METRO PADANG

Padang Timur Jemput Bola” Antisipasi Stunting

0
×

Padang Timur Jemput Bola” Antisipasi Stunting

Sebarkan artikel ini
Siska Meilani

SISINGAMANGARAJA, METRO —Stunting adalah kondisi dimana anak yang masih di usia dini menga­lami keterlambatan tumbuh kembang di­bandingkan dengan anak-anak se­usianya, kondisi ini menjadi momok yang menakutkan bagi se­tiap orang tua.

Kondisi anak yang me­nga­lami stunting juga me­miliki risiko lebih tinggi men­derita penyakit kronis di masa dewasanya. Bah­kan, stunting dan malnutrisi diperkirakan berkontribusi pada berkurangnya 2-3% pro­duk domestik bruto (PDB) setiap tahunnya.

Camat Padang Timur, Siska Meilani mengatakan, di Kecamatan Padang Ti­mur, tercatat sebanyak 244 anak, menderita stunting, data ini berdasarkan la­poran dari 85 posyandu yang ada.

Untuk mengatasi lon­jakan angka stunting di Ke­camatan Padang Timur, pi­hak Kecamatan telah me­ngam­bil langkah pen­ce­gahan dengan terus mem­berdayakan rumah gizi di puskesmas-puskesmas. Angka stunting di Padang Timur termasuk yang ter­tinggi di Kota Padang.

Baca Juga  46 Ton Bawang Putih Impor Masuk Sumbar

“Angka ini di dapat hasil ‘jemput bola’ para kader posyandu yang datang ke rumah-rumah warga untuk mendata balita yang mengalami stunting. Di kecamatan kita makanya angka stunting tinggi adalah karena para kader langsung turun ke rumah-rumah warga yang tidak pernah datang ke Posyandu untuk mengecek balitanya,” katanya.

Di tahun 2021, ada sekitar 35 orang anak yang sudah di entaskan dan di enterpretasi oleh pihak kecamatan dengan mendatangi langsung ke rumah warga. Di tahun 2022 gerakan itu terus dilanjutkan, dengan memonitoring dan setelah di screening kem­bali maka didapati angka sebanyak 199 anak.

Di tahun 2022 juga dilakukan rumah gizi sebanyak 2 kali untuk kapasitas sebanyak 65 anak, “Sebenarnya gerakan untuk men­ce­gah stunting se­kurang-kurangnya dilakukan selama tiga bulan, oleh karena anggaran kita terbatas, maka kita melaksanakan selama 12 hari,” tambahnya.

Baca Juga  Jalan Bandes Parjiga 1 KM Mulai Diperbaiki, Ditargetkan 4 Bulan Tuntas, Habiskan Dana Rp2 M

Lanjutnya, kesadaran masyarakat untuk datang ke posyandu atau puskesmas untuk memeriksa balitanya masih kurang, dengan alasan sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Untuk meningkatkan kemauan masyarakatnya untuk datang ke posyandu, dia akan mengadakan serangkaian acara atau perlombaan dengan hadiah-hadiah agar dapat menarik minat masyarakat untuk datang ke posyandu maupun puskesmas.

Dia juga mengimbau kepada seluruh masyara­kat yang memiliki balita serta ibu hamil untuk datang memeriksa kesehatan ke posyandu maupun pus­kesmas yang tersedia.

“Mari kita bersama-sama menyadari bahwa kesehatan itu penting, terutama untuk anak-anak sebagai generasi penerus. Bagi ibu yang memiliki balita mari dibawa ke posyan­du supaya kesehatan anak kita menjadi terkontrol,” tutupnya. (cr2)