POLIKATA

DPRD Dapil Sumbar III; Munculnya Kandidat Baru

2
×

DPRD Dapil Sumbar III; Munculnya Kandidat Baru

Sebarkan artikel ini

Oleh: Reviandi

DAERAH pemilihan (Dapil) DPRD Sumbar 3 terdiri dari dua daerah Luak Agam, yaitu Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi. Masih sama seperti Pemilu 2019, untuk tahun depan masih menyediakan 8 kursi yang kan diperebutkan oleh 17 partai yang mendaftarkan Calegnya. Dapil ini dapat disebut cukup berat untuk para incumbent. Karena para pendatang baru adalah para ‘bintang’ yang sudah malang-melintang di dunia perpolitikan.

Pemilih di Dapil III terdiri dari Kabupaten Agam sebanyak 388.000 jiwa yang tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT), 194.745 perempuan dan 193.255 laki-laki. Sementara KPU Bukittinggi telah menetapkan DPT sebanyak 95.068 yang terbagi 46.726 laki-laki dan 48.342 perempuan yang berasal dari tiga kecamatan di Bukittinggi. Totalnya, 403.068 orang.

Di Agam-Bukittinggi, Partai Demokrat masih berkuasa dengan menempatkan dua kursi pada Pemilu 2019. Kursi pertama diisi mantan Wali Kota Bukittinggi Ismet Amzis dengan 29.782 suara dari total 67.625 suara Demokrat. Meski menjadi pemilik suara terbanyak di DPRD Sumbar, Partai Demokrat ternyata tidak begitu saja mempercayakan nomor urut 1 kepada Ismet, dia hanya diberi nomor urut 4.

2019, Ismet nomor urut 1 dan mendapatkan suara 12.415 di Agam dan 17.367 di Bukittinggi. Hari ini, nomor urut satu ditempati Yuliandri yang dapat disebut pendatang baru di kancah DPRD Sumbar. Sementara nomor urut 2, Wakil Bupati Agam yang baru mengundurkan diri, Irwan Fikri. Irwan sebenarnya juga Caleg DPRD Sumbar 2019 dan mendapatkan suara 10.186 dari Agam dan 289 dari Bukittinggi. Caleg Demokrat lainnya 3 Yesi Endriani, 5 Anhar, 6 Yulia Osman, 7 Dhipa Arkhendi dan 8 Suherman.

Menariknya, meski masih memiliki incumbent atas nama Nofrizon, Demokrat tak lagi mencalonkannya di 2024. Nofrizon yang pada 2019 mendapatkan suara 12.232 itu memastikan pindah ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Nofrizon secara terang menyebut, kepindahannya itu karena bermasalah dengan Ketua DPD Partai Demokrat Mulyadi yang juca caleg DPR RI Dapil Sumbar II. PAW Nofrizon ini kemungkinan Irwan Fikri.

PPP sendiri punya satu kursi di Dapil ini atas nama M Syafril Huda yang mendapatkan 4.878 suara dari total 17.485 suara partai. Dari DCS yang ditampilkan KPU Sumbar, Syafril Huda tak terdaftar lagi sebagai calon anggota DPRD Sumbar dari PPP. Begitu juga dari partai lainnya, untuk tingkat DPRD Sumbar atau DPR RI Dapil II. Nofrizon berada di nomor urut 2, sementara nomor urut 1 Armiati, 3 Amrinal Dt Kabasaran, 4 Helmon Dt. Hitam, 5 Resnal, 6 Roziyuliyani, 7 Frezi Majestydan 8 M Arif.

Sementara Gerindra yang hanya menempatkan satu kadernya di DPRD Sumbar 2019 kembali akan menjagokan incumbent Ismunandi Sofyan di nomor urut 1. Ismunandi Pemilu lalu mendapatkan 9.896 suara dari total 44.918 suara Gerindra. Kali ini, Ismunandi akan ‘ditemani’ oleh Bupati Agam dua periode Indra Catri yang sempat kalah saat Pilgub Sumbar 2020 mendampingi Cagub Nasrul Abit.

Jika tak bekerja keras, Ismunandi bisa saja hanya menyerahkan kursinya ke Indra Catri yang sudah punya basis belasan sampai puluhan ribu suara ini. Gerindra meyakini, 2024 mereka bisa mendapatkan dua kursi dari Dapil ini. Di nomor urut 3 ada Desi Andriani, 4 Yan Firwan, 5 Rinal Wahyudi, 6 Yusniwati, 7 Ilham Randy Martha dan 8 Rinaldi. Dengan deretan nama-nama itu, Ismunandi dan Indra Catri akan diharapkan menjadi basis utama suara Gerindra.

