POLITIKA

Drs H Marlis MM, “Mencaleg Lagi, Izin Keluarga Dulu…”

1
×

Drs H Marlis MM, “Mencaleg Lagi, Izin Keluarga Dulu…”

Sebarkan artikel ini
Drs H Marlis MM

Namanya Drs H Marlis MM. Dunia usaha dan politik di Sumbar lebih mengenalnya dengan panggilan Marlis Alinia. Kata terakhir merujuk kepada me­rek be­ragam usaha yang dikelolanya.

Marlis terlahir dari keluarga sederhana, tetapi sejak kecil, dirinya sudah terbiasa bekerja keras. Ia tak pernah menyerah dengan keadaan. Ketika kuliah di IKIP Padang (kini, UNP), Ia jalani sambil bekerja. Apa saja dikerjakannya, “saya tak pilih-pilih, asalkan halal, saya kerjakan,” katanya.

Kurang setahun tamat kuliah, Ia diterima menjadi guru. Langsung berstatus guru PNS di sebuah STM di Lubukpakam, Deliserdang, Sumatera Utara.

Kini menikah, isterinya juga seorang PNS di sebuah rumah sakit di Padang. Kondisi ini membuatnya menghadapi kesulitan. Dirinya tak bisa pindah ke Padang, isterinya juga tak bisa ke Lubukpakam.

“Akhirnya saya memilih untuk berhenti jadi guru, tidak menjadi pegawai lagi. Saya ke Padang, lalu memulai usaha kecil-kecilan. Tiga bulan berselang, dari usaha tersebut, saya bisa membeli mobil,” katanya mengenang. Ia sudah menjalani usaha sejak kuliah.

Ketika kawan-kawannya sesama guru tahu bahwa Ia  sudah punya mobil, semua heran. Mereka ya­kin tidak akan bisa membeli mobil ka­rena gaji PNS ketika itu hanya Rp 87 ribu perbulan.

Ia kerjakan apa yang bisa dilakukan. Termasuk belajar berorganisasi di organisasi profesi. Mulanya bergabung ke Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sumbar, kemudian me­nge­lola berbagai usaha. Jika di­hitung sejak berhenti jadi guru, sudah lebih 20 usahayang dikelolanya. Ia  dipercaya menjadi ketua asosiasi rekanan pengadaan barang dan jasa  di Sumbar.

Dalam perjalanan hidupnya, Marlis pernah diundang masuk ke Partai Golkar. Ketika itu, Ketua Golkar Sumbar H. Le­o­nar­dy Harmainy. Ia tak lama di Partai Golkar, kemudian pindah ke Par­tai Persatuan Pem­bangunan (PPP) Reformasi. Tak nyaman di sa­na, kemudian di­rekomendasikan oleh Irman Gusman menjadi Ketua Partai Merdeka Sumbar.

Pengalaman me­nariknya, kendati Partai Merdeka Sumbar tak punya kursi di DPRD Sumbar tapi bersama 15 partai-partai kecil lainnya, bisa mengantarkan satu pasangan gubernur dan wakil gubernur. “Satu saja beralih, langsung gagal pencalonan,” kata Marlis.

Setelah proses itu, Marlis bergabung ke Partai Hanura. Pertama kali menjadi Caleg DPRD Sumbar. Dua periode menjadi anggota dewan. Di tahun 2019 diputuskan untuk tidak ke partai politik lagi.

Ketika pandemi Covid-19 menyerang, ada rezekinya yang terbuka. Kliniknya mengelola rapid tes. Hasilnya sangat luar biasa.

Ketika sedang menjalani aktivitas membangun Alinia Park & Resort, tiba-tiba ada ajakan agar dirinya kembali ke gelanggang politik. Marlis menyampaikan komitmennya dengan keluarga. Tak tahunya, orang yang mengajak tersebut justru meminta langsung kepada isterinya.

“Akhirnya, saya dan isteri beserta anak-anak mengadakan rapat keluarga. Anak-anak saya justru mendukung. Alasan mereka, papa justru kalau tak bergerak pusing sendiri,” katanya tertawa.

Marlis kini berada di Partai Nasdem. Nomor urut, 8. Presidennya, Anies Baswedan.  Dirinya maju untuk DPR-RI, Dapil Sumatera Barat 1. Daerahnya Dharmasraya, Sijunjung, Sa­wah­lunto, Kota Solok, Kab Solok, Solok Selatan, Tanah Datar, Pa­dang, Pessel, Mentawai. (*)