AGAM/BUKITTINGGI

Tingkatkan UMKM dengan Pengelolaan yang Terintegrasi BUMD

0
×

Tingkatkan UMKM dengan Pengelolaan yang Terintegrasi BUMD

Sebarkan artikel ini
NARASUMBER— Bupati Agam, Dr H Andri Warman, MM menjadi narasumber pada Sosialiasi Pembiayaan bagi UMKM ke Perbankan dan Non Bank yang digagas Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar, Kamis (24/8) di Lubuk Basung.

AGAM, METRO–Setidaknya terdapat tiga persoalan utama yang tengah dihadapi pelaku UMKM di Kabupaten Agam. Persoalan itu antara lain ihwal marketing atau pemasaran, permodalan dan bentuk usaha.

Ketiga persoalan utama tersebut dapat diatasi dengan melakukan peningkatan status UMKM dengan cara pengelolaan yang terintegrasi di bawah komando Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Demikian benang merah yang disampaikan Bupati Agam, Dr H Andri Warman, MM saat menjadi narasumber pada Sosialiasi Pembiayaan bagi UMKM ke Perbankan dan Non Bank yang digagas Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar, Kamis (24/8) di Lubuk Basung.

Baca Juga  PPP Produksi Masker untuk Dibagikan

Dalam hemat bupati yang notabene seorang pengusaha ini, pemasaran atau marketing merupakan persoalan paling utama yang dihadapi pelaku UMKM saat ini.

Sehingga, persoalan pemasaran harus menjadi fokus dalam pengembangan UMKM di daerah itu.

“Kalau bentuk usaha, bapak ibuk pelaku usaha sudah jago dalam membuat produk. Kalau permodalan, bisa kita kerjasamakan dengan UMKM. Namun, ada pun modal dan bentuk usahanya, kalau pemasarannya tidak lancar, kan jadi masalah baru lagi,” ujarnya.

Dengan kondisi demikian lanjut bupati, persoalan UMKM ini menjadi program unggulannya selama memimpin. Ia berharap akan ada BUMD yang menampung dan memasarkan produk UMKM dengan label Agam.

Baca Juga  Indojalito Peduli, Bantu Hewan Kurban di Kecamatan Terdampak Bencana Banjir Bandang

“Kita ambil contoh sanjai Christine Hakim yang bisa dikenal luas di nusan­tara. Ini karena pengema­san dan pemasaran yang tertata rapi. Kenapa tidak, kita coba hal demikian di Agam, toh produk sanjai aslinya asal Agam,” ungkap bupati.

Disampaikan, pemasaran UMKM harus ter­ko­neksi dalam satu komando diba­wah pembinaan pemerintah daerah. Itulah alasannya, UMKM dan pa­riwisata disandingkan sebagai program unggulannya.

“Jadi BUMD ini akan memasarkan produk dengan cara membuat outlet-outlet di tempat wisata, baik di dalam Agam sendiri maupun di luar Agam, bahkan hingga ke pulau Jawa,” katanya. (pry)