PADANG, METRO —Hijaukan Kota Padang, jajaran Polresta Padang menanam pohon untuk mengantisipasi terjadinya longsor, banjir serta abrasi pantai. Kegiatan ini sesuai dengan instruksi Kapolri dengan tema Polri Lestarikan Negeri Penghijauan Sejak Dini.
Kapolresta Padang, Kombes pol Ferry Harahap, mengakatan penanaman pohon adalah bentuk pencegahan serta upaya penanggulangannya, karena kondisi cuaca di Kota Padang, umumnya Indonesia sekarang ini tidak menentu.
“Pada satu sisi kita juga harus melakukan pencegahan dan upaya penanggulangan, setidak-tidaknya dalam rangka menghadapi situasi dan kondisi yang tidak dapat diprediksi,” kata Kapolresta, Rabu (23/8).
Menurut dia, seluruh jajaran Polsek di bawah Polresta Padang melakukan penanaman pohon serta mangrove di wilayah pantai Kota Padang, bersama dengan unsur RT/RW.
Seperti di Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, ditanam sekitar 90 batang mangrove di pinggiran aliran sungai Batang Kuranji oleh jajaran Polsek Kuranji.
Kemudian, Polsek Pauh, Polsek Luki, serta Polsek Padang Utara melakukan kegiatan penanaman 1000 mangrove ini di Partai Parkit IX, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara sebanyak 300 batang mangrove.
Dua wilayah di Kecamatan Padang Barat, yakni sepanjang pantai Purus dan Kelurahan Flamboyan Baru di hendel oleh Polsek Padang Barat, dengan jumlah 90 batang mangrove. Sementara Polsek Polsek Koto Tangah, melakukan penanaman sebanyak 100 batang mangrove di wilayah muara Pantai Jambak, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah.
Sementara itu, data BPBD Kota Padang, abrasi di beberapa pantai di Kota Padang terjadi di beberapa titik. Bahkan tiap tahunnya makin di perparah dengan terus menurunnya garis bibir pantai.
“Di Kota Padang cukup banyak terjadinya abrasi pantai, seperti di sepanjang pantai Purus, serta terdapat di sekitar mesjid Al-Hakim, ini sudah cukup jauh abrasinya,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Al-Banna. (cr2)






