AGAM, METRO–Sebanyak 240 pelaku usaha di Kabupaten Agam, ikuti Bimtek Implementasi Perizinan dan Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko pada 2023. Dari jumlah peserta itu, bimtek dilaksanakan 4 angkatan. Masing-masing angkatan peserta 60 pelaku usaha baik Usaha Mikro Kecil (UMK) maupun non UMK.
Kepala DPMPTSP Agam, Dr Mhd Lutfi, Rabu (23/8) menyebutkan, angkatan I dan II digelar di Hotel Sakura Lubuk Basung. “Angkatan I dimulai hari ini dan II besok. Sedangkan angkatan III 30 Agustus dan 31 Agustus angkatan IV, di The Balcone Hotel,” terangnya.
Dikatakan, bimtek ini digelar untuk meningkatkan capaian realisasi investasi penanaman modal di Kabupaten Agam.
Kemudian meningkatkan kepatuhan pelaku usaha dalam melaksanakan kegiatan usahanya, sesuai peraturan perundang -undangan yang berlaku. “Pelaksanaan bimtek ini kita mendatangkan berbagai narasumber yaitu DPMPTSP Sumbar, selain dari Kabupaten Agam,” sebutnya.
Melalui bimtek ini, diharapkan peserta dapat mengimplementasikan dan melaksanakan kewajibannya dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) RI.
“3 bulan sekali bagi pelaku usaha non UMK dan 6 bulan sekali UMK melalui aplikasi OSS-RBA,” katanya.
Bimtek ini dibuka Bupati Agam diwakili Asisten II Setdakab Agam, Jetson. Diharapkan, kedepan pemahaman pelaku usaha terkait ketentuan pelaksanaan penanaman modal lebih meningkat, sehingga minat investor untuk berinvestasi di Agam menjadi tinggi.
“Tingginya minat investor untuk berinvestasi di Agam, tentu realisasi investasi juga meningkat dalam membangunan perekonomian,” katanya. (pry)






