METRO SUMBAR

Gubernur Sumbar Mahyeldi, Tegaskan Peran Policy Adviser pada Staf Ahli Kepala Daerah

1
×

Gubernur Sumbar Mahyeldi, Tegaskan Peran Policy Adviser pada Staf Ahli Kepala Daerah

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN—Gubernur Mahyeldi saat berikan sambutan pada kegiatan peran Policy Adviser pada staf ahli Kepala Daerah.

BUKITTINGGI, METRO–Gubernur Sumatera Ba­rat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan posisi Staf Ahli dalam pemerintahan memiliki peran yang sangat penting, salah satunya sebagai policy adviser bagi Kepala Daerah, baik Gubernur maupun Bupati atau Walikota. Oleh sebab itu, ia memandang posisi tersebut mesti diisi oleh figur yang mumpuni dan cakap baik secara wawasan maupun pengalaman.

“Jangan ada lagi yang beranggapan jabatan Staf Ahli adalah jabatan orang terbuang, itu keliru. Tidak mungkin posisi se vital itu kami isi dengan sosok yang tidak mumpuni,” tegas Gubernur Mahyeldi.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Mahyeldi saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Staf Ahli Gubernur, Bupati ,dan Walikota se Sumbar di Bukittinggi, baru baru ini.

Gubernur juga menyebut, fungsi Staf Ahli yang demikian juga telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, tepatnya pada pasal 103 ,dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 134 Tahun 2018 Tentang Ke­dudukan, Tata Hubu­ngan Kerja dan Standar Kompetensi Staf Ahli Kepala Dae­rah, dimana pasal 1 nya menegaskan bahwa tugas Staf Ahli adalah memberikan rekomendasi terhadap isu-isu strategis kepada Gubernur atau Bupati/Walikota sesuai ke­ahliannya.

Baca Juga  FH-UA Diharapkan Tingkatkan Integritas

“Melihat beratnya tugas seorang Staf Ahli, ma­ka kita kemudian me­nempatkan orang-orang yang kompetensinya teruji, pe­ngetahuannya mendalam, pemikirannya ta­jam, dan pengalamannya berlim­pah untuk mengisi jabatan tersebut,” kata Mahyeldi.

Selanjutnya, terkait de­ngan peran Staf Ahli sebagai policy adviser bagi Kepala Daerah, Mahyeldi menuturkan dinamika perubahan teknologi dan ta­tanan kehidupan sosial masyarakat, secara tidak langsung telah menuntut pemerintah untuk bekerja lebih keras dan lebih cerdas, agar regulasi dan kebijakannya tetap sesuai dengan kondisi terkini.

Baca Juga  Jangan Ada Data yang Tidak Akurat, Suhatri Bur: Pendataan Keluarga Penting

“Di sisi inilah, kami meng­harapkan peran besar dari para Staf Ahli untuk mengkaji dan memberi saran kepada KDH untuk menjadi dasar pertimba­ngan dalam menyusun re­gulasi dan kebijakan-kebijakan,” ucap Mahyeldi.

Pada akhir sambutannya, guna menjawab tantangan tersebut, Gubernur Mahyeldi mengajak seluruh pejabat yang me­ngem­ban tugas sebagai Staf Ahli untuk terus mengembangkan diri dan meningkatkan wawasan. Tujuannya agar pemikiran, gagasan, atau rekomendasi seputar pe­layanan publik dan pemerintahan yang nanti akan disampaikannya kepada Kepala Daerah dapat se­nantiasa tepat guna dan tetap relevan dengan zaman. (fan)