METRO PADANG

Gubernur Sumbar Ingatkan Pengembang, Perumahan Subsidi harus Penuhi Standar Kelaikan 

0
×

Gubernur Sumbar Ingatkan Pengembang, Perumahan Subsidi harus Penuhi Standar Kelaikan 

Sebarkan artikel ini
RAKERDA APERSI— Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat membuka secara resmi Rakerda DPD Apersi Provinsi Sumbar, di Hotel Trumtum, Kota Padang, Senin (21/8).

BD.KANDUANG, METRO–Kebutuhan perumahan yang laik dan terjangkau bagi warga Sumatera Barat (Sumbar) semakin meningkat. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansha­rullah berharap, agar pihak terkait terus meningkatkan sinergitas, serta menjamin kualitas perumahan yang dibangun sesuai standar kelaikan.

Hal itu disampaikan Mahyeldi saat membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Asosiasi Pe­ngem­bang Perumahan dan Pe­mu­kiman Seluruh Indonesia (Apersi) Pro­vinsi Sumbar, di Hotel Trumtum, Kota Padang, Senin (21/8).

“Saat warga tinggal di rumah yang kondusif, nyaman, dan aman, tentu akan mendukung kondisi kesehatan dan produktivitasnya. Kita berharap Apersi bersama pihak terkait terus bersinergi mewujudkan rumah yang laik bagi warga kita, terutama bagi ma­sya­rakat berpenghasilan rendah (MBR),” ucap Mah­yeldi.

Terlebih, penyediaan perumahan yang laik dan terjangkau, bukan saja ama­­nat negara, melainkan juga perintah agama. Sehingga, Apersi sebagai organisasi pengembang, diharapkan terus berupaya agar niat baik pemerintah melalui subsidi bagi ma­syarakat berpenghasilan rendah, dapat terealisasi sesuai harapan.

Baca Juga  Harga Emas masih Stabil

“Faktor yang mendukung meningkatnya kebutuhan perumahahan itu terlihat, sebab pertumbuhan ekonomi Sumbar sudah di atas 5 persen, dan mendekati rata-rata pertumbuhan nasional. Selain itu inflasi bisa kita kendalikan. Belum lagi banyak warga berusia muda yang membutuhkan rumah. Pemprov Sumbar saja tahun ini menerima 2.000-an PPPK, dan tahun depan juga akan bertambah lagi,” ucap Mahyeldi lagi.

Oleh karena itu, Mah­yeldi berharap agar Apersi bersama Perbankan, Pengusaha Bahan Bangu­nan, dan tentu saja Pemda melalui OPD terkait perizinan, permukiman, dan lain sebagainya, harus menjawab tantangan kebutuhan tersebut dengan pe­nye­diaan perumahan yang laik, aman, nyaman, sesuai standar, serta terjangkau oleh warga berpenghasilan rendah.

“Selain itu patut diingat, pemerintah juga akan me­ning­katkan pengawasan atas implementasi standardisasi perumahan bersubsidi di lapangan. Sebab, kita menerima juga keluhan dari masyarakat. Kita perlu awasi demi memastikan masyarakat yang membeli rumah bersubsidi, tidak mendapatkan ma­salah dan ketidakpastian,” tegasnya.

Baca Juga  Wujudkan Kota Sehat dan Pintar, Wawako: Warga Wajib Dapat Layanan Kesehatan Gratis

Ketua Umum (Ketum) DPP Apersi, Junaidi Abdillah berharap, agar Rakerda Apersi Sumbar dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi penting, sehingga sinergitas dalam pembangunan perumahan  bersama pihak-pihak terkait di Sumbar dapat terus diperkuat.

“Apersi terus berkomitmen dalam pemenuhan ke­butuhan perumahan yang fokus pada KPR menengah ke bawah, seba­gai­mana program pemerintah dan sebagaimana yang diamanatkan oleh undang-undang,” ucap Ju­naidi.

Ketua DPD Apersi Sum­bar, Liswendi Kamar mengatakan, saat ini Apersi Sumbar telah diperkuat 170 anggota yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Dalam tiga tahun terakhir, pengembang yang bernaung di bawah Apersi sudah membangun se­ti­dak­nya 8.500 unit rumah untuk masyarakat berpeng­hasilan rendah.

“Capaian ini tentu saja merupakan wujud komitmen kami dalam memenuhi kebutuhan perumahan bagi warga berpenghasilan rendah. Ke depan, tentu kami sangat bergantung pada sinergitas dan support berbagai pihak dalam percepatan pembangunan rumah yang aman dan nyaman bagi seluruh warga Sumbar,” pungka Liswendi. (fan)