Sementara PKS disebut-sebut masih menjadi partai yang cukup kuat di Agam-Bukittinggi, meski tak ada lagi nama Rinaldi Dt Rajo Mangkuto yang telah meninggal dunia. Penggantinya Astra Faber kembali dimajukan di nomor urut 7. Rinaldi 2019 mendapatkan 10.488 dari total 57.574 suara PKS, sementara PAW-nya Astra Faber 6.538. Kursi kedua didapat Rafdinal dengan 10.388 suara.

Sebenarnya pada 2019 lalu, nomor urut 1 PKS adalah Marfendi Dt Basa Balimo yang mendapatkan suara 8.486 (4.866 Agam dan 3.600 Bukittinggi). Namun karena terpilh menjadi Wakil Wali Kota Bukittinggi 2020, nama Astra Faberlah yang dilantik menjadi PAW. Tapi, 2024 meski tak maju, istri Marfendi, Nurna Eva Karmila didapuk menjadi nomor urut 1 di Dapil ini. Nurna pernah menjadi anggota DPRD Kota Padang 2004-2009.

Nomor urut 2 diduduki incumbent Rafdinal, 3 Reido Deskumar, 4 Safrudin, 5 Suharman, 6 Aryati, 7 Asra Faber dan 8 Agus Nurwahib. Pemilu kali ini, PKS disebut-sebut masih akan mendapatkan dua kursi di Dapil ini, meski secara komposisi tidak sekuat periode lalu. Dengan Rafdinal yang fokus di Agam dan Nurna Eva di Bukittinggi, jumlah suara total 2019 bisa dipertahankan.

Sementara bagi PAN, incumbentnya Artati dengan 7.729 suara Pemilu 2019. Sebenarnya, pemilik kursi asli Andri Warman dengan 9.137 dari total 36.934 suara PAN. Andri maju Pilkada Agam dan saat ini menjadi Bupati Agam menggantikan Indra Catri. Artati yang kini di DPRD Sumbar hanya diberikan nomor urut 2 oleh PAN. Nomor urut 1 diisi Syaflin, 3 Nicko Tahta Octavian,4 mantan politisi PSI Febri Wahyuni Sabran, 5 Ridwan, 6 Suhatril, 7 Halvian dan 8 Syamsirman.

Partai Golongan Karya (Golkar) yang dulu dikenal sangat kuat di Agam dan Bukittinggi, pada 2019 kurang mendapatkan sambutan yang hangat dari pemilih. Incumbent hari ini, Lazuardi Erman yang mendapatkan 6.909 suara dari total 21.376 suara Golkar dipercaya di nomor urut 1. 2019 dia nomor urut 2 di bawah Trismon. Sementara nomor urut lainnya, 2Muhammad Dhanni Hariyona, 3 Desi Yurni, 4 mantan anggota DPRD Sumbar Yulman Hadi, 5 Edison Katik Basa, 6 Susi Oktavia Dewi, 7 Edi Gusrianto Dt. Rajo Sampono dan 8 Vivi Yunelfi.

Satu partai yang disebut-sebut masih memiliki peluang mendapatkan kursi adalah Partai NasDem yang kembali menempatkan mantan anggota DPRD Sumbar Murdani di nomor urut 1. Mantan Danlantamal II Padang Hargianto juga ditempatkan di Dapil ini dengan nomor urut 5.  Nomor urut 2 Asril, Desi Elviani,  4 Rita Widyawati, 6 Rina Delfita, 7 Syufri Salam Imam L Majolelo, dan 8 Novi Endri Dt L Simarajo.

Jika NasDem serius, apalagi dengan back up Capres Anies Baswedan yang katanya sedang di atas angin, tidak menutup kemungkinan bisa mengambil satu kursi milik Demokrat atau PKS. Atau kursi PPP yang ‘gantung’ di posisi buncit pada Pemilu 2019 lalu. Namun, NasDem harus serius dalam memastikan suara masuk ke mereka, bukan nyasar kepada partai lain yang juga mendukung Anies, ya itu tadi Demokrat dan PKS.

Dapil Agam-Bukittinggi harus diakui belum ‘ramah’ untuk partai-partai lain, baik itu PDIP dan PKB yang secara nasional berada di papan atas. Dilihat dari komposisi Caleg pun, sepertinya juga belum terlalu meyakinkan. Dua partai ini akan berat mendapatkan satu kursi, sama dengan Partai Buruh, Partai Gelora,  PKN, Hanura, PBB, PSI dan Perindo. Untuk Partai Garuda memang belum terdaftar dalam DCS DPRD Sumbar.

Tokoh nasional yang berasal dari Bukittinggi Mohammad Hatta sangat paham dengan bagaimana kondisi perjuangan itu. Dia berpesan, “Biarlah pengalaman masa lalu kita menjadi tonggak petunjuk, dan bukan tonggak yang membelenggu kita.” Jika tak ingin kursi DPRD Sumbar hanya diisi orang itu ke itu saja, maka berjuanglah dengan keras. Jadikan pengalaman itu sebagai pemandu arah, bukan mematahkan semangat. (Wartawan Utama)