LIMAPULUH KOTA, METRO–Kasus pembunuhan pria paruh baya penyandang disabilitas di Jorong Simpang Ganti, Nagari Bantu Hampa, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Lima Puluh Kota, yang sempat menggemparkan masyarakat setempat pada Kamis (17/8) lalu, akhirnya terungkap.
Ternyata, korban berinisial N (51) yang tewas dengan kondisi mengalami sejumlah luka pada bagian kepalanya, dihabisi oleh keponakannya sendiri. Hal itu diketahui setelah jajaran Satreskrim Polres Payakumbuh meringkus pelaku R (35) di Kota Padang, pada Kamis (24/8) sekitar pukul 22.15 WIB.
Penangkapan R dilakukan disebuah kedai di Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Sayangnya, saat mencari barang bukti, pelaku R sempat berusaha kabur dan melawan kepada petugas, sehingga dihadiahi timah panas pada kedua betisnya.
Kapolres Payakumbuh AKBP Wahyuni Sri Lestari didampingi Kasat Reskrim, AKP ELvis Susilo mengakui sudah melakukan penangkapan terhadap pelaku pembunuhan terhadap salah seorang warga Jorong Simpang Ganti, Nasril (51), yang terjadi bertepatan pada HUT Kemerdekaan RI ke-78 lalu.
“Jadi, setelah penemuan mayat korban, kami langsung melakukan penyelidikan hingga terungkap jika pelaku telah dianiaya sampai meninggal dunia oleh ponakannya. Selanjutnya, pada Senin tanggal 21 Agustus 2023 kami bergerak menuju Kota Padang. Tim mencari keberadaan pelaku dari pelacakan Handphone korban yang dibawa oleh pelaku,” sebut AKBP Wahyuni Sri Lestari, kepada wartawan, Jumat (25/8).
Ditambahkan Kasat Reskrim, AKP Elvis, motif yang mendasari tersangka R nekat melakukan tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal adalah keinginan tersangka untuk memiliki Hp korban. Nantinya, Hp itu dijual oleh pelaku dan uangnya digunakan untuk biaya bersalin istrinya yang sedang hamil tua.
“Dalam pemeriksaan awal keteranganya seperti itu. Jadi saat mengambil Hp itu, tindakan pelaku ini ketahuan oleh korban. Karena panik, pelaku kemudian memukul korban menggunakan kayu hingga mengakibatkan korban meninggal dunia,” beber AKP Elvis.
AKP Elvis menuturkan, setelah membunuh korban, pelaku mengambil dua unit Hp milik pamannya masing-masing merek Infinix dan Samsung. Setelah itu pelaku meninggalkan tempat kejadian menuju Kota Payakumbuh ke rumah kontrakannya bersama istri.
“Setelah bertemu dengan istrinya, pelaku berangkat ke Kota Padang lalu menjual dua unit Hp milik pamannya itu. Dari Hp itulah kami berhasil menemukan keberadaan pelaku dan bisa kami tangkap,” ujarnya.
Kepada penyidik pelaku R, mengaku tega menghabisi nyawa pamannya karena terdesak persoalan ekonomi. Dirinya mengaku tidak memiliki uang sama sekali, dan mengambil HP pamannya. Namun, aksinya pada subuh buta itu diketahui sang paman, kemudian dirinya kalap mata hingga memukul pamannya dengan sepotong kayu yang diambilnya dari depan rumah korban.
Sebelumnya, warga Jorong Simpang Ganti, Nagari Bantu Hampa, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat bersimbah darah tergeletak di atas kasur dalam ruang tamu rumahnya, Kamis (17/8) sekitar 9.30 WIB.
Diduga mayat yang diketahui bernama Nasril (51) ini merupakan korban pembunuhan. Pasalnya, pada bagian kepalanya ditemukan sejumlah luka yang mengeluarkan darah segar. Warga pun berbondong-bondong datang ke rumah korban untuk menyaksikannya.
Tak lama berselang, Polisi dari Polsek dan Tim Identifikasi Satreskrim Polres Payakumbuh datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan pada tubuh korban dan sekaligus olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah itu, jenazah korban dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi.
Informasi yang dihimpun POSMETRO, korban pertama kali ditemukan oleh tetangga sebelah rumahnya, bernama Masdi (43). Saat itu, Masdi melihat pintu rumah korban Nasril terbuka. Saksi yang merasa heran pintu rumah terbuka, kemudian masuk ke dalam rumah untuk memberitahu korban.
Sayangnya, saat mengecek ke dalam kamar, Masdi malah melihat korban tergetak tak bernyawa bersimbah darah di atas kasur. Tampak sejumlah luka dibagian kepala korban. Kaget melihat Nasril yang tinggal sendiri di rumahnya itu tidak bernyawa, Masdi langsung melaporkan kejadian kepada tetangga lainnya.
Tidak berapa lama informasi meninggalnya Nasril dalam keadaan bersimbah darah tersebar cepat di kampung Jorong Simpang Ganti, Nagari Batu Hampa, hingga informasi itu sampai ke Polisi. (uus)






