SOLOK/SOLSEL

Kelurahan PPA Gelar Sosialisasi, Kelola Sampah dapat Nilai Tambah 

0
×

Kelurahan PPA Gelar Sosialisasi, Kelola Sampah dapat Nilai Tambah 

Sebarkan artikel ini
PEMANFAATAN SAMPAH— DLH Kota Solok menggelar sosialisasi di Kelurahan Pasar Pandan Air Mati (PPA) tentang pemanfaatan sampah rumah tangga bagi warga.

SOLOK, METRO–Kelurahan Pasar Pandan Air Mati (PPA) menyelenggarakan sosialisasi pemanfaatan sampah rumah tangga bagi warganya. Langkah ini diharapkan dapat mengelola sampah dan membawa nilai tambah. Kepala Bidang Perlindungan dan Penegakan Hukum Lingkungan DLH Kota Solok Agus Susanto, hadir bersama Penyuluh Lingkungan Hidup Nelly Amrianis, dalam memberikan materi.

Dalam materinya Agus menerangkan, penerapan sampah dengan konsep 3R (Reuse, Reduce dan Recycle). Konsep ini dapat menjadi sebuah solusi dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar dengan cara yang sangat mudah dan murah.

Konsep ini lanjutnya memiliki inti yakni Reuse yaitu menggunakan kembali sampah sampah yang masih bisa digunakan atau bisa berfungsi, Reduce yaitu mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan atau memunculkan sampah dan Recycle yaitu mengolah kembali sampah atau daur ulang menjadi suatu produk atau barang yang dapat bermanfaat.

“Hari ini sampah rumah tangga belum terkelola dengan baik. Padahal, manfaat sampah-sampah tersebut dapat dioptimalkan apabila dikelola secara maksimal. Sisa potongan sayur bisa dijadikan pupuk kompos dan sisa kulit buah yang menjadi bahan utama pembuatan eco-enzyme, sehingga diharapkan sampah rumah tangga yang tadinya hanya dibuang sembarangan bisa dimanfaatkan dan bisa menjadi sesuatu yang bernilai,” terangnya.

Tidak hanya teori, peserta juga diberikan pemahaman praktik pembuatan kompos dan pembuatan eco-Enzyme dengan memanfaatkan limbah rumah tangga, yang di pandu langsung oleh Nelly.

“Bahkan saat ini di Kelurahan PPA telah dibentuk kelompok Kampung Hijau yang dalam kegiatannya juga akan mendukung dalam pengelolaan sampah dari sumbernya dalam artian melaksanakan pemilahan sampah serta pengomposan sampah dapur mereka,” tegas Agus.

Kegiatan ini, lanjut Agus, agar bisa diterima oleh masyarakat serta diimplementasikan langsung guna mewujudkan kota yang bersih dan sehat. “Salah satu caranya adalah dengan pengelolaan sampah yang benar,” sebutnya. (vko)