuk mengunjungi Kota Sawahlunto, selain untuk meningkatkan pariwisata dan memperkenalkan geopark Sawahlunto, bisa juga memberikan ilmu yang bermanfaat bagi tamu dari akedemisi ini,” ujarnya.
Ombodal menjelaskan sebenarnya potensi Sawahlunto terkait geopark ini sangat luar biasa dan unik.” Ada 22 geosite sepanjang geopark Sawahlunto.
Geosite tersebut menawarkan situs-situs terkait asal muasal dari objek Geowisata. Para pemandu wisata yang hadir dan telah mendapatkan pelatihan disini ceritakan lah tentang geosite kita dengan cerita tentang asal-usulnya dan kemas semenarik mungkin, sehingga para wisatawan yang dipandu akan menceritakan dari mulut ke mulut kepada kerabat dan temannya, hingga membuat ketertarikan bagi yang lainnya mengunjungi Kota Sawahlunto.
Adriyusman menjelaskan, dulunya Sawahlunto hampir kolaps kehilangan penduduknya dan mata pencarian, sehingga almarhum Walikota Amran Nur sebagai pelopor mengubah Sawahlunto menjadi kota pariwisata.
“Inilah hasilnya sekarang kita akan menggejolakan industri pariwisata agar bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Sawahlunto.
Diharapkan bagi generasi pemuda yang ikut pelatihan pemandu Geowisata bisa menjadi corong terdepan mempromosikan geosite sebagai bagian geopark Sawahlunto,” ujarnya.
Geopark Sawahlunto sudah masuk 3 di Sumatera Barat menjadi skala nasional.
“Sudah dibentuk Badan Pengelolanya, dan kita harapkan kedepannya akan maju dan sukses, hingga masuk ke ranah Internasional. Jadikanlah geosite di Sawahlunto menjadi objek penelitian oleh kaum akedemisi karena kita kaya akan berbagai geologi dan budaya yang terintegrasi menjadi suatu keunikan bernilai jual tinggi,” pungkasnya. (pin)






